Selamat malam pembaca sekalian, kali ini saya akan membawakan kisah 10 tahun sebelum kejadian H.O.M.E
Sebelum membaca ini pastikan sudah membaca seri sebelumnya.
Mungkin suatu saat cerita cerita yang sudah saya twiit di sini akan saya unggah juga di podcast.
Sekali lagi cerita ini hanya kumpulan dari mimpi mimpi buruk saya, yang aku rangkai jadi satu kesatuan cerita. Adanya kesamaan nama dll itu saya tidak sengaja...so lets get started
Sekali lagi cerita ini hanya kumpulan dari mimpi mimpi buruk saya, yang aku rangkai jadi satu kesatuan cerita. Adanya kesamaan nama dll itu saya tidak sengaja...so lets get started
Sama seperti kejadian sebelumnya, Toni yang saat itu menjadi salah satu mahasiswa disebuah kampus ternama mengajak 4 temannya, Rama, Eka, Ina, Venni.
Di kantin kampus mereka sedang makan bersama
"Mau diajak liburan kemana nih jadinya?" tanya Venni kesenangan
"Ah itu cuma
Di kantin kampus mereka sedang makan bersama
"Mau diajak liburan kemana nih jadinya?" tanya Venni kesenangan
"Ah itu cuma
Pelosok desa kok, tapi nanti kalian bakalan suka, karena disana sangat asri" jawab Toni semangat
"Walah aku gaikut ya" sahut Eka yang saat itu sibuk mengerjakan tugas besar di laptopnya
Toni pun diam dan kemudian tertawa "hahahaha..yakin? Soalnya nanti kalo gaikut semua bakal
"Walah aku gaikut ya" sahut Eka yang saat itu sibuk mengerjakan tugas besar di laptopnya
Toni pun diam dan kemudian tertawa "hahahaha..yakin? Soalnya nanti kalo gaikut semua bakal
gaikut juga"
"Terus disana banyak cewe cewe desa yang cantik cantik loh" imbuhnya
Eka yang tadi fokus dengan laptopnya,memberhentikan tiba tiba kegiatannya
"Yakin?!" tanya eka meyakinkan apa yang dikatakan Toni
"Garangane munculll!!!" ledek Ina dan Venni bersamaan.
"Terus disana banyak cewe cewe desa yang cantik cantik loh" imbuhnya
Eka yang tadi fokus dengan laptopnya,memberhentikan tiba tiba kegiatannya
"Yakin?!" tanya eka meyakinkan apa yang dikatakan Toni
"Garangane munculll!!!" ledek Ina dan Venni bersamaan.
Tak lama kemudian dari kejauhan datang cowo dengan memakai jaket jeans biru, berkacamata kotak mendekati tonni dkk
"Darimana aja kamu ram?" tanya Toni
"Sorii abis Uts loh...terakhir..kalian udah semua?" ucap Rama yang kemudian duduk di antara Eka dan Ina.
Mereka berempat pun
"Darimana aja kamu ram?" tanya Toni
"Sorii abis Uts loh...terakhir..kalian udah semua?" ucap Rama yang kemudian duduk di antara Eka dan Ina.
Mereka berempat pun
Mengangguk, menandakan bahwa UTS yang mereka hadapi sudah selesai semua.
Singkat cerita Toni pun menceritakan agendanya berlibur di desanya dulu bersama teman temannya. Rama pun tanp sepatah kata atau debat layaknya Eka dan Toni, dia pun langsung menyetujui.
Hari libur Uts yang
Singkat cerita Toni pun menceritakan agendanya berlibur di desanya dulu bersama teman temannya. Rama pun tanp sepatah kata atau debat layaknya Eka dan Toni, dia pun langsung menyetujui.
Hari libur Uts yang
Berlangsung selama 3 minggu pun mulai, ke 5 orang itu mempersiapkan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk menginap disana selama lebih dari 3 hari nantinya. Mereka berkumpul di IndoApril point.
"Mana nih si kampret molor" ucap eka sambil melihat ke arah jalan, sedangkan
"Mana nih si kampret molor" ucap eka sambil melihat ke arah jalan, sedangkan
Yang lainnya sedang menikmati coklat panas di cuaca yang saat itu sedikit gerimis, beberapa menit kemudian mobil Jeep berwarna hitam pun datang dan parkir tepat didepan mereka.
"Sori lama gais, harus fullin tanki dulu + bawa cadangan bensin 2 jurigen aku..tuh" ucap Toni
"Sori lama gais, harus fullin tanki dulu + bawa cadangan bensin 2 jurigen aku..tuh" ucap Toni
Kemudian yang lain termasuk eka memaklumi itu dan mereka pun naik jeep, perjalanan pun dimulai.
Sepanjang perjalanan mereka menceritakan tentang segala sesuatu yang dirasa bisa diobrolkan, hingga tiba tiba rama membuka obrolan mengenai desa yang akan mereka singgahi.
Sepanjang perjalanan mereka menceritakan tentang segala sesuatu yang dirasa bisa diobrolkan, hingga tiba tiba rama membuka obrolan mengenai desa yang akan mereka singgahi.
"Desa nya kek apa sih? Ada urban legendnya gak?"
"Ah kebiasaan rama selalu tanya gituan" ucap ina kesal
"Ya kek desa pelosok lah, urban legend? Mmhh ada...Ilatgeni" jawabnya yang sekejap membuat Eka , Rama dan juga Ina terdiam.
"Ah kebiasaan rama selalu tanya gituan" ucap ina kesal
"Ya kek desa pelosok lah, urban legend? Mmhh ada...Ilatgeni" jawabnya yang sekejap membuat Eka , Rama dan juga Ina terdiam.
"Ilatgeni?" tanya Rama lanjut
"Iya jadi Ilatgeni itu semacam siluman manusia setengah kuda atau apa ya, pokok kakinya sama kek kaki kuda lah, katanya jin itu abadi kalau meminum darah segar tiap 5 tahun sekali." terang Tonni
"Kok mengerikan gitu?" ucap Eka
"Iya, yang lebih
"Iya jadi Ilatgeni itu semacam siluman manusia setengah kuda atau apa ya, pokok kakinya sama kek kaki kuda lah, katanya jin itu abadi kalau meminum darah segar tiap 5 tahun sekali." terang Tonni
"Kok mengerikan gitu?" ucap Eka
"Iya, yang lebih
Ngeri itu dia itu semacam parasit jadi masuk ke tubuh seseorang untuk jadi inangnya, dan mengerogoti jiwa inangnya itu..." lanjut Tonni disusul Eka yang mulai susah menelan air ludahnya
"Kita bisa puter balik lagi gak?" tanya Eka
"Bisa sih tapi yakin? Cewenya masi polos polos"
"Kita bisa puter balik lagi gak?" tanya Eka
"Bisa sih tapi yakin? Cewenya masi polos polos"
"Lagian ilatgeni itu cuma mitos, aku sih gapercaya gitu gituan" imbuh Tonni menenangkan teman temannya yang tadi sudah mulao gusar karena cerita te tang Ilatgeni.
Jalan demi jalan mereka lalui, hingga akhirnya mereka keluar dari jalan utama, dan masuk ke jalan yang lebih
Jalan demi jalan mereka lalui, hingga akhirnya mereka keluar dari jalan utama, dan masuk ke jalan yang lebih
Kecil, dengan pemandangan kanan kiri hanya pepohonan jati daj pohon pohon besar lainnya. Saat itu hari menjelang petang, sehingga jarak pandang mereka hanya sebatas sorot lampu mobil saja.
"Ini serius lewat sini? Masi jauh?" tanya Rama
"Iya serius, mayan sih...sambil dengerin
"Ini serius lewat sini? Masi jauh?" tanya Rama
"Iya serius, mayan sih...sambil dengerin
Lagu aja lah" jawab Tonni kemudian menghidupkan musik dari Iwan Fals - Aku bukan pilihan ,dan entah kenapa saat mereka menuju kedesa, sudah disambut oleh derasnya hujan.
"Wah kalian diberkahi sepertinya" ucap Tonni
"Karena ujan?" tanya Ina
"Yap tepat sekali!"
Setelah me
"Wah kalian diberkahi sepertinya" ucap Tonni
"Karena ujan?" tanya Ina
"Yap tepat sekali!"
Setelah me
lakukan perjalanan lumayan jauh dari jalan utama tadi , sorot lampu itu menyoroti gerbang berwarna putih dengan tanaman rambat yang mengelilingi gerbang itu.
"Wellcome to my home teman teman" ucap Tonni
"Waaah...gakeliatan apa apa ya cuma lampu redup saja" celetuk Eka
Tonni
"Wellcome to my home teman teman" ucap Tonni
"Waaah...gakeliatan apa apa ya cuma lampu redup saja" celetuk Eka
Tonni
Pun membawa mereka ke rumah paling ujung setelah tanjakan, rumah dengan type kembar akan tetapi teras dan halamannya menjadi satu.
"Hoaaaahhhemmmmm, kita udah sampai?" tanya veni sambil mengucek matanya
"Kemana aja lo zaenab!" ledek Eka yang turun dari mobil
"Hoaaaahhhemmmmm, kita udah sampai?" tanya veni sambil mengucek matanya
"Kemana aja lo zaenab!" ledek Eka yang turun dari mobil
Singkat cerita merka semua tinggal di satu atap hanya saja mereka berbeda ruangannya (yakali mau jadi satu) .
Mereka masuk rumah secara bersamaan
"Gilaa...ini rumah siapa ton? Retro banget" ucap rama yang melihat sekeliling rumah itu
"Ini rumah bapak ibuk aku, cuma karena
Mereka masuk rumah secara bersamaan
"Gilaa...ini rumah siapa ton? Retro banget" ucap rama yang melihat sekeliling rumah itu
"Ini rumah bapak ibuk aku, cuma karena
Mereka sudah tidak ada jadi kan rumah ini milikku" terang Tonni kemudian menaruh tas dan koper yang ia bawa di ruang tamu.
Anak anak lain pun bersantai di ruang tengah ,sedangkan eka masih melihat lihat di teras.
Eka kemudian masuk dengan muka tegang
"Ton..mana yang kau janji
Anak anak lain pun bersantai di ruang tengah ,sedangkan eka masih melihat lihat di teras.
Eka kemudian masuk dengan muka tegang
"Ton..mana yang kau janji
Kan" ucapnya tegas
Yang membuat ina dan rama menahan ketawanya
"Yakali mau malam malam gini, ya besok lah..oh iya besok itu ada acara juga semacam kesenian, pas kan?" terang Tonni yang disambut dua jempol oleh Eka
"Ton aku ngantuk, kamarku yang mana?" imbuh eka sambil
Yang membuat ina dan rama menahan ketawanya
"Yakali mau malam malam gini, ya besok lah..oh iya besok itu ada acara juga semacam kesenian, pas kan?" terang Tonni yang disambut dua jempol oleh Eka
"Ton aku ngantuk, kamarku yang mana?" imbuh eka sambil
Menutup mulutnya yang menguap
Toni pun menunjukan kamar dengan pintu kayu yang berwarna coklat gelap, kemduian Eka pun masuk dan tidur. Sementara Venni sudah terlelap dalam tidurnya di ruang tengah, dan ina masih memfoto tiap ornament di rumah toni
"Ton, sebats di teras yuk"
Toni pun menunjukan kamar dengan pintu kayu yang berwarna coklat gelap, kemduian Eka pun masuk dan tidur. Sementara Venni sudah terlelap dalam tidurnya di ruang tengah, dan ina masih memfoto tiap ornament di rumah toni
"Ton, sebats di teras yuk"
Ajak rama , kemudian mereka berdua menuju ke teras untuk menghisap satu-dua batang rokok.
