sebelumnya, gw mau minta maaf karena terlalu sibuk, hingga kadang membuat gw lupa untuk memenuhi permintaan kalian, tentang sebuah thread horror yg biasanya gw buat..
jadi, kali ini, dengan kebetulan—atau mungkin bahkan memang telah direncanakan alam—gw bertemu dengan seorang sahabat yg bersedia berbagi cerita dengan gw..
cerita ini, menurut pengakuannya, terjadi sekitar 3 tahun yg lalu.. pada saat itu, ia tengah berada di sebuah rumah sakit, untuk menunggu ayahnya yg tengah dirawat di UGD sebuah rumah sakit di daerah B..
sorry, gw gak bisa sebutin dengan jelas tempatnya di sini.. karena ini permintaan langsung dari yg bersangkutan..
buat kalian yg mungkin familiar, atau bahkan tahu tentang tempat yg gw sebutkan. gw harap kalian bisa menjaga kerahasiaannya..
oke, gw akan mulai ceritanya..
di hari sabtu.. ya, betapa ia masih ingat betul, ketika suara sirine ambulance itu membangunkannya dari mimpi buruk. sebab, ketika itu ia harus melihat keadaan ayahnya yg jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit..
ayahnya didiagnosa mengidap berbagai penyakit, atau sering disebut dengan komplikasi.. dari saat itu pula, ia harus mendengar kabar buruk bahwa ayahnya harus segera dilarikan ke UGD untuk pertolongan darurat..
malam itu, menjadi malam yg paling menyedihkan yg ia rasakan.. sebab, sebelumnya ia belum pernah sama sekali mendengar bahwa ayahnya itu mengidap penyakit..
selama hidup, ia hanya melewatinya bersama sang ayah.. ya, ibunya sudah meninggal dunia. itu terjadi 10 menit setelah ia dilahirkan.. sekarang, ia merasa sedih jika harus kehilangan orang yg ia sayangi untuk kedua kalinya..
selama ia menunggu di samping ranjang tempat ayahnya tergulai lemas.. ia selalu memanjatkan doa untuk kesembuhan sang ayah.. matanya tak berhenti mengeluarkan tangis. ia sangat bersedih sekali malam itu..
jam 11 malam, tiba-tiba terdengar suara keramaian.. ia membuka tirai dan melihatnya. namun, tidak ada siapa-siapa di dalam ruang UGD tersebut. bahkan, cenderung sepi, dan tidak ada interaksi apa pun sama sekali..
"kok tadi kayak ada rame-rame ya? tapi, kenapa sekarang sepi?" ucap dia, bertanya kepada dirinya sendiri.
kemudian ia pun mengecek keadaan sekitar.. dan, ya, memang pada saat itu keadaan sangat sepi sekali. tidak ada interaksi sedikit pun..
kemudian ia pun mengecek keadaan sekitar.. dan, ya, memang pada saat itu keadaan sangat sepi sekali. tidak ada interaksi sedikit pun..
menurut pengakuannya ke gw, saat itu, yg tengah dirawat di ruangan UGD hanya ada 4 orang, termasuk ayahnya..
lalu, suara ramai apa yang ia dengar barusan? itu yg menjadi tanda tanya besar baginya..
lalu, suara ramai apa yang ia dengar barusan? itu yg menjadi tanda tanya besar baginya..
rasa penasaran yg semakin meninggi itu, membuat dirinya keluar dari ruang UGD tersebut. Karena, barangkali saja sumber suara itu berada dalam luar ruangan..
namun, saat setelah ia keluar.. tidak ada seorang pun di sana.
ia hanya melihat lorong kosong yang sangat sunyi..
"aneh! kok gak ada siapa-siapa?!" batinnya.
ia hanya melihat lorong kosong yang sangat sunyi..
"aneh! kok gak ada siapa-siapa?!" batinnya.
saat ia hendak melangkah kembali menuju pintu, tiba-tiba ada seorang suster yg memanggilnya..
"pak.. sedang apa?" katanya.
ia pun menengok ker arah suster itu..
