Mulai dari sini gw saranin kalian baca di tempat yang aman
ato ada yg nemenin dan kondisi badan lagi fit. Okee 👌
Yg belum baca PART-1 silahkan baca dulu
Hari ini, senin. Setelah masa observasi kami resmi berangkat
dari kampus menuju ke desa dengan status mahasiswa kkn. Kami berangkat sekitar
jam 1 siang setelah upacara pelepasan. Dalam 1 kelompok kami ada 6 orang, 3
cowo 3 cewe. (btw gw belom bilang kalo gw cowo kan)
Anggota kelompok selain gw ada dono, candra, caca, rani dan
siska. Kami berangkat bersama kelompok lain melewati jalur yg sama saat pertama
kali kita kesana. Setelah sampai ke desa kemudian kami di arahkan ke
rumah/posko kkn sesuai pembagian kelompok kami.
Kelompok 1&2 ada di dusun-A dekat rumah pak carik yang
gw sebut di PART-1, kelompok 3&4 ada di dusun-B dekat dengan balai desa dan
kelompok kami.. Ya hanya kelompok kami, ada di dusun paling ujung selatan di
desa. Sebut saja dusun-C. Posko kelompok kami cukup jauh dari dusun A&B.
Jaraknya hampir mencapai 1km. Dusun-A terletak paling dekat
dengan hutan karet, salah satu jalan keluar dr desa menuju jalan kecamatan
(jalan besar). Artinya jika kami ingin keluar desa kami harus menempuh jarak 2km
lebih. Jarak itu diukur dengan garis lurus.
Sementara kaliah tahu kan. Jalan di dataran tinggi apalagi
perkebunan berkelok2 naik turun. Jarak tempuh tentunya jauh lebih dari 2km
melewati daerah perkebunan.
Setelah tiba di posko kami hanya meletakkan barang2 bawaan
di dalam kamar dan kembali ke kecamatan untuk melakukan upacara penyambutan.
Awalnya gw ngerasa ga ada yg aneh di daerah tempat posko kemopok kami.
Upacara selesai sore hari. Kami pun kembali ke posko untuk
bergantian mandi. Di halaman seberang posko ada pohon rambutan yg punya 2
cabang pohon dan.. Ada sosok kunti lg nangkring di salah satu cabang. Gw baru
tau karena awalnya gw ga terlalu merhatiin lingkungan sekitar.
Dia duduk sambil kakinya ngayun2. Rambut nya panjang dan
punya poni panjang ala emo2 gitu nutupi matanya. Jadi cuma keliatan hidung sama
mulutnya doang. Gw perhatiin dia senyum2 tipis seolah2 bilang "selamat
datang"
Okee dia cuma nyambut kita dan ga ada apa2 yg aneh. Selesai
kita mandi kebetulan menjelang magrib. Yg muslim siap2 sholat dan yang ga
sholat bantu2 tuan rumah buat nyiapin makan malam. Selesai sholat magrib kita
makan bareng2 dengan tuan rumah, sebut saja ibu dan bapak bambang.
Selesai makan malam sembari menunggu isya dono dan candra
ijin keluar desa mau nyari paket data dan beberapa alat untuk program kkn
candra yang ga kebeli sebelum berangkat kesini. Gw pun juga ngikut karena gw
sendiri lupa bawa sandal jepit jadi cuma bawa sepatu.
YA kita pergi keluar desa malam itu melewati jalan
perkebunan karet (silahkan hujat kami). Sebenarnya kami di beritahu pak bambang
ada jalan keluar yg lebih "aman" tapi kami bertiga lebih milih jalan
hutan karet dengan pertimbangan takut nyasar. (ya.. Silahkan hujat kami lagi)
Gw berharap pak bambang mau menemani tapi sayang, beliau harus
segera menghadiri rapat karangtaruna karena sudah di tunggu. Alhasil
berangkatlah kita bertiga, sementara para cewe stay di posko. Candra boncengan
dengan dono dan gw? Sendirian dooong
Sebelum menuju hutan karet kami harus melewati daerah
perkebunan sayur, kopi dan dusun-A. Seperti yg gw bilang sebelumnya, penerangan
jalan di desa ini hanya ada di daerah permukiman. Di luar area permukiman satu2
nya sumber cahaya hanyalah lampu motor kami.
Saat kami memasuki kebun sayur, disinilah gw melihat ular raksasa
dengan kristal bercahaya di kepalanya. Si ular cuma diam gak bergerak. Berkat
sinarnya itu pula gw melihat sosok2 hitam yg ga jelas di sekitar perkebunan.