Asapnya yang bertebangan dan bercampur dengan hujan yang sudah mulai mereda , menimbulkan pertanyaan dari Rama
"Ton, kamu gaada niatan buat numbalin kita semua kan?" tanya rama tiba tiba
Asapnya yang bertebangan dan bercampur dengan hujan yang sudah mulai mereda , menimbulkan pertanyaan dari Rama
"Ton, kamu gaada niatan buat numbalin kita semua kan?" tanya rama tiba tiba
Toni kaget kemudian tertawa "hahaha, bicara apa kamu njing, ya tentu saja tidak, tumbal apa juga?"
"Ilatgeni...."
"Hah? Itu kan urbandlegend, gausah percaya juga ...astaga"
"Emang kenapa berfikiran seperti itu?" tanya tonni sambil menghisap rokoknya
"Yah...feeling aja sih"
"Ilatgeni...."
"Hah? Itu kan urbandlegend, gausah percaya juga ...astaga"
"Emang kenapa berfikiran seperti itu?" tanya tonni sambil menghisap rokoknya
"Yah...feeling aja sih"
"Feelingmu sedang kacau itu...haah yaudahlah ayo tidur, sudah malam juga ini" ucap Tonni kemudian melempar putung rokoknya ke taman , dan disusul oleh Rama yang kemudian mengunci pintunya.
Keesokan harinya mereka semua bersiap siap untuk ikut Tonni berkeliling sekitar
Keesokan harinya mereka semua bersiap siap untuk ikut Tonni berkeliling sekitar
Desa yang tidak terlalu luas itu , tonni ingin mengenalkan suasana desanya.
"Itu Eka daritadi masih ngorok aja" kata Venni yang sudah berdandan cantik
"Ven..mau kondangan?" ledek Rama, yang kemudian venni mulai masuk ke kamar.
"Lah ngambek dia..." sahut Tonni
"Dah aku gak
"Itu Eka daritadi masih ngorok aja" kata Venni yang sudah berdandan cantik
"Ven..mau kondangan?" ledek Rama, yang kemudian venni mulai masuk ke kamar.
"Lah ngambek dia..." sahut Tonni
"Dah aku gak
Kondangan kan?" tanya venni yang ternyata berganti baju
"Nah gini kan enak...." ucap rama pelan
"Dah ku gorengin pisang nih ....ku bawa buat nanti ya" ucap Ina dari belakang dapur
"Yaudah kita tinggal aja si Eka. Nanti nyariin terus nyusul sendiri kan???" ucap Venni
"Nah gini kan enak...." ucap rama pelan
"Dah ku gorengin pisang nih ....ku bawa buat nanti ya" ucap Ina dari belakang dapur
"Yaudah kita tinggal aja si Eka. Nanti nyariin terus nyusul sendiri kan???" ucap Venni
Mereka pun pergi dari rumah Tonni dan berjalan menyusuri sekitar desa, bertemu dengan warga desa yang wajahnya begiti ceria dan sumringah...
"Mari pak buk"
"Loh le toni..bawa teman kesini ya?" tanya salah satu warga
"Betah betah ya di desa" imbuhnya
Kemudian mereka melanjutkan
"Mari pak buk"
"Loh le toni..bawa teman kesini ya?" tanya salah satu warga
"Betah betah ya di desa" imbuhnya
Kemudian mereka melanjutkan
Perjalanan ke ladang
"Disini semua ramah ramah dan saling kenal satu sama lain ya" ucap Ina
"Yaa gimana lagi in, lagian warganya juga dikit" jawab Tonni
"Tapi sepanjang penyusuran ini aku ga melihat anak kecil...emang kemana mereka?" tanya Venni
"Ooh...itu...mereka dibawa
"Disini semua ramah ramah dan saling kenal satu sama lain ya" ucap Ina
"Yaa gimana lagi in, lagian warganya juga dikit" jawab Tonni
"Tapi sepanjang penyusuran ini aku ga melihat anak kecil...emang kemana mereka?" tanya Venni
"Ooh...itu...mereka dibawa
Keluar dari desa ini karena gaada sekolah kan disini? Jadi dibawa keluar di desa ini dan bisa kembali kalo udah umur 20 tahun keatas sih kaya aku gini.." terang tonni yanh disusul anggukan kepala oleh 3 temannya itu
"Oke sekarang lanjut ke tempat yang nanti ada acara kesenian"
"Oke sekarang lanjut ke tempat yang nanti ada acara kesenian"
Imbuh Tonni, kemudian mereka berempat menuju ke sumber air yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa itu...
Rama melihat beberapa orang sudah mulai bergotong royong membuat semacam perlengkapan dan dekorasi untuk acara nanti malam, ada juga ibu ibu yang juga membantu.
Rama melihat beberapa orang sudah mulai bergotong royong membuat semacam perlengkapan dan dekorasi untuk acara nanti malam, ada juga ibu ibu yang juga membantu.
"Hoaaahemmmmm..." Eka mengucek matanya dan bangun dari tidurnya, dia melihat kesekeliling tetapi tidak ada tanda tanda kehidupan..Eka segera mandi dan berganti pakaian.
"Aduuh ditinggal, sialan!" batinnya kemudian membuka pintu dan tak sadar dia menabrak sesuatu yang seharusnya
"Aduuh ditinggal, sialan!" batinnya kemudian membuka pintu dan tak sadar dia menabrak sesuatu yang seharusnya
Tidak ada disitu, dia melihat seorang gadis dengan rambut hitam sepunggung, memakai kebaya dan rok dari jarik terjatuh karena tabrakan dengan Eka
Segera Eka menolongnya berdiri
"Aduh maaf mbak, saya salah....maafkan" ucap Eka sambil membungkuk
"Ah gapapa mas, saya yang minta
Segera Eka menolongnya berdiri
"Aduh maaf mbak, saya salah....maafkan" ucap Eka sambil membungkuk
"Ah gapapa mas, saya yang minta
Maaf" jawabnya lembut
"Mas toni ada mas?" tanyanya tiba tiba
Eka pun basa basi melihat sekeliling kemudian
"Waduh kayaknya udah pergi duluan..mungkin ke sumber air yang katanya tidak jauh dari sini itu ya...tapi aku gatau letaknya"
"Oooh...bareng a mas? Aku mau kesana"
"Mas toni ada mas?" tanyanya tiba tiba
Eka pun basa basi melihat sekeliling kemudian
"Waduh kayaknya udah pergi duluan..mungkin ke sumber air yang katanya tidak jauh dari sini itu ya...tapi aku gatau letaknya"
"Oooh...bareng a mas? Aku mau kesana"
Kata gadis itu kemudian tanpa basa basi Eka pun mengiyakan ajakan gadis itu kemudian pergi dari rumah itu bersama.
"Kok aku tidak pernah melihat mbaknya ya sebelumnya?"
"Oh aku baru datang pagi ini mas"
"Oh sama temannya juga?" tanya Tonni
"Tahun pertama ini aku tidak bawa
"Kok aku tidak pernah melihat mbaknya ya sebelumnya?"
"Oh aku baru datang pagi ini mas"
"Oh sama temannya juga?" tanya Tonni
"Tahun pertama ini aku tidak bawa
Teman mas" jawabnya yang membuat Eka sedikit curiga
"Emang semua bawa ya mbak?" tanyanya tak terjawab...kemudian gadis itu hanya menoleh ke arah Eka dan tersenyum manis, lesung pipitnya membuat Eka semakin terpesona.
"Tiati mas, nanti kepleset loh" ucapnya yang membuat Eka
"Emang semua bawa ya mbak?" tanyanya tak terjawab...kemudian gadis itu hanya menoleh ke arah Eka dan tersenyum manis, lesung pipitnya membuat Eka semakin terpesona.
"Tiati mas, nanti kepleset loh" ucapnya yang membuat Eka
Membuyarkan hayalannya.
"Oh iya mbak , mbak namanya siapa?" tanyanya
"Namaku Asri mas, masnya namanya siapa?" tanyanya lembut
"Namaku Eka, salam kenal ya"
"I..iya mas salam kenal" jawab Asri kemudian tak berapa lama mereka bertemu dengan Tonni, Rama, Ina, Venni
"Oh iya mbak , mbak namanya siapa?" tanyanya
"Namaku Asri mas, masnya namanya siapa?" tanyanya lembut
"Namaku Eka, salam kenal ya"
"I..iya mas salam kenal" jawab Asri kemudian tak berapa lama mereka bertemu dengan Tonni, Rama, Ina, Venni
"Aduh dah dapat nih" ledek Ina
"Ah bukan..apaan sih" jawab Eka malu malu
Singkat cerita mereka berbicara bersama sekaligus membantu warga sekitar mendekor, hingga malam jam 9.19 yang ditunggu tunggu pun tiba.
Ke 5 anak yang tadi sudah balik dirumah ,sedang melihat pawai
"Ah bukan..apaan sih" jawab Eka malu malu
Singkat cerita mereka berbicara bersama sekaligus membantu warga sekitar mendekor, hingga malam jam 9.19 yang ditunggu tunggu pun tiba.
Ke 5 anak yang tadi sudah balik dirumah ,sedang melihat pawai
Menggunakan obor yang begitu banyak, mereka sedang mengarak sesuatu yang ditutupi oleh kotak panjang yang dibungkus kain putih.
"Itu apa?" tanya Rama ke Tonni
"Oh itu isinya hewan, buat nanti disembelih di sumber air tadi..nanti dibakar bersama sama...kambing kok"
Terang toni
"Itu apa?" tanya Rama ke Tonni
"Oh itu isinya hewan, buat nanti disembelih di sumber air tadi..nanti dibakar bersama sama...kambing kok"
Terang toni
"Ayuk menyusul dong...." kata Eka kemudian Tonni pun menghentikan Eka
"Yang boleh kesana itu warga asli sini ka, nanti baru setelah terdengar suara gong 3x baru yang dari luar desa boleh kesana" jawab Tonni, hingga eka pum mundur mengurungkan niatnya
"Kamu sendiri gak kesana?"
"Yang boleh kesana itu warga asli sini ka, nanti baru setelah terdengar suara gong 3x baru yang dari luar desa boleh kesana" jawab Tonni, hingga eka pum mundur mengurungkan niatnya
"Kamu sendiri gak kesana?"
"Ndak ina, aku kan menemani kalian jadi ga wajib juga sih" jawab Tonni kemudian membuka bungkus rokoknya
"Gais kopi sama coklat panasnya sudah kubuatkan nih" sahut venni yang membawa minuman 5 gelas
Kemudian mereka semua ngumpul di teras sambil melihat arak arak an
"Wah ya
"Gais kopi sama coklat panasnya sudah kubuatkan nih" sahut venni yang membawa minuman 5 gelas
Kemudian mereka semua ngumpul di teras sambil melihat arak arak an
"Wah ya
Seru sekali ya ton"
"Iya ram, keren kan?" ucap tonni
Setelah hampir 30 menit menunggu mereka mendengar suara Gong yang amat keras
Gooonngg~Gooooonggg~Goooooonggg~
Tonipun beranjak dari lesehannya kemudian mengajak teman temannya untuk ke sumber air
"Ayo kesana, saatnya
"Iya ram, keren kan?" ucap tonni
Setelah hampir 30 menit menunggu mereka mendengar suara Gong yang amat keras
Gooonngg~Gooooonggg~Goooooonggg~
Tonipun beranjak dari lesehannya kemudian mengajak teman temannya untuk ke sumber air
"Ayo kesana, saatnya
Makan-makan" kata Toni yang kemudian diikuti oleh ke empat temannya
Nampak dari kejauhan di arah mereka tuju Asri berjalan ke arah mereka...
"Mas ton, ayo sudah dimulai acara makan makannya" ucap Asri kemudian sesekali menatap Eka
"Oke..ayooo semuaa kita cabut" ucap Tonni
Nampak dari kejauhan di arah mereka tuju Asri berjalan ke arah mereka...