"oh iya sus, tadi rame2 ada apa ya?"
"pak.. sedang apa?" katanya.
ia pun menengok ker arah suster itu..
"oh iya sus, tadi rame2 ada apa ya?"
"rame? maksudnya gimana, pak?" tanya sang suster.
"tadi itu lho, sus.. apa tdi ada pasien yg datang?"
"setau saya tidak ada pasien yg datang pak."
ia pun terkejut dan kemudian pamit untuk masuk kepada sang suster..
"tadi itu lho, sus.. apa tdi ada pasien yg datang?"
"setau saya tidak ada pasien yg datang pak."
ia pun terkejut dan kemudian pamit untuk masuk kepada sang suster..
saat ia melangkah untuk masuk, dalam hatinya tersimpan banyak pertanyaan.. kemudian ia kembali menoleh ke arah sang suster.
namun.. saat ia menoleh.. sang suster sudah tidak ada dalam pandangannya. menghilang tanpa jejak..
namun.. saat ia menoleh.. sang suster sudah tidak ada dalam pandangannya. menghilang tanpa jejak..
ia pun kemudian segera bergegas kembali ke dalam, untuk menemani sang ayah lagi..
tak terasa, ia sedari tadi terlelap.. hingga kemudian ia pun terjaga pukul 02 pagi..
saat ia baru saja terjaga, terdengar suara langkah kaki yg begitu ramai, dan juga suara seperti org mengobrol..
saat ia baru saja terjaga, terdengar suara langkah kaki yg begitu ramai, dan juga suara seperti org mengobrol..
kemudian ia pun bangun dari duduknya dan kemudian melangkah menuju sumber suara..
tapi.. tidak ada siapa2 saat itu.. seperti tadi, sunyi, tak ada satu orang pun..
ia berpikir, barangkali suara itu berasal dari luar.. karena suaranya begitu jelas sekali terdengar di telinganya..
saat ia membuka pintu dan melihat ke sekitar..
di sana, tidak ada tanda2 orang sedikit pun. sunyi, sepi, hanya menyisakan keheningan..
di sana, tidak ada tanda2 orang sedikit pun. sunyi, sepi, hanya menyisakan keheningan..
dia langsung bergegas ke arah pintu.. dan kembali masuk ke dalam..
dengan jantung yg terus dag-dig-dug, ia memberanikan diri untuk tak tidur di samping ayahnya..
dengan jantung yg terus dag-dig-dug, ia memberanikan diri untuk tak tidur di samping ayahnya..
*maaf bgt, tadi gw ketiduran.. gw lanjut ceritanya sekarang..
saat ia terduduk di samping ayahnya, kini terdengar suara seperti tempat tidur pasien yg didorong..
begitu sangat terdengar sekali di telinga. itu sangat jelas dan seperti nyata.
begitu sangat terdengar sekali di telinga. itu sangat jelas dan seperti nyata.
ia bangkit dari duduknya dan memeriksa sekitar..
lalu, saat ia hendak berjalan ke arah pintu.. tiba-tiba ada yg menepuk pundaknya dari belakang..
lalu, saat ia hendak berjalan ke arah pintu.. tiba-tiba ada yg menepuk pundaknya dari belakang..
ia pun terkejut dan refleks setengah berteriak..
"stt.. mas! kenapa mas ngendap2 seperti itu?!"
ternyata dia adalah orang..
"saya tadi denger ada suara keramaian dari luar! makanya saya mau ngecek ini!"
"stt.. mas! kenapa mas ngendap2 seperti itu?!"
ternyata dia adalah orang..
"saya tadi denger ada suara keramaian dari luar! makanya saya mau ngecek ini!"
