Penunggu Hutan Angker



 Cerita ini dialami oleh saudara saya sendiri yang saat itu bekerja sebagai supir ekspedisi barang, dan mungkin ini pengalaman yang tak terlupakan baginya sekaligus pengalaman paling menyeramkan selama hidupnya nama dan tempat sengaja disamarkan 

Hari itu Doni (mas iparku) mendapatkan tugas mengirimkan barang lumayan banyak dari pabrik menuju ke salah satu kota di timur pulau jawa menggunakan mobil ekspedisi seperti pick-up tapi lebih besar dengan kapasitas 2 orang saja di bagian depan, hari itu Doni dengan Abu (temannya) 
Segala hal sudah dipersiapkan ,sehingga jam 2 sore sudah bisa berangkat dari pabrik menuju tempat tujuan, karena perjalanan lumayan jauh maka Doni dan Abu bergantian dalam hal menyetir kendaraan tersebut.

"Engko gantian nyetir e ya aku wes kesel" kata Donni sambil mengemudikan 
"Iyo gampang don tak leyehno awak sek (iya gampang, aku rebahan dulu)" jawabnya kemudian tidur dengan enak di kursi bagian kiri , setelah lama melakukan perjalanan, istirahat di pom ,makan, bergantian nyetir tiba saatnya dimana inti cerita ini dimulai 
Waktu itu tepat pukul 01.12 tengah malam, dan tepat giliran Doni menyetir, sedangkan abu kecapekan hingga tertidur pulas, dan tepat itu juga doni harus menyetir melewati jalan yang lurus dengan pemandangan kanan kiri hanya pohon besar dan rimbun, satu satunya penerangan hanya... 
Lampu mobil dengan cahaya bulan kala itu.

"Bu tangio bu baturono aku" (bu bangun bu, temenin aku) kata doni sambil menggoyangkan badan abu, tetapi abu sama sekali tak bergeming seakan nyawanya sudah tidak bersamanya

Mau gak mau, Doni harus terus melakukan perjalanan itu 
Doni pun sesekali mengganti lampu menjadi jarak jauh agar dapat melihat ada apa didepan , perasaan doni ketika memasuki hutan semakin menjadi tidak karuan karena tidak ada mobil yang lalu lalang disitu.

Dingin malam pun terasa serta malam yang makin lama seperti memeluk perasaan 
Memeluk perasaan doni menjadi makin takut untuk melakukan perjalanan dan hati ingin sekali untuk memutar balik.
Tapi mau gak mau itu harus dilakukan karena tanggung jawab pekerjaannya.

Ketika sedanh melewati jalan tersebut dengan kecepatan kurang lebih 80km/jam tiba tiba..... 
Doni menginjak pedal rem perlahan tapi pasti karena melihat ada sesuatu tidak beres dari seberang jalan (kiri jalan)

Makin dekat makin dekat dan Donni pun berhasil mengerem tepat di depan sesuatu itu , berjarak hanya 10 meteran dari depan bemper mobil 
Betapa terkejutnya Donni melihat ada 2 orang menyebrang 1 wanita menggunakan pakaian khas jawa jaman dahulu menggandeng orang(yang tidak tau itu wanita apa pria yanh digandeng) karena dari atas kepala sampai bawah ditutupi oleh kain jarik (selendang) bermotif batik 
Yang pasti donni hanya diam dan siap menggambil pentungan dibawah kakinya untuk berjaga jika ada bajing loncat atau begal akan tetapi semua sirna karena donni merasa bahwa mereka bukan manusia

Kedua makhluk itu menyerbrang seperti orang berjalan tetapi kakinya tidak terlihat 
Wanita dengan sanggul yang berantakan itu berjalan pelan pelan menyebrang tanpa melihat mobil ataupun doni, pandangannya lurus menatap seberang jalan dengan mata hitam legam yang kosong. Sedangkan yang tertutup jarik tidak tau bagaimana ekspresi atau mukanya 
Sesekali doni menggoyangkan badan temannya tapi temannya sama sekali tak bergeming , temannya tertidur pulas sekali hingga hanya donni yang melihat kejadian aneh tersebut.

"Ya Tuhan....." ucap Donni dalam hati karena baru pertama kali melihat hal seperti itu 
Kemudian kurang lebih 6 menit akhirnya 2 makhluk itu sampai diseberang jalan , dan Donni mulai menancap gas pelan pelan dan tetap fokus ke jalan tanpa berani menoleh ke arah spion bagian kanan.

Perasaannya mengatakan untuk jangan menoleh ke spion tersebut sampai jalan hutan ini 
Setelah 30 menit dari tempat kejadian akhirnya sampailah Donni dan Abu di sebuah kota setelah hutan itu dan mampirlah mereka ke sebuah warung kopi di sekitar kota itu

"Walah bu, awakmu mau tak tangekno kok ya meneng koyo wong mati" (walah bu, kamu tadi aku bangunin diam- 
Seperti orang mati) kata doni sambil menyeruput kopiny

"Loh iyo tah? Ra kroso jeh wong kesel og"(loh iya? Gak kerasa ,capek aku) jawab abu

Kemudian pemilik warung tiba tiba tanya

"Mas sampeyan wau liwat hutan ---------- a?" (mas situ tadi lewat hutan---------?) 
"Iyo pak" jawab donni

"Wes ketemu mbek penunggune?" (sudah ketemu sama penunggunya) imbuh pemilik warung

Seketika doni kaget kemudian bertanya
"Wonten nopo to pak?(ada apa to pak)

"Nd kono iku lek teko sampeyan budal onok sumur lawas mas nd kanan jalan, iku ono penunggune" 
(Di situ kalo dari kamu berangkat(arahnya) ada sumur tua di kanan jalan itu ada penunggunya)

"Biasane wong wong liwat kono di keton ketoni wong 2 siji wedok jowo sijine gajelas opo ditutupi gae jarik" (biasanya orang orang lewat sana di hantui orang 2 satu wanita jawa- 
Satunya gajelas soalnga ditutupi selendang)

Saya indonesiakan biar tidak 2 kali nulis

"Astaga pak, tadi saya barusan ketemu itu pak terus berhenti nunggu nyebrang"

"Untung ae mas sampeyan berhenti, banyak kasus kecelakaan disana soalnya" kata pemilik warung 
"Pokoknya jangan kontak mata mas sama yang pake baju jawa itu, katanya nanti diikuti sampe mimpi" imbuh pemilik warung

"Iya pak, saya tidak berani melihat, udah ketakutan sendiri saya" kata Donni

"Lah don..tadi ternyata ada cerita serem gitu ya? Berarti ada baiknya juga ak tdr 
(-fin-)

Intinya kalau melewati tempat yang belum pernah kita datangi dan terasa angker ada baiknya kita mengucap salam dalam hati sesuai dengan agama/adat yang kita peluk atau dengan membunyikan klakson dulu

Dan jangan pernah lakukan kontak mata dengan mereka yang pernah hidup 
Source: @imsune0

Untuk baca Thread Lainnya di Versi Mobile klik Versi Desktop dulu dibagian paling bawah,lalu pilih Label maupun Penulis,dan pilih judul yg mau di baca..
Enjoy!!!!

Keluarga Hantu di Ruko Batam

  Keluarga Hantu di Ruko Batam A Thread #memetwit   @InfoMemeTwit Oleh: Ghost Writer (Cerita nyata - cerita mistis) Sembilan belas tahun yan...

Pengikut

Pembaca Cerita Horror

Arsip Blog

Cari Blog Ini