"Mas ton, ayo sudah dimulai acara makan makannya" ucap Asri kemudian sesekali menatap Eka
"Oke..ayooo semuaa kita cabut" ucap Tonni
Toni berjalan bersama Rama, sedangkan dibelakangnya Ina dan Venni, serta paling belakang ada Eka dan Asri
"Wah...pasti seru ya acaranya" ucap Eka basa basi
"Ah....begitulah" jawab asri, tetapi ekspresi mukanya tak menggambarkan rasa senang sama sekali
"Ada apa sri?" tanya eka
"Wah...pasti seru ya acaranya" ucap Eka basa basi
"Ah....begitulah" jawab asri, tetapi ekspresi mukanya tak menggambarkan rasa senang sama sekali
"Ada apa sri?" tanya eka
"Ah gapapa mas, masnya sudah maem belum?"
"Aku gamakan dari tadi siang, demi nunggu ini, nanti makan sama sama ta?" goda Eka
Asri pun tidak menjawab ,sekali lagi dia hanya tersenyum dan mengangguk , menyetujui ajakan Eka, eka pun semakin senang akan hal itu
"Pajak Jadian !!"
"Aku gamakan dari tadi siang, demi nunggu ini, nanti makan sama sama ta?" goda Eka
Asri pun tidak menjawab ,sekali lagi dia hanya tersenyum dan mengangguk , menyetujui ajakan Eka, eka pun semakin senang akan hal itu
"Pajak Jadian !!"
Ledek ina dan Venni yang dari tadi mendengarkan godaan eka sepanjang perjalanan
"Kalo iri bilang aja!" balas Eka
"Idiiiihhh" ina dan venni menjawab barengan
Singkat cerita mereka sudah sampai ditempat, dimana tempat itu menjadi sangat bagus, banyak lampu yang terbuat dari obor
"Kalo iri bilang aja!" balas Eka
"Idiiiihhh" ina dan venni menjawab barengan
Singkat cerita mereka sudah sampai ditempat, dimana tempat itu menjadi sangat bagus, banyak lampu yang terbuat dari obor
Makanan tersedia di meja meja kayu, banyak orang orang mengobrol, berlalu lalang, dan makan bersama.
Tanpa banyak bicara Tonni dkk mulai makan makanan yang sudah dihidangkan, sedangkan Eka dan Asri duduk berdua beda meja dengan Toni dkk.
"Duh, kalo udah kasmaran dunia milik ber
Tanpa banyak bicara Tonni dkk mulai makan makanan yang sudah dihidangkan, sedangkan Eka dan Asri duduk berdua beda meja dengan Toni dkk.
"Duh, kalo udah kasmaran dunia milik ber
Dua ya?" ucap Ina kemudian meminum tehnya
Tonni pun hanya tersenyum
"Lah ga cemburu ton?" tanya Rama
"Lha ngapain cemburu? Wong dia itu kuanggep adik aku sendiri" jawab Toni
"Wah ya bagus dong" sahut Venni
"Eka gaada saingan..mulus kek jalan tol" imbuhnya
Mereka semua
Tonni pun hanya tersenyum
"Lah ga cemburu ton?" tanya Rama
"Lha ngapain cemburu? Wong dia itu kuanggep adik aku sendiri" jawab Toni
"Wah ya bagus dong" sahut Venni
"Eka gaada saingan..mulus kek jalan tol" imbuhnya
Mereka semua
tertawa dan melanjutkan acara makan makannya.
Asri yang saat itu baru kenal denga Eka, mulai diam diam memiliki rasa terpendam. Tetapi ia tak berani mengungkapkan, lebih tepatnya belum bisa mengatakannya.
Malam semakin larut, beberapa warga kembali ke rumah mereka masing
Asri yang saat itu baru kenal denga Eka, mulai diam diam memiliki rasa terpendam. Tetapi ia tak berani mengungkapkan, lebih tepatnya belum bisa mengatakannya.
Malam semakin larut, beberapa warga kembali ke rumah mereka masing
Masing, hanya beberapa orang yang tinggal di sumber itu untuk menginap sekalian membereskan sisa pesta malam itu.
Tonni, rama, venni ,ina , eka dan asri pun berjalan kembali ke rumah mereka masing masing...
Dijalan eka dan Asri pun berada paling belakang...
"Mas eka..." sapa
Tonni, rama, venni ,ina , eka dan asri pun berjalan kembali ke rumah mereka masing masing...
Dijalan eka dan Asri pun berada paling belakang...
"Mas eka..." sapa
nya lirih
"Iya ada apa sri?" tanya eka
"Mas ,besok kamu keluar aja dari desa ini ya jangan kembali lagi" jawab Asri lirih
Eka pun terkejut dan penasaran
"Ada apa emang sri? Ada tunanganmu ya?"
"Bukan gitu mas,....aku gapunya pacar, apalagi tunangan!" jawab Asri kesal
"Iya ada apa sri?" tanya eka
"Mas ,besok kamu keluar aja dari desa ini ya jangan kembali lagi" jawab Asri lirih
Eka pun terkejut dan penasaran
"Ada apa emang sri? Ada tunanganmu ya?"
"Bukan gitu mas,....aku gapunya pacar, apalagi tunangan!" jawab Asri kesal
"Besok akan ada acara lagi loh...dan dia bakal perform" sahut Tonni sambil menunjuk ke arah Asri
Asri pun terdiam sejenak
"I..iyaa..aku besok nyinden sih...duh mas tonni jangan gitu malu aku iii...."
"Hahaha yaudah yaudah yuk saatnya berpisah disini" kata Toni kemudian menuju
Asri pun terdiam sejenak
"I..iyaa..aku besok nyinden sih...duh mas tonni jangan gitu malu aku iii...."
"Hahaha yaudah yaudah yuk saatnya berpisah disini" kata Toni kemudian menuju
Rumahnya bersama Rama, Ina dan Venni
"Hoe Ka...jangan diapa apain ya! Awas!" ucap Tonni dari teras
"Senggol sedikit habis kamu sama aku ka!" sahut Venni dan Ina
"Wkaka kalian godain orang lagi pdkt" ucap Rama
Kemudian mereka berempat masuk ke rumah, meninggalkan Asri dan
"Hoe Ka...jangan diapa apain ya! Awas!" ucap Tonni dari teras
"Senggol sedikit habis kamu sama aku ka!" sahut Venni dan Ina
"Wkaka kalian godain orang lagi pdkt" ucap Rama
Kemudian mereka berempat masuk ke rumah, meninggalkan Asri dan
Eka di pinggir jalan dekar rumah Tonni
Mata asri melihat sekeliling yang saat itu memang sepi, kemudian berbicara lirih ke Eka
"Mas, besok setelah aku nyinden tolong langsung keluar aja dari desa ini ya....demi kebaikanmu mas"
Pernyataan Asri ini menimbulkan penasaran Eka
Mata asri melihat sekeliling yang saat itu memang sepi, kemudian berbicara lirih ke Eka
"Mas, besok setelah aku nyinden tolong langsung keluar aja dari desa ini ya....demi kebaikanmu mas"
Pernyataan Asri ini menimbulkan penasaran Eka
"Lha kenapa? Ada apa? Sumpah aku ga mengerti"
"Sudahlah , ini demi kebaikanmu, aku juga sudah muak dengan isi desa ini, tapi aku gabisa meninggalkan begitu saja, jadi besok keluar saja dari desa ini ya mas, setelah aku nyinden, apapun alasannya!"
Kemudian Asri pun
"Sudahlah , ini demi kebaikanmu, aku juga sudah muak dengan isi desa ini, tapi aku gabisa meninggalkan begitu saja, jadi besok keluar saja dari desa ini ya mas, setelah aku nyinden, apapun alasannya!"
Kemudian Asri pun
Meninggalkan Eka dan berjalan menuju ke arah rumahnya, sedangkan eka kembali ke rumah Tonni dengan penuh rasa curiga dan sedikit was was akan perintah yang diberikan oleh Asri.
"Gimana? Dah dapet ciuman?" tanya Rama
"Ah..ciuman apaan..orang aku ditinggal.." keluh Eka kemudian
"Gimana? Dah dapet ciuman?" tanya Rama
"Ah..ciuman apaan..orang aku ditinggal.." keluh Eka kemudian
Disambut tawa meledek dari Ina dan Venni
"Tadi ngomong apa dia sama kamu?" tanya Tonni penasaran
"Oh..dia bilang minta nomer wa sih...eh aku yang minta sebenarnya " jawab Eka yang menutupi kebenaran saat itu
"Gaada camilan apa ya?" tanya Venni tiba tiba
"Ayo bikin gorengan"
"Tadi ngomong apa dia sama kamu?" tanya Tonni penasaran
"Oh..dia bilang minta nomer wa sih...eh aku yang minta sebenarnya " jawab Eka yang menutupi kebenaran saat itu
"Gaada camilan apa ya?" tanya Venni tiba tiba
"Ayo bikin gorengan"
Sahut ina kemudian mereka berdua pergi kedapur
Menyisakan Toni, Rama , dan Eka di ruang tamu, ditemani suara radio yang bahkan mereka bertiga tidak tau judulnya apa...
Tonni mendongak keatas, menghela nafas dan menghembuskannya
"Haaah...jadi setelah kuliah kalian mau ngapain?
Menyisakan Toni, Rama , dan Eka di ruang tamu, ditemani suara radio yang bahkan mereka bertiga tidak tau judulnya apa...
Tonni mendongak keatas, menghela nafas dan menghembuskannya
"Haaah...jadi setelah kuliah kalian mau ngapain?
"Aku gatau ton, mungkin cari kerja" kata rama
"Kalo aku.....lanjut s2 mungkin" sahut Eka
"Kalo kamu?" imbuhnya
"Hehehe...aku...mati mungkin, haaah atau emang aku sudah mati dari aku lahir, ntahlah" jawab Toni yang membuat Rama dan Eka terkejut
"Muka boleh jelek, tapi omongan
"Kalo aku.....lanjut s2 mungkin" sahut Eka
"Kalo kamu?" imbuhnya
"Hehehe...aku...mati mungkin, haaah atau emang aku sudah mati dari aku lahir, ntahlah" jawab Toni yang membuat Rama dan Eka terkejut
"Muka boleh jelek, tapi omongan
Jangan ton" ledek Eka
"Hehehehehe" sahut Tonni kecut
"Ntahlah aku tak punya tujuan, ..hmm lebih tepatnya tak boleh memiliki tujuan" imbuh Tonni
"Maafkan aku"
Ucap tonni lirih, baik Eka atau Rama tidak tau kata maaf dari tonni diperuntukan ke siapa..
"Aku ngantuk astaga, aku
"Hehehehehe" sahut Tonni kecut
"Ntahlah aku tak punya tujuan, ..hmm lebih tepatnya tak boleh memiliki tujuan" imbuh Tonni
"Maafkan aku"
Ucap tonni lirih, baik Eka atau Rama tidak tau kata maaf dari tonni diperuntukan ke siapa..