Di perkebunan kopi gw tau mereka banyak bertebaran. Tapi
satu2 sumber cahaya mengarah ke jalan di depan. Sesekali gw denger suara
seperti "RRrrrrrr..." dari perkebunan kopi. Dan tibalah kami di
dusun-A, kami sedikit lega tapi itu hanya sesaat sampai kami melihat pohon
karet
Okee sampe disini break dulu ya.. Tenang gaes cerita masih
akan berlanjut kok 😉
Okee gaes kita lanjut.. Maap kalo ngerasa digantung wkwk
Kami memacu motor dengan kecepatan rendah karena kondisi
jalan berpasir dan banyak batu kerikil seperti yg gw bilang di PART-1. Dono dan
candra ada di depan dan gw di belakang.
Tepat saat memasuki daerah kebun karet gw liat dengan jelas
ada bapak2 bercelana pendek tanpa alas kaki berjalan kearah hutan karet.
Seluruh tubuh nya pucat. Saat kita melewati bapak itu, tiba2 dia berhenti dan
memutar badan nya.
Dia cuma berdiri di pinggir jalan. Kalo dia orang beneran
dan mau numpang otomatis dia ngasi isyarat gitu kan? Dan kalo dia orang beneran
dan berani malam2 lewat itu hutan karet, paling tidak dia bawa senter kan? Ini
dia ga bawa apa2 woy
Gw hampir ga bisa bedain bapak itu makhluk halus ato bukan
karena sosoknya jelas banget, istilahnya resolusi 4K gitu. Karena dono dan
candra ga berhenti gw menyimpulkan bapak ini ga bisa mereka lihat. Okee gw juga
ga berhenti dong
Kami melanjutkan perjalanan melewati hutan karet dengan
satu2 nya sumber cahaya adalah lampu motor. Disini gw udah ga kaget karena
isinya ga jauh beda kayak di siang hari. Kyk yg gw bilang di PART-1, isi nya
macem2 tapi yg dominan pocong.
Alhamdulillah kami masih di lindungi Tuhan jadi kami tidak
mengalami kejadian yang membahayakan di tengah2 hutan karet. Dan tibalah kami
di jalan kecamatan, candra dan dono membeli paket data di konter pulsa. Mereka
sempet ngobrol sama mas2 konter pulsa dan...
Betapa terkejutnya si mas2 waktu bilang kita mahasiswa kkn
di desa-X (sebut aja gitu) dan untuk kesini kita lewat hutan karet. Setelah itu
kita pun pergi ke minimarket untuk membeli beberapa barang dan sendal jepit
yang pas ukurannya di kaki gw. Setelah itu kita pulang ke posko
Ya.. Lewat hutan karet itu doong, lewat mana lagi?
Alhamdulillah kita masih di lindungi oleh Tuhan dan
sampailah kita di posko dengan selamat. Saat kami tiba di posko rupanya sudah
isya.
Saat gw lg ngobrol sama candra gw iseng ngomong ke dia,
Gw: orang sini keren ya
Can: keren gimana?
Gw: tadi waktu kita keluar desa ada bapak2 berani sendirian
jalan di hutan karet
Can: bapak2 yang mana? Ngarang aja lu
Okee dari percakapan itu berarti hipotesis gw tadi bener
Sekitar jam 8 malam pak bambang kembali dan kita sekelompok
di ajak sowan ke rumah bapak kepala dusun (kadus). Kamar sengaja gak kami kunci
karena ada ibu di rumah. Di rumah pak kadus kami ngobrol berbagai macam hal
hingga dono nyeletuk kalo kami baru saja lewat hutan karet dan..
Pak kadus sama terkejutnya seperti mas2 di konter pulsa.
Akhirnya pak kadus mulai bercerita soal hutan karet itu, mulai dari hutan karet
yg dulu di kelola oleh belanda (jadi hutan karet ini peninggalan jaman belanda)
hingga... Tempat orang bunuh diri.
Sudah hampir jam 10 malam, kami pun berpamitan untuk pulang
ke posko. Sesampainya di posko kami hendak masuk ke dalam kamar. Kebetulan
kamar cowo dan cewe berseberangan. Saat dono membuka pintu ternyata pintu
terkunci. Kami mengira ibu mengunci kamar kami
Tetapi ibu bilang dia tidak mungkin mengunci kamar kami,
karena satu2 nya kunci kamar kami dibawa oleh dono saat kita sowan ke rumah pak
kadus. Saat dono mencoba membuka kunci kamar ternyata yang mengunci pintu bukan
kunci yang ada di handle pintu
Gw merasa ada sesuatu dibalik pintu kamar. Candra pun
memeriksanya lewat jendela kamar dari luar. Ternyata yg mengunci adalah kunci
kayu yang bisa diputar dan kunci kayu itu hanya bisa di buka dari dalam kamar.
Padahal didalam kamar tidak ada siapa2 dan jendela juga terkunci.
Pak bambang pun saat itu memutuskan, "di dobrak saja
mas gapapa". Akhirnya kami mendobrak pintu kamar bersama2.