"ah, itu khayalan mas doang kali! kalau pun ada suara keramaian, pasti saya juga denger!" kata orang yg menepuk pundaknya tersebut.
kemudian orang itu pamit untuk pergi ke toilet. karena katanya ia terjaga oleh rasa ingin buang air kecil..
kemudian orang itu pamit untuk pergi ke toilet. karena katanya ia terjaga oleh rasa ingin buang air kecil..
kemudian, ia pun kembali membuka tirai dan duduk di samping ayahnya..
ia melihat wajah sang ayah yang tengah menahan rasa sakit di sisa-sisa hidupnya itu..
ia menangis dan terus berdoa untuk kesembuhan sang ayah..
ia melihat wajah sang ayah yang tengah menahan rasa sakit di sisa-sisa hidupnya itu..
ia menangis dan terus berdoa untuk kesembuhan sang ayah..
hal yg mengherankan kembali datang kepadanya..
ya, seseorang yang tadi menepuknya dan pergi ke toilet, belum juga kunjung kembali..
sebab, tidak ada tanda-tanda sama sekali dari orang tersebut..
ya, seseorang yang tadi menepuknya dan pergi ke toilet, belum juga kunjung kembali..
sebab, tidak ada tanda-tanda sama sekali dari orang tersebut..
"apa yang tadi nepuk gw juga bukan orang?!" batinnya..
perasaan ia semakin tak menentu saat itu..
di sisi lain ia tengah merasakan sedih yg begitu dalam. di sisi lain ia merasa ketakutan akan situasi yg dialaminya saat itu..
perasaan ia semakin tak menentu saat itu..
di sisi lain ia tengah merasakan sedih yg begitu dalam. di sisi lain ia merasa ketakutan akan situasi yg dialaminya saat itu..
*maaf teman2 semuanya, ceritanya sempat terjeda.. gw sekarang lagi di Ciwastra, Bandung. lagi silaturahmi ke keluarga gw yg ada di sini..
*rencananya gw mau lanjutin thread ini sekarang.. oh iya, gw juga kemarin sempat2 lupa sama cerita ini.. oleh karena itu gw kembali bertanya, bahkan lebih mendalam tentang ceritanya..
pukul 02.45 pagi.. perasaannya semakin tak menentu. ia terus mendengar berbagai macam interaksi di rumah sakit tersebut..
ia berdiri kembali dari duduknya, karena ia kebelet ingin buang air kecil..
ia berdiri kembali dari duduknya, karena ia kebelet ingin buang air kecil..
saat baru saja ia membuka tirai, tempat di mana ayahnya di rawat. ia kembali mendengar suara keramaian dari arah luar..
di detik itu pula ia merasa bahwa memang ada yang tidak beres dengan rumah sakit ini.
"sekarang rame lagi.. ntar pas dicek, gak ada siapa2!" batinnya.
di detik itu pula ia merasa bahwa memang ada yang tidak beres dengan rumah sakit ini.
"sekarang rame lagi.. ntar pas dicek, gak ada siapa2!" batinnya.
"ah bodo amat, gw pengin kencing!" katanya.
kemudian, ia pun melangkah cepat untuk menuju kamar mandi..
saat baru saja ia sampai di depan pintu kamar mandi, tiba-tiba..
kemudian, ia pun melangkah cepat untuk menuju kamar mandi..
saat baru saja ia sampai di depan pintu kamar mandi, tiba-tiba..
*setelah kembali berbincang dengan pemilik cerita via whatsapp.. gw kembali menemukan cerita yg menarik darinya..
simak di sini..
simak di sini..
*sebelumnya, gw akan melanjutkan cerita yg kemarin sempat terjeda..
gw sebenernya agak2 ngeri juga kalau harus melanjutkan cerita ini. tapi, karena sang pemilik cerita telah menyetujui untuk melanjutkan ceritanya. oke, gw akan lanjutkan..
gw sebenernya agak2 ngeri juga kalau harus melanjutkan cerita ini. tapi, karena sang pemilik cerita telah menyetujui untuk melanjutkan ceritanya. oke, gw akan lanjutkan..
pada saat ia tiba di depan pintu kamar mandi rumah sakit tersebut. tiba-tiba, terdengar suara wanita yg menjerit.. namun, suara itu samar sekali, tak terdengar begitu jelas..
setelah suara jeritan wanita itu hilang. kemudian disusul suara seperti benda jatuh dari ketinggian.. dan itu jelas sekali terdengar di telinganya..