"Aku ngantuk astaga, aku
Ke kamar dulu ya" ucap Toni yang kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya
"Toni ada masalah apa sih?" ucap eka lirih
"Gatau aku ka, yang penting sebagai sahabat, kita suport dia terus..ya gak?" jawab Rama
Tak berselang lama Ina dan Venni pun datang membawa gorengan
"Toni ada masalah apa sih?" ucap eka lirih
"Gatau aku ka, yang penting sebagai sahabat, kita suport dia terus..ya gak?" jawab Rama
Tak berselang lama Ina dan Venni pun datang membawa gorengan
"Ngobrolin apa?" tanya Venni penasaran
"Ah..tentang penyelamatan pikachu" celetuk Eka
"Ya kalo cowo ngumpul, yang dibahas bokep ...apa lagi?!" sahut Ina Ketus
"Wii keras sekali anak ini" kata Rama
"Kampret Tonni mana?" tanya Ina
"Tidur, katanya ngantuk" jawab Rama
"Ah..tentang penyelamatan pikachu" celetuk Eka
"Ya kalo cowo ngumpul, yang dibahas bokep ...apa lagi?!" sahut Ina Ketus
"Wii keras sekali anak ini" kata Rama
"Kampret Tonni mana?" tanya Ina
"Tidur, katanya ngantuk" jawab Rama
"Cie kamu kok perhatian na? Wkwkwk" ledek venni
"Susah ya , cuma nanya dimana orangnya dikira sayang..." balas Ina sambil menggelengkan kepalanya
Setelah cukup lama berbincang satu sama lain, mereka pun akhirnya kembali ke kamar mereka masing-masing.
Rama mematikan lampunya,
"Susah ya , cuma nanya dimana orangnya dikira sayang..." balas Ina sambil menggelengkan kepalanya
Setelah cukup lama berbincang satu sama lain, mereka pun akhirnya kembali ke kamar mereka masing-masing.
Rama mematikan lampunya,
Keadaan dikamarnya menjadi gelap, hanya cahaya lampu belakang yang menerangi menembus korden berwarna hijau di kamarnya.
Entah apa yang sedang difikiran Rama, akan tetapi malam itu rama tak bisa tidur, ketika tidur, rama merasa telinganya berdengung, bahkan ada beberapa momen
Entah apa yang sedang difikiran Rama, akan tetapi malam itu rama tak bisa tidur, ketika tidur, rama merasa telinganya berdengung, bahkan ada beberapa momen
Malam itu rama seperti sedang mendengar suara bisikan , memanggil manggil namanya...
"Ah sialan...apa kecapekan ya" batin rama, kemudian ia beranjak dari kasurnya kemudian mengambil sesuatu ditasnya.
"Terpaksa minum obat ngantuk" batinnya sambil melihat botol kecil berisi
"Ah sialan...apa kecapekan ya" batin rama, kemudian ia beranjak dari kasurnya kemudian mengambil sesuatu ditasnya.
"Terpaksa minum obat ngantuk" batinnya sambil melihat botol kecil berisi
Beberapa butir pil miliknya.
Ia pun mengambil dan meminumnya...kemudian mencoba untuk tidur lagi.
"Na...lu denger gak?" tanya venni pelan
Ina yang saat itu sudah terlelap dalam tidurnya tak mengiraukan pertanyaan temannya itu.
Venni yang saat itu tertidur, terbangun oleh
Ia pun mengambil dan meminumnya...kemudian mencoba untuk tidur lagi.
"Na...lu denger gak?" tanya venni pelan
Ina yang saat itu sudah terlelap dalam tidurnya tak mengiraukan pertanyaan temannya itu.
Venni yang saat itu tertidur, terbangun oleh
suara suara gamelan yang saling bersahut sahutan , venni pun lantas melihat hp nya dan terlihat jam 1.20 dini hari. Veni pun semakin merinding tatkala mendengar suara seperti langkah seseorang sedang mengitari rumah yang mereka tinggali.
"Naa...inaaa!!!" ucapnya didekat telinga
"Naa...inaaa!!!" ucapnya didekat telinga
Ina sambil menggoyang goyangkan tubuh ina, akan tetapi ina tak bergeming sama sekali.
Karena rasa penasaran venni melebihi rasa takutnya, ia memberanikan diri untuk keluar kamar dan melihat ada apa sebenarnya.
Kriiiieeettt......
Suara derit pintunya terbuka perlahan, kemudian
Karena rasa penasaran venni melebihi rasa takutnya, ia memberanikan diri untuk keluar kamar dan melihat ada apa sebenarnya.
Kriiiieeettt......
Suara derit pintunya terbuka perlahan, kemudian
Venni keluar dan melangkah pelan menuju dapur yang temboknya hanya terbuat dari anyaman bambu (gedhek).
Venni diam sejenak, mendengar dengan seksama darimana suara langkah itu berasal.
"Dingiiinnyaaa" batin Venni sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sraaakk.....srakkk...sraaak
Venni diam sejenak, mendengar dengan seksama darimana suara langkah itu berasal.
"Dingiiinnyaaa" batin Venni sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sraaakk.....srakkk...sraaak
Suara langkah kaki yang terseret itu terdengar lagi, dan tepat di belakang rumah, venni pun mempercepat langkahnya hingga menuju ke tembok yang dimaksud, dia melihat dari celah celahnya
Singggggg------
Tak ada apa apa sama sekali, jangankan orang, satu satunya makhluk hidup
Singggggg------
Tak ada apa apa sama sekali, jangankan orang, satu satunya makhluk hidup
Saat itu hanya pohon dan venni saja. Venni pun semakin penasaran , matanya melihat ke sekeliling arah dari belakang tembok. Entah kenapa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.
"Ehh siapa itu?" batin venni yang melihat awalnya seperti gumpalan asap kemudian wujud itu
"Ehh siapa itu?" batin venni yang melihat awalnya seperti gumpalan asap kemudian wujud itu
Semakin solid ,berbentuk seseorang dengan postur tinggi, kurang lebih 180 cm dengan badan yang lumayan besar.
Kemudian ada orang yang berjalan dengan menyeret kakinya sedang berjalan melewati belakang rumahnya...orang itu berjalan melalui sosok hitam itu.
"Siapa orang itu..."
Kemudian ada orang yang berjalan dengan menyeret kakinya sedang berjalan melewati belakang rumahnya...orang itu berjalan melalui sosok hitam itu.
"Siapa orang itu..."
Batin venni penasaran
"Dan kenapa yang tinggi itu terdiam saja"
Karena venni merasa sosok hitam itu hanya imajinasinya, maka ia menghiraukan itu, dan fokus melihat orang yang berjalan dibelakang itu.
Reflek venni membuka pintu belakang
Brakk.....!
"Apa yang bapak lakukan?!"
"Dan kenapa yang tinggi itu terdiam saja"
Karena venni merasa sosok hitam itu hanya imajinasinya, maka ia menghiraukan itu, dan fokus melihat orang yang berjalan dibelakang itu.
Reflek venni membuka pintu belakang
Brakk.....!
"Apa yang bapak lakukan?!"
Tanya Venni dan mendekat ke bapak itu, sesekali venni melihat ke arah sosok tinggi hitam itu..dan sosok itu masih saja diam tak bergerak, bahkan rupanya tak terlihat sama sekali.
"Pak..bapak ngapain kesini? Ada apa" tanya venni sekali lagi.
Bapak itu diam tak menjawab per-
"Pak..bapak ngapain kesini? Ada apa" tanya venni sekali lagi.
Bapak itu diam tak menjawab per-
tanyaan venni , ia hanya melihat ke arah venni dan tersenyum.
Venni pun memundurkan langkahnya, orang itu maju mendekati venni dengan tersenyum sambil menyeret satu kakinya.
Venni pun makin mundur ,ia mulai ketakutan, suasana malam pun menambah ketakutannya, ditambah
Venni pun memundurkan langkahnya, orang itu maju mendekati venni dengan tersenyum sambil menyeret satu kakinya.
Venni pun makin mundur ,ia mulai ketakutan, suasana malam pun menambah ketakutannya, ditambah
Sosok hitam tinggi itu masih diam seperti mengawasi dia.
Bruuugg...
Venni merasakan menabrak sesuatu dibelakangnya ,lebih tepatnya menabrak seseorang.
Bruuugg...
Venni merasakan menabrak sesuatu dibelakangnya ,lebih tepatnya menabrak seseorang.
"Mmmm....dah pagi yaa, Ven..bangun" ucap ina sambil membangunkan venni yang tidur disebelahnya.
"Ah iya sudah pagi" jawab venni kemudian ia langsung pergi keluar kamar
Ina pun masih setengah sadar, ia duduk di kasur, diam ...untuk mengumpulkan kesadarannya kembali..setelah itu
"Ah iya sudah pagi" jawab venni kemudian ia langsung pergi keluar kamar
Ina pun masih setengah sadar, ia duduk di kasur, diam ...untuk mengumpulkan kesadarannya kembali..setelah itu
Dia membereskan tempat tidur dan keluar kamar, nampak diluar sudah ada Rama, Eka, Tonni dan juga Venni yang asik mengobrol di ruang tamu.
"Kalian sudah mandi??" tanya Ina sambil mengucek kedua matanya
"Ahh? Sudah,tinggal kamu sama venni aja yang belum" ucap Tonni
"Kalian sudah mandi??" tanya Ina sambil mengucek kedua matanya
"Ahh? Sudah,tinggal kamu sama venni aja yang belum" ucap Tonni
"Yaudah aku yang mandi duluan ya..." sahut Ina kemudian pergi ke belakang untuk mandi
"Ven..ikut aku yuk ke mobil ambil sesuatu..." ucap Rama kemudian Venni pun ikut dengan rama
Sesampainya didepan
"Selamat pagi, mas eka ada ?" tanya asri ke rama yang saat itu berjumpa
"Ven..ikut aku yuk ke mobil ambil sesuatu..." ucap Rama kemudian Venni pun ikut dengan rama
Sesampainya didepan
"Selamat pagi, mas eka ada ?" tanya asri ke rama yang saat itu berjumpa
Di depan teras
"Oh ada, masuk aja...Ka...eka..! Dicari cewe lu nih" teriak Rama sekejap eka pun lari dan menemui asri
"Eh ada apa asri?" tanya eka penasaran
"Temenin aku bisa mas?" tanya asri
"Kemana?"
"Ini ke pasar di jalan utama, ternyata nyindennya dibatalkan hari ini,
"Oh ada, masuk aja...Ka...eka..! Dicari cewe lu nih" teriak Rama sekejap eka pun lari dan menemui asri
"Eh ada apa asri?" tanya eka penasaran
"Temenin aku bisa mas?" tanya asri
"Kemana?"
"Ini ke pasar di jalan utama, ternyata nyindennya dibatalkan hari ini,
Diundur besok katanya" imbuh Asri
"Ada motornya? Kalo mobil aku gabisa nyetir"
"Ada mas..."
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tonni yang duduk di ruang tamu sambil mendengarkan musik dari radio tuanya.
Biar lebih asyik maka kali ini, akan saya ceritakan sesuai POV
"Ada motornya? Kalo mobil aku gabisa nyetir"
"Ada mas..."
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tonni yang duduk di ruang tamu sambil mendengarkan musik dari radio tuanya.
Biar lebih asyik maka kali ini, akan saya ceritakan sesuai POV
Thread Horror
10 years before H.O.M.E
-Tonni & Ina-
10 years before H.O.M.E
-Tonni & Ina-
Timeline pov mereka tepat disaat dimana Asri mengajak Eka keluar, sedangkan Rama dengan Venni ke mobil mengambil sesuatu.
Suara lagu yang terdengar di radio begitu klasik dan menenangkan , mungkin itu yang ada dipikiran tonni, sesekali melihat Eka ,Rama, dan Venni perlahan bergerak menjauh dari rumahnya.
Tak berselang lama ,kemudian datanglah salah satu warga ke rumah Tonni
"Permisi..." sapanya
Tak berselang lama ,kemudian datanglah salah satu warga ke rumah Tonni
"Permisi..." sapanya
"Iya pak masuk saja" jawab tonni yang masih duduk diruang tamu
"Ah tidak dik ,disini saja, saya memberikan sesuatu ,katanya seluruh warga desa mendapatkannya", ucapnya
Kemudian tonni pun beranjak dari duduknya dan mendekati warga itu...