"Braak" pintu pun terbuka dan... Ada sosok pria tinggi di depan pintu
kamar. Sosok itu tepat di depan dono dan candra (kebetulan gw dibelakang
mereka)
Sosok itu berdiri dan melotot ke arah kami. Gw pun kaget
sementara dono dan candra ga bisa liat dia. Padahal dia tepat berada di depan
mereka woy.. Sebelum dono dan candra nyelonong masuk gw pun cepat2 bilang
"permisi"
Saat kami masuk ke dalam kamar sosok ini berpindah tempat
nangkring di atas tembok kamar. Sampai kami mau tidur dia masih berada di atas
tembok sambil melihat kearah kami.
Gw sebelum nya gak ngeh kalo kamar ini termasuk kedalam
wilayah nya dia. Gw pun mencoba bilang ke dia kalo kita permisi numpang tinggal
sementara waktu disini dan jangan mengganggu kami sekelompok selama disini. Dia
cuma diam di atas tembok karena gw udah mulai ngantuk gw tidur
Paginya sosok itu udah ga ada (jadi dia di kamar cuma waktu
malem gaes). Setelah sarapan gw mau sebat dulu (betewe gw satu2nya perokok di
rumah ini) dan.. Rokok gw berkurang 2 batang dong. Gw inget betul kemarin gw
beli ini rokok sebelum berangkat kesini dan baru gw isep 2 batang
Jadi waktu gw buka tinggal 8 batang (1 bungkus isi 12
batang). Kalo pun ada orang yg ngambil siapa? Karena satu2 nya perokok di rumah
ini cuma gw. Akhirnya gw ikhlasin itung2 sedekah lah ya.
Begitulah kisah malam pertama gw di desa-X tempat gw kkn.
Lompat ke hari kamis (maljum oy)
Malam ini adalah malam jumat. Ya.. Malam yang sangat ramai
oleh mereka yang tak kasat mata. Ini malam jumat pertama gw disini. Gw berusaha
untuk tidur tapi ga bisa karena apa? Rasanya gw berusaha untuk tidur ditengah2
pasar saat pagi hari
Sampai pada sekitar jam 4 pagi (menjelang subuh). Suasana
perlahan menjadi tenang dan akhirnya gw bisa tidur.
Pagi harinya sekitar jam 9 gw bangun dan ternyata ada
perangkat desa yg mampir ke posko. Gw cepet2 cuci muka dan berkumpul bersama di
ruang tamu. Pak jono (sebut aja gitu) menghimbau kami untuk tidak melakukan
kegiatan yg tidak perlu saat malam hari. Kenapa baru sekarang bilang?
Karena tadi malam (maljum) di dusun-A ada mahasiswi kkn yg
kesurupan, sebut saja dia milea. Saat tengah malam tiba2 dia menangis, tertawa
cekikian dan meronta2 saat di pegangi. Sore harinya kita satu kelompok
berkunjung ke posko dusun-A
Kebetulan ada pelaksanaan salah satu program disana. Salah
satu teman di posko itu sebut saja beny bilang kalo di malam pertama mereka
disini, dia melihat seorang nenek2 di depan rumah saat dia mau mengunci pintu
rumah. "clek" dia lihat ke depan rumah lagi si nenek udah ga ada.
Kebetulan sore itu juga ada pak carik. Gw tanya sama pak
carik tuan rumah ini dimana. Dan pak carik bilang kalau tuan rumah ini sudah
tidak tinggal disini.
Kemuadian pak carik bilang, kalau sebenarnya orang tua dari
tuan rumah ini sebelumnya tinggal disini. Tetapi beliau sudah meninggal dan
kebetulan kemarin kamis adalah 40 hari nya.
Sebenarnya ada beberapa kisah/misteri yang ingin gw
sampaikan di PART-2. Tetapi setelah gw pikir matang2 akhirnya gw putuskan untuk
tidak memuatnya. Kenapa??
Karena salah satunya menyangkut sebuah peristiwa kelam yang
terkenal di mana2 pada masa lalu. Gw khawatir kalo ternyata kalian yg
baca/mendengar cerita di thread ini ternyata punya hubungan dengan peristiwa
itu dan takutnya malah membuka luka lama.
Kalo kalian penasaran banget gw cuma bisa kasih 1 kata
petunjuk.
Clue: "karung"
Kalian penggemar sejarah pasti langsung paham peristiwa yg
gw maksut dengan 1 kata itu.
Okee PART-2 cukup sampe sini.. Next part bakal ada kisah gw
yang mampir ke desa sebelah yang ga kalah seru .
Source: @aztherita
Untuk baca Thread Lainnya di Versi Mobile klik Versi Desktop
dulu dibagian paling bawah,lalu pilih Label maupun Penulis,dan pilih judul yg
mau di baca..
Enjoy!!!