"gepluk.." seperti itu kurang lebihnya..
"gepluk.." seperti itu kurang lebihnya..
jantungnya terus dag-dig-dug tanpa henti..
perasaan ingin buang air kecil yg ia rasakan semakin terasa, hingga membuat sakit di perutnya..
perasaan ingin buang air kecil yg ia rasakan semakin terasa, hingga membuat sakit di perutnya..
ia pun segera bergegas menuju kamar mandi..
setelah masuk di dalam, perasaan takut justru semakin dalam ia rasakan..
tanpa sadar, ia pun lupa menyiram sisa air kencingnya..
setelah masuk di dalam, perasaan takut justru semakin dalam ia rasakan..
tanpa sadar, ia pun lupa menyiram sisa air kencingnya..
ia pun kembali duduk di samping sang ayah..
setelah beberapa detik kemudian, tiba-tiba terlihat sosok bayangan di balik tirai..
namun, bayangannya begitu aneh..
ya, itu nampak seperti bayangan manusia, namun bayangan tersebut tidak memiliki kepala..
setelah beberapa detik kemudian, tiba-tiba terlihat sosok bayangan di balik tirai..
namun, bayangannya begitu aneh..
ya, itu nampak seperti bayangan manusia, namun bayangan tersebut tidak memiliki kepala..
ia mengucek matanya beberapa kali, untuk memastikan bahwa itu hanyalah khayalannya semata..
tapi, semakin ia dengan keras mengucek matanya, bayangan itu semakin jelas, dan nampak mendekat..
tapi, semakin ia dengan keras mengucek matanya, bayangan itu semakin jelas, dan nampak mendekat..
dengan mencoba untuk memberanikan diri, ia pun membuka tirai tersebut secara perlahan..
ia hanya ingin memastikan, bahwa yg sedari tadi ia alami itu memang benar terjadi..
ia hanya ingin memastikan, bahwa yg sedari tadi ia alami itu memang benar terjadi..
tapi, saat tirai itu dibuka, tidak ada siapa pun di baliknya..
"fix, rumah sakit ini angker!!" batinnya.
ia kembali duduk dan memaksakan diri untuk tertidur.. namun, semakin ia memaksanya, justru itu membuat perasaannya lebih takut lagi..
"fix, rumah sakit ini angker!!" batinnya.
ia kembali duduk dan memaksakan diri untuk tertidur.. namun, semakin ia memaksanya, justru itu membuat perasaannya lebih takut lagi..
telinganya kembali mendengar suara.. kali ini begitu jelas, memanggil namanya..
ia memilih untuk tidur dan tidak mau bergerak dari tempat duduknya..
ia memilih untuk tidur dan tidak mau bergerak dari tempat duduknya..
tapi, saat ia mencoba untuk diam dan menghiraukannya..
tiba-tiba, ada sesuatu yg memegang erat kakinya..
menurut pengakuannya, kakinya itu di pegang oleh setan, karena terasa begitu dingin sekali..
tiba-tiba, ada sesuatu yg memegang erat kakinya..
menurut pengakuannya, kakinya itu di pegang oleh setan, karena terasa begitu dingin sekali..
ia mencoba membaca ayat apa pun yg dia bisa..
dari ayat kursi, fatihah, dan yg lainnya..
sehingga membuat sentuhan itu tidak kembali terasa..
dari ayat kursi, fatihah, dan yg lainnya..
sehingga membuat sentuhan itu tidak kembali terasa..
hanya satu yg ia tunggu pada saat itu.. adzan subuh..
tapi, rasanya, waktu berjalan begitu melambat..
ia kini harus terjebak dalam teror yang tak pernah berhenti..
ia kini harus terjebak dalam teror yang tak pernah berhenti..
di luar, seperti terdengar ada suara anak kecil yang meringis..