Warga itu memberikan semacam amplop ber
"Ah tidak dik ,disini saja, saya memberikan sesuatu ,katanya seluruh warga desa mendapatkannya", ucapnya
Kemudian tonni pun beranjak dari duduknya dan mendekati warga itu...
Warga itu memberikan semacam amplop ber
Warna coklat tua, dan sudah lusuh sepertinya.
"Ini apa?" tanya Tonni penasaran
"Bukalah setelah saya pergi dari sini" jawab orang itu kemudian berlalu meninggalkan tonni dan amplop misterius itu
Tonni berjalan menuju tempat duduknya, ia membuka amplop itu dan melihat ada
"Ini apa?" tanya Tonni penasaran
"Bukalah setelah saya pergi dari sini" jawab orang itu kemudian berlalu meninggalkan tonni dan amplop misterius itu
Tonni berjalan menuju tempat duduknya, ia membuka amplop itu dan melihat ada
Selembar foto, tampak ia setengah terkejut dengan foto yang ada ditangannya itu.
Tangannya mulai gemetar, akan tetapi ia mencoba untuk menguatkannya
"Ada apa ton?" tanya Ina dari belakang
Toni pun kaget, dan langsung menoleh kebelakang
"Astaga na, kalo tanya ya jangan
Tangannya mulai gemetar, akan tetapi ia mencoba untuk menguatkannya
"Ada apa ton?" tanya Ina dari belakang
Toni pun kaget, dan langsung menoleh kebelakang
"Astaga na, kalo tanya ya jangan
Kondisi seperti itu lah...kampret ni bocah" ucap tonni yang menutupi matanya karena melihat Ina yang hanya memakai kemben dari handuk yang tidak terlalu besar.
"Ah iya aku masuk dulu ,ganti", ucapnya kemudian masuk ke kamar
Toni pun sesegera memasukan asal foto itu di laci
"Ah iya aku masuk dulu ,ganti", ucapnya kemudian masuk ke kamar
Toni pun sesegera memasukan asal foto itu di laci
Bawah radio.
Beberapa menit kemudian ina pun keluar dan menghampiri toni
"Tadi dapet apa?"
"Ini dapet surat pemberitahuan pertunjukan buat besok, dan dikasih duit didalamnya" ucap Tonni santai.
"Anak anak yang lain kemana?" tanya Ina
"Ah..Eka pacaran sama si Asri,kalau
Beberapa menit kemudian ina pun keluar dan menghampiri toni
"Tadi dapet apa?"
"Ini dapet surat pemberitahuan pertunjukan buat besok, dan dikasih duit didalamnya" ucap Tonni santai.
"Anak anak yang lain kemana?" tanya Ina
"Ah..Eka pacaran sama si Asri,kalau
Rama ambil sesuatu di mobil sama Venni", terang tonni
"Tumben banget tuh si venni ga mandi dulu...biasanya dia gamau keluar kalau belum mandi" ucap ina
"Ya mungkin ada rasa sama rama kali..."
"Hhhah iya kali ya ton...yaudahlah yaa aku mah masa bodo, urusan dia juga kok"
"Tumben banget tuh si venni ga mandi dulu...biasanya dia gamau keluar kalau belum mandi" ucap ina
"Ya mungkin ada rasa sama rama kali..."
"Hhhah iya kali ya ton...yaudahlah yaa aku mah masa bodo, urusan dia juga kok"
"Kamu dah makan ton?" tanya ina yang beranjak dari tempat duduknya
"Haha kebetulan, bikinkan aku mi ya..yang di kerdus kita bawa kemaren" jawab Toni
"Hahaha dasar" jawab ina kemudian ina kebelakang untuk masak
Toni kembali berdiam, kemudian menikmati lagu dari dalam radio
"Haha kebetulan, bikinkan aku mi ya..yang di kerdus kita bawa kemaren" jawab Toni
"Hahaha dasar" jawab ina kemudian ina kebelakang untuk masak
Toni kembali berdiam, kemudian menikmati lagu dari dalam radio
Kemudian ia tiba tiba beranjak dari zona nyamannya
"Ina..aku pergi sebentar yaa" ucap tonni yang ina pun tidak menjawabnya...tonni pun berjalan , dan semakin mempercepat langkahnya menuju ke mobil.
Ia merasakan ada yang tidak beres, sesampainya disana benar saja, mobil yang
"Ina..aku pergi sebentar yaa" ucap tonni yang ina pun tidak menjawabnya...tonni pun berjalan , dan semakin mempercepat langkahnya menuju ke mobil.
Ia merasakan ada yang tidak beres, sesampainya disana benar saja, mobil yang
Ia bawa mendadak termakan oleh kobaran api yang lumayan besar di mesinnya, sekejap toni pun meminta bantuan warha untuk memadamkannya.
"Pak, tolong bantuin memadamkannya" ucap tonni panik
"Ba..baik le", jawab beberapa orang yang melewati jalan itu
Letak mobil saat itu memang
"Pak, tolong bantuin memadamkannya" ucap tonni panik
"Ba..baik le", jawab beberapa orang yang melewati jalan itu
Letak mobil saat itu memang
Tidak dipinggir jalan akan tetapi masih masuk di jalan yang lebih kecil dan sepi..kanan kirinya tidak ada rumah sama sekali.
Setelah padam tonni mengucapkan rasa terimakasih ke orang orang yang telah membantunya. Lantas dia mencari Rama dan Venni yang saat itu tidak ada
Setelah padam tonni mengucapkan rasa terimakasih ke orang orang yang telah membantunya. Lantas dia mencari Rama dan Venni yang saat itu tidak ada
Di lokasi kejadian.
Sementara itu Ina pun sendirian di rumah, ia tak mendengar suara Tonni yang mengatakan bahwa ia keluar sebentar, mie sudah siap. Tetapi ina kaget karena tidak ada satupun orang termasuk Tonni di situ.
"Lah tonni kemana" batin ina kemudian pergi ke teras
Sementara itu Ina pun sendirian di rumah, ia tak mendengar suara Tonni yang mengatakan bahwa ia keluar sebentar, mie sudah siap. Tetapi ina kaget karena tidak ada satupun orang termasuk Tonni di situ.
"Lah tonni kemana" batin ina kemudian pergi ke teras
Akan tetapi tak terlihat batang hidung toni
Kemudian ina pun meletakan mie goreng di meja ruang tamu. Dan menutupnya dengan tudung saji kecil.
Ina pun lantas makan sendirian, di kursi ruang tamu itu..tiba tiba perhatian ina teralihkan dengan amplop coklat di meja yang sudah
Kemudian ina pun meletakan mie goreng di meja ruang tamu. Dan menutupnya dengan tudung saji kecil.
Ina pun lantas makan sendirian, di kursi ruang tamu itu..tiba tiba perhatian ina teralihkan dengan amplop coklat di meja yang sudah
Lusuh, diambilnya dan dibuka.
"Bukannya ini punya Tonni tadi ya?" tanyanya dalam hati sambil menarik semacam kertas di dalamnnya
"Lah kok kain??"
Yang ditarik ina saat itu adalah kain yang bertuliskan aksara aksara yang belum pernah ina mengerti sebelumnya.
"Apaan nih?"
"Bukannya ini punya Tonni tadi ya?" tanyanya dalam hati sambil menarik semacam kertas di dalamnnya
"Lah kok kain??"
Yang ditarik ina saat itu adalah kain yang bertuliskan aksara aksara yang belum pernah ina mengerti sebelumnya.
"Apaan nih?"
Lantas ina memasukan kembali ,dan tak mau ikut urusan orang lain.
"Ina..." suara itu jelas terdengar dari luar
Sehingga ina membuka pintu
"Iya Ton......iii" ucapnya makin lirih tatkala ina tidak menemukan wujuf dari suara itu didepan rumahnya.
Ina pun kembali ke meja duduk
"Ina..." suara itu jelas terdengar dari luar
Sehingga ina membuka pintu
"Iya Ton......iii" ucapnya makin lirih tatkala ina tidak menemukan wujuf dari suara itu didepan rumahnya.
Ina pun kembali ke meja duduk
Dan betapa terkejutnya ketika melihat tudung saji terbuka, dan mie didalamnya keluar dari piring,sangat berantakan
"KYAAAA...!!!" Teriak ina reflek melihat kejadian yang tak masuk diakal itu.
Mata ina pun menyapu bersih semua disekelilingnya, melihat adakah orang yang iseng
"KYAAAA...!!!" Teriak ina reflek melihat kejadian yang tak masuk diakal itu.
Mata ina pun menyapu bersih semua disekelilingnya, melihat adakah orang yang iseng
Dan ia tak menemukan siapa siapa kecuali suara suara ditelinganya , yang awalnya tidak jelas ,semakin jelas..suara itu bukan seperti suara manusia, lebih ke suara hewan...yak..desisan ular...
Ssssssshhhhh....ssshhhhhh
Ina pun lantas melihat dibawah akan tetapi tidak ada ular
Ssssssshhhhh....ssshhhhhh
Ina pun lantas melihat dibawah akan tetapi tidak ada ular
Satupun . Perasaan ina sudah mulai tidak karuan, dia lari ke kamar mengambil jaket kemudian pergi keluar untuk mencari Tonni atau siapapun dan menceritakan kejadian itu. Dia berlari mencari siapapun tapi anehnya dia tidak menemukan satu orang pun..yang biasanya ada 1 atau 2
Orang yang lewat...kali ini tidak ada. Hingga tampak dari kejauhan Ina melihat Tonni dan Rama, serta Venni yang sepertinya mendebatkan tentang sesuatu. Ina pun pergi menghampiri mereka.
Dan menceritakan semua pengalaman diluar nalarnya yang baru ia rasakan seumur hidupnya itu.
Dan menceritakan semua pengalaman diluar nalarnya yang baru ia rasakan seumur hidupnya itu.
Thread Horror
10Years Before H.O.M.E
-Eka & Asri-
10Years Before H.O.M.E
-Eka & Asri-
Timeline dari Pov ini adalah ketika Eka dan Asri bertemu di teras rumah Tonni dan Asri mengajak Eka menemaninya belanja ke luar desa...so lets get started.
Asri dan Eka pun berjalan berdua, nampak dari arah berlawanan Rama dan Venni juga berjalan pergi.
"Wah mereka mau ambil apa ya di mobil" ucap Eka lirih yang terdengar oleh Asri
"Apa mas? Mas rama? Mbak venni?" tanyanya pelan
"Eh..iya...tuh...dimobil" jawab Eka
"Mobil?"
"Wah mereka mau ambil apa ya di mobil" ucap Eka lirih yang terdengar oleh Asri
"Apa mas? Mas rama? Mbak venni?" tanyanya pelan
"Eh..iya...tuh...dimobil" jawab Eka
"Mobil?"
"Iya kenapa?"
"Ah engga apa apa" jawab Asri
Mereka pun berjalan hingga sampai di rumah yang sederhana dengan sepeda merk Jet Cooled dalam keadaan dipanaskan disitu.
"Ini rumahku mas, maaf kalo jelek ya"
"Lah...kenapa minta maaf? Jelek? Engga kok ..bagus..bersih", jawab eka
"Ah engga apa apa" jawab Asri
Mereka pun berjalan hingga sampai di rumah yang sederhana dengan sepeda merk Jet Cooled dalam keadaan dipanaskan disitu.
"Ini rumahku mas, maaf kalo jelek ya"
"Lah...kenapa minta maaf? Jelek? Engga kok ..bagus..bersih", jawab eka
Menyenangkan hati Asri.