"aargghh, apa lagi ini!" batinnya.
lama kelamaan suara itu semakin dekat.. dan terus mendekat..
hingga akhirnya kembali sunyi, tanpa ada siapa pun, dan suara apa pun..
"aargghh, apa lagi ini!" batinnya.
lama kelamaan suara itu semakin dekat.. dan terus mendekat..
hingga akhirnya kembali sunyi, tanpa ada siapa pun, dan suara apa pun..
tak terasa, ia pun tertidur..
ia tak tahu apa lagi kejadian yg menimpanya, sebelum ia akhirnya terbangun, dan melihat dirinya tengah berada di atas ranjang pasien..
"kok gw tidur di sini?!" batinnya keheranan.
ia tak tahu apa lagi kejadian yg menimpanya, sebelum ia akhirnya terbangun, dan melihat dirinya tengah berada di atas ranjang pasien..
"kok gw tidur di sini?!" batinnya keheranan.
ya, seingat dia.. semalam ia duduk di samping sang ayah, yg tengah melawan penyakitnya..
tapi, ia kini merasa terkejut, karena saat ia bangun, ia berada di sebuah ranjang pasien, dan itu di dalam ruang inap..
tapi, ia kini merasa terkejut, karena saat ia bangun, ia berada di sebuah ranjang pasien, dan itu di dalam ruang inap..
ia pun bergegas bangun, tapi raganya lemah dan kesakitan..
"suster.. suster.." teriaknya memanggil suster.
kemudian sang suster datang dan kembali menyuruhnya untuk beristirahat..
"suster.. suster.." teriaknya memanggil suster.
kemudian sang suster datang dan kembali menyuruhnya untuk beristirahat..
"kok saya bisa ada di sini, sus?! siapa yg bawa saya ke sini?" tanyanya kepada sang suster.
sang suster menjawab, "semalam bapak tergeletak di lantai!"
ia merenung seraya mengingat-ingat.. tapi, ia tidak ingat sama sekali akan kejadian itu..
sang suster menjawab, "semalam bapak tergeletak di lantai!"
ia merenung seraya mengingat-ingat.. tapi, ia tidak ingat sama sekali akan kejadian itu..
seingat dia, sepanjang malam ia diganggu oleh penghuni rumah sakit, dan kemudian duduk di samping sang ayah..
menurut penjelasan sang suster.. ia ditemukan di depan pintu ruang mayat, tengah tergeletak tak sadarkan diri..
menurut penjelasan sang suster.. ia ditemukan di depan pintu ruang mayat, tengah tergeletak tak sadarkan diri..
"sumpah demi Allah, sus! saya gak inget apa-apa!" katanya.
"yg bawa bapak ke sini, itu office boy, pak!" kata suster.
ia masih tak percaya, karena ia masih ingat betul bahwa malam itu ia duduk di samping sang ayah..
"yg bawa bapak ke sini, itu office boy, pak!" kata suster.
ia masih tak percaya, karena ia masih ingat betul bahwa malam itu ia duduk di samping sang ayah..
"yasudah, bapak istirahat dulu sekarang.. nanti bapak ingat2 lagi apa yg terjadi, sesudah tubuh bapak kembali fit!" saran suster.
"ayah saya di mana, sus?!"
"untuk keadaan bapak ..... itu sudah mulai membaik.."
"saya mau bertemu ayah saya, sus!"
"ayah saya di mana, sus?!"
"untuk keadaan bapak ..... itu sudah mulai membaik.."
"saya mau bertemu ayah saya, sus!"
suster tidak memberinya ijin.. ia harus tetap istirahat. karena tubuhnya begitu lemas sekali.
"tapi, sus.. saya pengin lihat ayah saya!" katanya.
beberapa menit kemudian, datang sang dokter ke ruang inap tersebut..
"tapi, sus.. saya pengin lihat ayah saya!" katanya.
beberapa menit kemudian, datang sang dokter ke ruang inap tersebut..
"lho.. sudah siuman?" tanya dokter.
"ayah saya mana, dok?!"
"alhamdulillah, semakin membaik!"
kemudian, dokter bertanya tentang apa yg terjadi semalam. sehingga membuat ia ditemukan di depan pintu ruang mayat, dengan keadaan tergeletak begitu saja..
"ayah saya mana, dok?!"
"alhamdulillah, semakin membaik!"
kemudian, dokter bertanya tentang apa yg terjadi semalam. sehingga membuat ia ditemukan di depan pintu ruang mayat, dengan keadaan tergeletak begitu saja..
ia bercerita bahwa ia tidak ingat apa pun.. ia hanya ingat bahwa semalam ia tidur di samping ayahnya.. tidak sampai berjalan menuju ke arah kamar mayat..
"pak, bangun pak! bangun!"
ia pun terjaga.. tiba-tiba di sekelilingnya sudah ada dokter dan 2 suster.
mereka tengah mengecek keadaan pasien.. yaitu sang ayah..
ia pun terjaga.. tiba-tiba di sekelilingnya sudah ada dokter dan 2 suster.
mereka tengah mengecek keadaan pasien.. yaitu sang ayah..
ia terbangun dari duduknya..
kemudian sejenak berpikir..
"ada apa dengan ini semua?!" batinnya.
kemudian sejenak berpikir..
"ada apa dengan ini semua?!" batinnya.
apa yang sebenarnya terjadi?
ia baru saja berbincang dengan dokter dan suster, katanya ia tergeletak di depan kamar mayat..
tapi, kenapa kini ia bangun persis di sebelah sang ayah?
ia baru saja berbincang dengan dokter dan suster, katanya ia tergeletak di depan kamar mayat..
tapi, kenapa kini ia bangun persis di sebelah sang ayah?
"tiiiiitt.."
suara itu membuatnya menangis sejadi2nya.. sang ayah sudah menghembuskan nafas terakhir..
dokter sedih dan turut berbela sungkawa..
tapi, tiba-tiba..
suara itu membuatnya menangis sejadi2nya.. sang ayah sudah menghembuskan nafas terakhir..
dokter sedih dan turut berbela sungkawa..
tapi, tiba-tiba..
ia terjaga, ia melihat sekitar..
dan, ya, ia masih tertidur di samping sang ayah.
ayahnya tidak meninggal dunia, tapi masih ada, tertidur di ranjangnya itu..
ia kemudian melihat jam, dan menunjukkan pukul 04 pagi..
dan, ya, ia masih tertidur di samping sang ayah.
ayahnya tidak meninggal dunia, tapi masih ada, tertidur di ranjangnya itu..
ia kemudian melihat jam, dan menunjukkan pukul 04 pagi..
lalu, apa yg ia lewati sepanjang malam itu?
kalau pun mimpi, itu seperti nyata..
kalau pun nyata, ia tidak mungkin tertidur di samping sang ayah..
lalu?
kalau pun mimpi, itu seperti nyata..
kalau pun nyata, ia tidak mungkin tertidur di samping sang ayah..
lalu?
hingga akhitnya, adzan subuh berkumandang..
ia menghembuskan nafas lega..
sang ayah masih hidup dan ia berada di sampingnya..
ia menghembuskan nafas lega..
sang ayah masih hidup dan ia berada di sampingnya..
selesai
halo temen2 semuanya, jangan lupa follow @rianfrdnt , dan nantikan thread2 horror selanjutnya😊
cerita yg gw buat di atas sudah selesai dan menemui titik akhir..
tanpa ada maksud dari gw untuk mengurangi atau bahkan melebih2kan ceritanya..
sebab, cerita ini mutlak gw dapatkan dari seorang sahabat yg sudah bersedia untuk berbagi cerita..
tanpa ada maksud dari gw untuk mengurangi atau bahkan melebih2kan ceritanya..
sebab, cerita ini mutlak gw dapatkan dari seorang sahabat yg sudah bersedia untuk berbagi cerita..
buat kalian yg belum baca thread2 gw sebelumnya.. kalian bisa lihat di kolom 'like' gw😊