"Yaudah ayo" imbuhnya , kemudian asri pun mengambil helm hitam dua dengan motif sama kemudian Eka pun memasang helmnya
Segera Eka menambah kecepatan dan bergerak menjauhi desa itu..sepanjang perjalanan merrka bercerita mengenai apa saja pengalaman hidup
"Yaudah ayo" imbuhnya , kemudian asri pun mengambil helm hitam dua dengan motif sama kemudian Eka pun memasang helmnya
Segera Eka menambah kecepatan dan bergerak menjauhi desa itu..sepanjang perjalanan merrka bercerita mengenai apa saja pengalaman hidup
Akan tetapi ketika Eka membicarakan Soal desanya, Asri hanya menjawab seperlunya saja dan terkesan takut untuk berbicara.
"Mas, besok mas harus keluar dari sini ya" kata Asri tiba tiba
"Sebenarnya ada apa sih sri? Aku gapaham"
Mereka pun keluar dari jalan menuju desa itu dan
"Mas, besok mas harus keluar dari sini ya" kata Asri tiba tiba
"Sebenarnya ada apa sih sri? Aku gapaham"
Mereka pun keluar dari jalan menuju desa itu dan
Berada di jalan raya utama. Ekspresi Asri pun berubah dari yang tegang menjadi tenang
"Gini loh mas, didesaku itu ada sesuatu yang jahat..jadi mas harus pergi dari desa itu, nanti masnya kembali..ajak temen temennya mas kecuali Tonni" terang Asri
"Kenapa dengan toni?"
"Gini loh mas, didesaku itu ada sesuatu yang jahat..jadi mas harus pergi dari desa itu, nanti masnya kembali..ajak temen temennya mas kecuali Tonni" terang Asri
"Kenapa dengan toni?"
"Sudahlah turuti aja kata kataku, toni itu kan asli dari desa itu, sama dengan aku, yang pasti kami akan aman saja..tapi belum tentu dengan pendatang"
Eka pun semakin lama semakin mengerti dengan kemana arah pembicaraan Asri
"Ilatgeni?" ucap Eka yang tiba tiba membuat
Eka pun semakin lama semakin mengerti dengan kemana arah pembicaraan Asri
"Ilatgeni?" ucap Eka yang tiba tiba membuat
Asri menjauhkan tangannya yang tadi memeluk erat Eka
"..ma..mas...ta..tauuu dari..mana?", tanyanya ragu bercampur takut
"Aku tau dari Tonni, dia menceritakan urban legend di desanya..dan katanya itu hanya hoax seperti urban legend lainnya"
"Mas, itu Asli..."
"Ah yang bener"
"..ma..mas...ta..tauuu dari..mana?", tanyanya ragu bercampur takut
"Aku tau dari Tonni, dia menceritakan urban legend di desanya..dan katanya itu hanya hoax seperti urban legend lainnya"
"Mas, itu Asli..."
"Ah yang bener"
"Mas, kenapa aku harus bohong, kalo ini menyangkut nyawa mas?!"
"Aku juga sudah muak dengan desa itu, aku juga ingin pergi dari desa itu" ucapnya kesal
Singkat cerita mereka membicarakan tentang hal itu, Eka yang awalnya menganggap semua pembicaraannya itu guyonan, ternyata-
"Aku juga sudah muak dengan desa itu, aku juga ingin pergi dari desa itu" ucapnya kesal
Singkat cerita mereka membicarakan tentang hal itu, Eka yang awalnya menganggap semua pembicaraannya itu guyonan, ternyata-
Setelah eka berbicara panjang lebar dan melihat ekspresi Asri, barulah Eka sadar bahwa apa yang diomongkan sari adalah benar.
Singkat cerita Eka dan Asri selesai membeli semua keperluan dan mereka kembali ke desa.
"Mas seperti biasanya, kalo ngikut apa kataku...aman mas"ucap
Singkat cerita Eka dan Asri selesai membeli semua keperluan dan mereka kembali ke desa.
"Mas seperti biasanya, kalo ngikut apa kataku...aman mas"ucap
Asri sambil memeluk erat Eka dari belakang.
"Mas jangan lewat jalan sebelumnya" imbuhnya
"Lewat jalan yang satunya walaupun memutar jauh, besar kemungkinan lebih aman lewat situ mas"
"Kenapa sri?"
"Karena pohon pohon tempat dimana kita lewati itu mempunyai telinga dan bisa
"Mas jangan lewat jalan sebelumnya" imbuhnya
"Lewat jalan yang satunya walaupun memutar jauh, besar kemungkinan lebih aman lewat situ mas"
"Kenapa sri?"
"Karena pohon pohon tempat dimana kita lewati itu mempunyai telinga dan bisa
Saja diberitahukan ke ilatgeni, itu daerah kekuasaannya mas" terang asri
Kemudian tanpa pikir panjang mereka pun melewati jalan satunya ,memang memutar jauh...tapi suasana yang ditampilkan jauh berbeda dengan jalan sebelumnya...jika jalan yang dilalui sekarang lebih normal
Kemudian tanpa pikir panjang mereka pun melewati jalan satunya ,memang memutar jauh...tapi suasana yang ditampilkan jauh berbeda dengan jalan sebelumnya...jika jalan yang dilalui sekarang lebih normal
Begitu mungkin pikir Eka.
Setelah cukup lama diperjalanan, mereka pun sudah sampai di desa. Eka yang saat itu mencoba untuk bersikap biasa, berpamitan ke Asri untuk kembali ke rumah Tonni dan memberi tahu teman temannya semua.
"Loh kenapa bonyok Ram?" tanya Eka kaget.
Setelah cukup lama diperjalanan, mereka pun sudah sampai di desa. Eka yang saat itu mencoba untuk bersikap biasa, berpamitan ke Asri untuk kembali ke rumah Tonni dan memberi tahu teman temannya semua.
"Loh kenapa bonyok Ram?" tanya Eka kaget.
Thread Horror
10 years before H.O.M.E
10 years before H.O.M.E
Timeline kali ini sama dengan pov sebelumnya, dimana Rama mengajak Venni untuk ke mobil mengambil sesuatu...
Rama berjalan beriringan dengan Venni menjauh dari rumah Tonni, dilihatnya juga Eka dan sari pergi dari rumah
"Apa gapapa kita ninggalin Ina dengan Tonni?" tanya Rama
"Kenapa emang?"
"Ya gapapa sih..kasihan"
"Kasihan atau ada hal lain terkait tonni?" tanya venni penasaran
"Apa gapapa kita ninggalin Ina dengan Tonni?" tanya Rama
"Kenapa emang?"
"Ya gapapa sih..kasihan"
"Kasihan atau ada hal lain terkait tonni?" tanya venni penasaran
Rama pun menghela nafas, dan menghembuskan panjang
"Haaah..aku merasa desa ini tidak beres, begitu juga Tonni, kita diajak kesini sepertinya untuk tujuan sesuatu"
"Tujuan apa? Kamu tau seberapa jauh?" tanya venni
"Aku malah gatau apa apa, tapi perasaanku mengatakan demikian"
"Haaah..aku merasa desa ini tidak beres, begitu juga Tonni, kita diajak kesini sepertinya untuk tujuan sesuatu"
"Tujuan apa? Kamu tau seberapa jauh?" tanya venni
"Aku malah gatau apa apa, tapi perasaanku mengatakan demikian"
"Ohhh...terkadang perasaan itu bisa salah ram..." ucap venni
"Ah kamu kok jadi baper" jawab Rama
Singkat cerita mereka ke mobil, Rama pun membuka pintu belakang, dan mengambil tas kecil, kemudian menutup lagi mobilnya.
"Apa yang kamu ambil ram?" tanya Venni penasaran
"Ah kamu kok jadi baper" jawab Rama
Singkat cerita mereka ke mobil, Rama pun membuka pintu belakang, dan mengambil tas kecil, kemudian menutup lagi mobilnya.
"Apa yang kamu ambil ram?" tanya Venni penasaran
"Ah, bukan apa apa cuma beberapa obatku, aku agak gaenak badan akhir akhir ini" jawabnya kemudian pergi menjauh dari mobil itu
"Ha..haatsyyuuu....." venni bersin bersin
"Lah halah kamu pilek ven?" tanya Rama
"Ah engga kok..ada debu disekitar kali" jawab venni sambil memencet
"Ha..haatsyyuuu....." venni bersin bersin
"Lah halah kamu pilek ven?" tanya Rama
"Ah engga kok..ada debu disekitar kali" jawab venni sambil memencet
Hidungnya.
Mereka pun ingin kembali ke rumah Tonni , tanpa sadar ada dua pria , yang satu membawa clurit, yang satu membawa parang besar.
Mereka menatap tajam ke arah Rama dan Venni, Rama yang saat itu perlahan memasukan tangan ke tas kecilnya seperti sedang mengambil
Mereka pun ingin kembali ke rumah Tonni , tanpa sadar ada dua pria , yang satu membawa clurit, yang satu membawa parang besar.
Mereka menatap tajam ke arah Rama dan Venni, Rama yang saat itu perlahan memasukan tangan ke tas kecilnya seperti sedang mengambil
Sesuatu.
"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Venni
"Kami teman dari Tonni" imbuh Venni
Sekejap mereka berdua merubah mimik muka menjadi wajah riang dan ramah
"Oalah, maaf loh mbak, mas ku kira kalian orang luar sini..atau maling"
"Iya mas..mbak maaf yaa...ketidaksopanan-
"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Venni
"Kami teman dari Tonni" imbuh Venni
Sekejap mereka berdua merubah mimik muka menjadi wajah riang dan ramah
"Oalah, maaf loh mbak, mas ku kira kalian orang luar sini..atau maling"
"Iya mas..mbak maaf yaa...ketidaksopanan-
Kami"
Kemudian kedua orang itu pergi meninggalkan Venni dan Rama di situ.
"Gila..orang orang kok kaya ga waras sih" ucap Rama
"Hahaha aku sempet ketakutan, ku kira mereka mau begal kita" jawab Venni
Mereka berdua pun kembali menuju jalan desa, dan sesekali menceritakan
Kemudian kedua orang itu pergi meninggalkan Venni dan Rama di situ.
"Gila..orang orang kok kaya ga waras sih" ucap Rama
"Hahaha aku sempet ketakutan, ku kira mereka mau begal kita" jawab Venni
Mereka berdua pun kembali menuju jalan desa, dan sesekali menceritakan
Tentang apapun yang sekiranya bisa mereka bicarakan.
"Main ke sumber yuk?" ajak Venni
Tanpa membalas ajakannya, Rama pun langsung mengikuti Venni yang sedang menuju ke sumber.
Mereka melewati tanaman jagung yanh sudah mulai meninggi, sawah sawah dan pohon pohon akasia.
"Main ke sumber yuk?" ajak Venni
Tanpa membalas ajakannya, Rama pun langsung mengikuti Venni yang sedang menuju ke sumber.
Mereka melewati tanaman jagung yanh sudah mulai meninggi, sawah sawah dan pohon pohon akasia.
"Kuharap suasana seperti ini gak tergerus beton beton ya ven" ucap Rama yanh mengikuti Venni dari belakang
"Iya ram, asal ada pemimpin yang tegas, semuanya pasti terjaga kok disini" ucapnya
Singkat cerita mereka sampai disana, dimana air di sumber itu sangat jernih
"Iya ram, asal ada pemimpin yang tegas, semuanya pasti terjaga kok disini" ucapnya
Singkat cerita mereka sampai disana, dimana air di sumber itu sangat jernih
Bahkan bisa melihat batu batu dan beberapa koin perak ada di dalam sumber air itu, ada ikan yang berenang kesana kemari dengan riangnya.
"Aneh gak sih ven? Kalau siang gini desa ini seperti bak desa pada umumnya, cuma kalo malam....."
"Seperti di ladang iblis....?" tanya Venni
"Aneh gak sih ven? Kalau siang gini desa ini seperti bak desa pada umumnya, cuma kalo malam....."
"Seperti di ladang iblis....?" tanya Venni
Yang membuat Rama terkejut
"Sst..jangan keras keras lah venn" ucap rama
"Hahaha, santai aja kali, aku juga merasa demikian kok, yaa sama seperti manusia..mereka memiliki 2 sisi..hitam dan putih..putih yang selalu ditampilkan di depan umum, dan hitam adalah hanya dia sendiri
"Sst..jangan keras keras lah venn" ucap rama
"Hahaha, santai aja kali, aku juga merasa demikian kok, yaa sama seperti manusia..mereka memiliki 2 sisi..hitam dan putih..putih yang selalu ditampilkan di depan umum, dan hitam adalah hanya dia sendiri
Yang tau" terang Venni yang saat itu duduk santai di kursi dekat pohon besar di sumber itu
"Ah tumben sekali kamu bijak, kedengaran seperti orang yang pernah hidup ribuan tahun yang lalu" ejek Rama
"Ah tumben sekali kamu bijak, kedengaran seperti orang yang pernah hidup ribuan tahun yang lalu" ejek Rama
"Hahaha...ram..ram" jawab Venni
"Eh itu ada ibu ibu kek gakuat angkat jerami?" ucap rama sambil menunjuk ke arah dekat sawah.
"Ah aku mau membantu" imbuhnya kemudian mendekati ibu itu
"Tunggu ram, aku ikut" venni pun menyusul rama
"Buk..saya bantu buk?" tanya Rama
"Ah-
"Eh itu ada ibu ibu kek gakuat angkat jerami?" ucap rama sambil menunjuk ke arah dekat sawah.
"Ah aku mau membantu" imbuhnya kemudian mendekati ibu itu
"Tunggu ram, aku ikut" venni pun menyusul rama
"Buk..saya bantu buk?" tanya Rama
"Ah-
Tidak usah nak, ibu sendiri bisa kok" jawabnya sambil bersusah payah mengangkat jeraminya
"Buk biar kami bantu..ya?" ucap Venni
Ibu itu menghela nafas dan melepaskannya
"Haah anak muda memang pantang menyerah ya...yaudah tolong ya dek, maaf merepotkan"
Singkat cerita Rama dan
"Buk biar kami bantu..ya?" ucap Venni
Ibu itu menghela nafas dan melepaskannya
"Haah anak muda memang pantang menyerah ya...yaudah tolong ya dek, maaf merepotkan"
Singkat cerita Rama dan
Venni membantu ibu itu, setelah semuanya selesai, Mereka beristirahat dibawah pohon di sumber dan kembali ke rumah Tonni.
Sesampainya dijalan ia bertemu dengan Tonni dengan ekspresi menahan amarah
"KAMU APAKAN MOBILNYA BANGSAT!!" teriak Toni sambil menaril kerah baju Rama
Sesampainya dijalan ia bertemu dengan Tonni dengan ekspresi menahan amarah
"KAMU APAKAN MOBILNYA BANGSAT!!" teriak Toni sambil menaril kerah baju Rama
"Hah? Maksud mu apa sih?" tanya Rama kaget sekaligus terpancing emosi
"Ah gausah belaga bego..mobilnya kalian bakar kan?!"
"He anjing!! Mana ada kami membakar mobil! Aku hanya ambil tas! Tanya sama si Venni"
Venni pun mengangguk
"Tadi ada saksinya juga 2 orang warga sini!"
"Ah gausah belaga bego..mobilnya kalian bakar kan?!"
"He anjing!! Mana ada kami membakar mobil! Aku hanya ambil tas! Tanya sama si Venni"
Venni pun mengangguk
"Tadi ada saksinya juga 2 orang warga sini!"
"Heeeh!! Ada apa ini kenapa kalian bertengkar?!" teriak Ina yang berlari mendekat ke arah mereka
"Bangsat kamu!!"
Rama pun melayangkan pukulan ke arah Tonni yang tak terima karena dituduh sembarangan.
Tonni pun juga kesal dengan Rama
Dan perkelahian tak terhindarkan,
"Bangsat kamu!!"
Rama pun melayangkan pukulan ke arah Tonni yang tak terima karena dituduh sembarangan.
Tonni pun juga kesal dengan Rama
Dan perkelahian tak terhindarkan,
Saling adu pukul, Venni dan Ina tidak bisa melerai keduanya hingga mereka meminta bantuan warha sekitar yang saat itu lewat.
Singkat cerita mereka pun bisa dipisahkan, kemudian kembali ke rumah Tonni, Ina yang saat itu menggandeng Tonni sedangkan Venni menggandeng Rama.
Singkat cerita mereka pun bisa dipisahkan, kemudian kembali ke rumah Tonni, Ina yang saat itu menggandeng Tonni sedangkan Venni menggandeng Rama.
Iklan :
POV nya sudah selesai...timeline saat ini adalah dimana Rama dan Tonni habis berkelahi dan diobatin oleh Ina dan Venni, kemudian datang dari luar si Eka dan kaget melihat dua temannya babak belur.
Sudah menemukan hal yang aneh? Atau punya teori?
So lets get started..
POV nya sudah selesai...timeline saat ini adalah dimana Rama dan Tonni habis berkelahi dan diobatin oleh Ina dan Venni, kemudian datang dari luar si Eka dan kaget melihat dua temannya babak belur.
Sudah menemukan hal yang aneh? Atau punya teori?
So lets get started..
"Kalian kenapa kok babak belur?" tanya Eka yang saat itu bingung dengan keadaan Rama dan Toni babak belur dan sedang diobatin oleh Venni dan Ina.
"Ini kenapa ven?na?" tanya Eka
"Halah biasa salah paham terus adu pukul" jawab Ina yang mengobatin Tonni
"Astaga teman temanku"
"Ini kenapa ven?na?" tanya Eka
"Halah biasa salah paham terus adu pukul" jawab Ina yang mengobatin Tonni
"Astaga teman temanku"
Jawab Eka menahan tertawanya
"Emang gara gara apa sih?" tanya Eka
Venni pun menceritakan duduk permasalahaannya, yang membuat Eka pun berhenti dari tertawanya. Masalah ini semakin serius
"Apa jangan jangan kata Asri ya" batin Eka sambil melamun , mencoba mencari korelasi
"Emang gara gara apa sih?" tanya Eka
Venni pun menceritakan duduk permasalahaannya, yang membuat Eka pun berhenti dari tertawanya. Masalah ini semakin serius
"Apa jangan jangan kata Asri ya" batin Eka sambil melamun , mencoba mencari korelasi
Antara kasus satu dengan yang lainnya
"Ada apa ka? Kok bengong? Tau sesuatu?" tanya Venni penasaran
"Ahh, engga sih...cuma mikir kok bisa sampai terbakar" jawab Eka Ragu
"Terus kita kalo mau balik gimana?"
"Disini kendaraan cuma ada milik Asri doang itupun motor" kata Tonni
"Ada apa ka? Kok bengong? Tau sesuatu?" tanya Venni penasaran
"Ahh, engga sih...cuma mikir kok bisa sampai terbakar" jawab Eka Ragu
"Terus kita kalo mau balik gimana?"
"Disini kendaraan cuma ada milik Asri doang itupun motor" kata Tonni
Sambil menahan rasa ngilu diwajah akibat pukulan Rama.
Singkat cerita jalan satu satunya keluar adalah bergantian bersama membawa sepeda itu untuk keluar dari desa itu.
Sore menghampiri mereka, Rama dan Toni tidur di kamar mereka masing masing, Ina yang saat itu sedang mem-
Singkat cerita jalan satu satunya keluar adalah bergantian bersama membawa sepeda itu untuk keluar dari desa itu.
Sore menghampiri mereka, Rama dan Toni tidur di kamar mereka masing masing, Ina yang saat itu sedang mem-
Bersihkan sisa kapas di ruang tamu , mendengar pembicaraan Eka dan Venni
"Ven..apapun yang terjadi kita harus kabur dari sini besok..tanpa Toni"
"Hah? Kabur? Ada apa?" tanya Venni
"Intinya desa ini tidak aman bagi pendatang, aku diceritakan semua oleh Asri" jawab Eka
"Ven..apapun yang terjadi kita harus kabur dari sini besok..tanpa Toni"
"Hah? Kabur? Ada apa?" tanya Venni
"Intinya desa ini tidak aman bagi pendatang, aku diceritakan semua oleh Asri" jawab Eka
"Ah aku tidak paham apa yang kamu maksud"
"Ada apa ini?" ucap Ina yang mendekati mereka berdua
Eka pun memberikan penjelasan sama sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Asri. Awalnya mereka berdua tidak percaya dan mengatakan itu mungkin untuk menggoda Eka. Akan tetapi mimik
"Ada apa ini?" ucap Ina yang mendekati mereka berdua
Eka pun memberikan penjelasan sama sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Asri. Awalnya mereka berdua tidak percaya dan mengatakan itu mungkin untuk menggoda Eka. Akan tetapi mimik
Eka berubah terlebih mengatakan soal Ilatgeni, Uloratu dan sebagainya.
Ina pun kemudian menceritakan kejadian yang ia alami tadi pagi.
"Nah kan...semua sudah percaya kalo begini?" ucap Eka
"Terus bagaimana kita kabur? Kamu tau kendaraan kita rusak" ucap Venni
"Aku ada ide..-
Ina pun kemudian menceritakan kejadian yang ia alami tadi pagi.
"Nah kan...semua sudah percaya kalo begini?" ucap Eka
"Terus bagaimana kita kabur? Kamu tau kendaraan kita rusak" ucap Venni
"Aku ada ide..-
Didesa ini ada dua jalan yang menghubungkan langsung ke sini...nanti kita kabur lewat jalan satunya..walaupun lebih lama, saya jamin lewat sana pasti lebih aman" terang Eka
Baik Venni dan Ina hanya mengangguk, antara ragu dan juga menyetujui apa saran dari Eka
"Ini benar kan?"
Baik Venni dan Ina hanya mengangguk, antara ragu dan juga menyetujui apa saran dari Eka
"Ini benar kan?"
Tanya Ina meyakinkan semua cerita itu adalah benar
Eka pun mengangguk. Malam harinya mereka sudah packing barang bawaan mereka. Bahkan saking takutnya, koper besar dll mereka tinggalkan disitu. Rama juga sudah diberi tahu secara diam diam oleh Ina.
Eka pun mengangguk. Malam harinya mereka sudah packing barang bawaan mereka. Bahkan saking takutnya, koper besar dll mereka tinggalkan disitu. Rama juga sudah diberi tahu secara diam diam oleh Ina.
Mereka pergi dimana sesaat setelah pertunjukan di sore hari dimana Asri menyanyi ala sinden.
"Kamu yakin gabawa apa apa buat pulang nanti?" tanya Eka pelan
"Iya...aku cuma bawa satu tas aja ini"
Ucap Rama sambil terus membawa tas slempang kecilnya itu kemanapun dan dimanapun.
"Kamu yakin gabawa apa apa buat pulang nanti?" tanya Eka pelan
"Iya...aku cuma bawa satu tas aja ini"
Ucap Rama sambil terus membawa tas slempang kecilnya itu kemanapun dan dimanapun.
Malam telah berlalu, pagi datang untuk menopangnya...suara ayam berkokok pun terdengar saling bersahutan.
Toni beranjak dari tidurnya dan masih merasa kesakitan dibagian pipinya. Toni membuka pintu dan melihat teman temannya sudah mandi , rapi dan duduk duduk di kursi ruang
Toni beranjak dari tidurnya dan masih merasa kesakitan dibagian pipinya. Toni membuka pintu dan melihat teman temannya sudah mandi , rapi dan duduk duduk di kursi ruang
Tamu.
Tonni pun segera bergabung, akan tetapi untuk minta maaf ke Rama masih enggan ia lakukan. Mereka saling diam satu sama lain.
"Ton, sori buat yang kemaren" ucap rama tampak jaim kemudian memberi tangannya ke Tonni
"Ah...iya aku juga minta maaf" toni menjabat tangan rama.
Tonni pun segera bergabung, akan tetapi untuk minta maaf ke Rama masih enggan ia lakukan. Mereka saling diam satu sama lain.
"Ton, sori buat yang kemaren" ucap rama tampak jaim kemudian memberi tangannya ke Tonni
"Ah...iya aku juga minta maaf" toni menjabat tangan rama.
Semua dalam keadaan hening, tiba tiba Tonni mengatakan hal yang membuat mereka tercengang...
"Aku juga minta maaf karena telah membawa kalian kemari, mungkin kalian sudah tau dan sudah curiga kan?" ucap Tonni
"Jadi yang diomongkan sama Asri semua benar?" tanya Eka geram
"Aku juga minta maaf karena telah membawa kalian kemari, mungkin kalian sudah tau dan sudah curiga kan?" ucap Tonni
"Jadi yang diomongkan sama Asri semua benar?" tanya Eka geram
"Jika yang dimaksud adalah soal Ilatgeni, Uloratu dan semua hal bangsat di desa ini..itu benar" jawabnya kemudian menunduk menyesal
"Terus maksudnya ini apa Ton!" Ucap Ina menahan tangisnya dan melemparkan amplop coklat yang berisi kain
"Itu dari ilatgeni, semacam ancaman" ucap
"Terus maksudnya ini apa Ton!" Ucap Ina menahan tangisnya dan melemparkan amplop coklat yang berisi kain
"Itu dari ilatgeni, semacam ancaman" ucap
Tonni
PLAAAAKKK...!!!
Tamparan keras dari tangan Ina mendarat tepat di pipi Toni
"Aku gak nyangka Ton! Kamu mengorbankan kami?! Bangsat memang kamu itu!" ucap Ina kemudian tak bisa memendung air matanya
"Maaf ini semua memang kesalahanku..."
"Terus sebenarnya ini tempat apa
PLAAAAKKK...!!!
Tamparan keras dari tangan Ina mendarat tepat di pipi Toni
"Aku gak nyangka Ton! Kamu mengorbankan kami?! Bangsat memang kamu itu!" ucap Ina kemudian tak bisa memendung air matanya
"Maaf ini semua memang kesalahanku..."
"Terus sebenarnya ini tempat apa
Dan kita diapakan?" tanya Rama yang masih bisa menahan emosinya
"Inang...kalian akan dijadikan inang bagi jiwa Ilatgeni dan uloratu...atau mungkin...."
Kemudian Eka menarik baju Toni, toni pun hanya bisa terdiam karena memang ini salahnya
"Kami salah apa ton sama kamu?!"
"Inang...kalian akan dijadikan inang bagi jiwa Ilatgeni dan uloratu...atau mungkin...."
Kemudian Eka menarik baju Toni, toni pun hanya bisa terdiam karena memang ini salahnya
"Kami salah apa ton sama kamu?!"
"Kalian gaada salah, aku manusia paling bodoh...bahkan sekarang gapantas disebut manusia...", ucapnya yang kemudian eka melepaskan tarikannya dan duduk lagi
"Bagaimana cara kami keluar dari sini ton?" tanya Rama serius
"Sebenarnya aku dariawal memang sudah ingin membawa kalian
"Bagaimana cara kami keluar dari sini ton?" tanya Rama serius
"Sebenarnya aku dariawal memang sudah ingin membawa kalian
Pergi...setidaknya kalian berempat...aku tidak bisa keluar dari sini...aku sudah terkutuk dengan desa ini dan lingkaran setan ini!"
"Tapi sepertinya ada orang yang curiga, hingga membakar mobilnya, jadi satu satunya cara adalah kalian kabur melewati jalan satunya..dan jangan
"Tapi sepertinya ada orang yang curiga, hingga membakar mobilnya, jadi satu satunya cara adalah kalian kabur melewati jalan satunya..dan jangan
Pernah berhenti sebelum mencapai Titik Perbatasan Jalan desa dan jalan utama" terang Tonni
Tiba tiba pintu diketuk lumayan keras hingga membuat mereka kaget
Doog...dooog...dogggg
"Anjing..siapa itu rek?!" tanya Eka kaget
"Semuanya tenang, seperti biasa, biarkan aku yang maju"
Tiba tiba pintu diketuk lumayan keras hingga membuat mereka kaget
Doog...dooog...dogggg
"Anjing..siapa itu rek?!" tanya Eka kaget
"Semuanya tenang, seperti biasa, biarkan aku yang maju"
Ucap tonni yang kemudian langsung membuka pintu
"Pertunjukannya sudah mau mulai, ayo kesana ajak yang lain juga" kata warga dengan pakaian hitam itu , dan sesekali melirik ke arah dalam seakan menghitung berapa anak yang ada di dalam ruang tamu.
"Baiklah kami segera kesana"
"Pertunjukannya sudah mau mulai, ayo kesana ajak yang lain juga" kata warga dengan pakaian hitam itu , dan sesekali melirik ke arah dalam seakan menghitung berapa anak yang ada di dalam ruang tamu.
"Baiklah kami segera kesana"
Orang itu tak menjawab, hanya tersenyum kemudian pergi dari rumah itu. Sekejap Tonni menutup pintu dan menguncinya.
"Sekarang ayo kita kesana, bersikap seperti biasa, nanti kode akan kuberikan ketika Asri selesai nyinden, saat itu juga beberapa dari kalian pura pura sakit,
"Sekarang ayo kita kesana, bersikap seperti biasa, nanti kode akan kuberikan ketika Asri selesai nyinden, saat itu juga beberapa dari kalian pura pura sakit,
Saat itu juga aku akan bawa kalian kerumah, kita berpisah disana ,aku akan menghalangi dengan segala caraku..."
Mereka semua mengangguk ,dan kemudian mereka pergi ke sumber air itu.
Singkat cerita mereka berlima sampai di depan sumber air itu ,beberapa orang sudah berada
Mereka semua mengangguk ,dan kemudian mereka pergi ke sumber air itu.
Singkat cerita mereka berlima sampai di depan sumber air itu ,beberapa orang sudah berada
Disana, bahkan lebih banyak dari perayaan kemarin, ada beberapa sinden, salah satunya adalah Asri, ada penabuh gendang dan pemain gamelan yang sudah siap.
Asri pun melihat ke arah Tonni dan kawan kawan, kemudian pandangannya menuju ke arah penonton agar tidak mencurigakan.
Asri pun melihat ke arah Tonni dan kawan kawan, kemudian pandangannya menuju ke arah penonton agar tidak mencurigakan.
Sesampainya di sumber air, tonni dkk duduk berlesehan. Kemudian Rama tiba tiba ditanya oleh seorang warga yang curiga dengan tas yang dibawa rama
"Mau kemana nak? Kabur?" katanya sambil tersenyum seram
"Hah? Kabur? Gak lah pak, gapede aja aku kalo keluar gabawa tas, sapa tau
"Mau kemana nak? Kabur?" katanya sambil tersenyum seram
"Hah? Kabur? Gak lah pak, gapede aja aku kalo keluar gabawa tas, sapa tau
Bisa bawa pulang jajan" ucap Rama sambil mengatur nafas agar tidak terlihat berbohong dan panik. Orang itu hanya terdiam, mengangguk dan tersenyum kemudian melihat pertunjukan musik tradisional yang digelar.
"Nih kubawain minum" ucap venni yang kemudian memberikan ke Teman-teman
"Nih kubawain minum" ucap venni yang kemudian memberikan ke Teman-teman
nya, bagi Eka, suara Asri begitu lembut dan sebenarnya dalam hati eka ingin tetap bersamanya, akan tetapi logikanya memilih untuk menyelamatkan diri. Terlihat giliran Asri yang bernyanyi. Suara gamelan dan suara asri bisa sinkron sehingga menciptakan sebuah harmoni yang indah.
Perasaan yang eka alami, semakin lama semakin membuatnya melayang, dan terasa berat...hingga semuanya gelap...ya benar benar GELAP!
"Fak...kenapa ini" batin Eka dengan mencoba membuka matanya yang terasa berat.
Matanya mencoba melihat sekelilingnya, semua gelap, hanya ada
"Fak...kenapa ini" batin Eka dengan mencoba membuka matanya yang terasa berat.
Matanya mencoba melihat sekelilingnya, semua gelap, hanya ada
Cahaya obor yang menerangi, dengan puluhan orang seperti sedang memandangi Eka.
"Pusiiiing...sialan..apa yang terjadi" batinnya kemudian matanya melihat ke kanan dan kiri.
"Loh...temen temen!!" ia kaget saat melihat Rama dan Ina duduk di kursi kayu dengan posisi terikat di
"Pusiiiing...sialan..apa yang terjadi" batinnya kemudian matanya melihat ke kanan dan kiri.
"Loh...temen temen!!" ia kaget saat melihat Rama dan Ina duduk di kursi kayu dengan posisi terikat di
Tangan dan kaki, eka pun ingin menolong akan tetapi hal yang sama juga terjadi padanya. Rama dan Ina pun juga mulai sadar. Mereka sedang memahami apa yang sebenarnya terjadi..diantara puluhan orang itu, mereka melihat ada Tonni, Asri dan Venni yang saat itu ada didepan kerumunan.
"Ven, ada apa ini...he...tolong" ucap Ina
"Hah? Veni? Siapa venni?" Tanya venni kemudian mendekati ina
"A...k...u...i..lat..ge...ni" ucapnya yang membuat Ina, Rama, dan Eka kaget hingga tak bisa berkata kata.
Toni dan Asri saat itu hanya diam dan melihat mereka.
"Hah? Veni? Siapa venni?" Tanya venni kemudian mendekati ina
"A...k...u...i..lat..ge...ni" ucapnya yang membuat Ina, Rama, dan Eka kaget hingga tak bisa berkata kata.
Toni dan Asri saat itu hanya diam dan melihat mereka.
"Jika kamu bertanya...sejak kapan? Hahahahaha....sejak malam dimana anak goblok ini memutuskan keluar rumah dan mendekati orang suruhanku" ucap venni sambil menari tarian yang tidak jelas
Kemudian venni duduk di meja di depan 3 anak itu. Ina yang saat itu mulai menangis karena
Kemudian venni duduk di meja di depan 3 anak itu. Ina yang saat itu mulai menangis karena
Melihat temannya berubah, matanya menjadi berwarna merah dengan pupil mirip binatang ular.
"Haaaaaah..." ucap Venni
"Kurasa aku sudah tidak membutuhkan tubuh ini lagi...aku suka tubuh manusia ini" ucapnya sambil menunjuk ke arah Rama
Rama pun terlihat takut dan panik, keringat
"Haaaaaah..." ucap Venni
"Kurasa aku sudah tidak membutuhkan tubuh ini lagi...aku suka tubuh manusia ini" ucapnya sambil menunjuk ke arah Rama
Rama pun terlihat takut dan panik, keringat
Nya pun menetes seperti orang yang kehujanan.
"Mau kau apakan dia bangsat!" teriak Eka marah
"Jangan..ampuni kamiii...." ucap ina sambil menangis
"Stop...tolong ja......"
Pipi Rama dipegang oleh venni, hingga mulut Rama terbuka, venni pun membuka mulutnya. Asap hitam keluar
"Mau kau apakan dia bangsat!" teriak Eka marah
"Jangan..ampuni kamiii...." ucap ina sambil menangis
"Stop...tolong ja......"
Pipi Rama dipegang oleh venni, hingga mulut Rama terbuka, venni pun membuka mulutnya. Asap hitam keluar
Dari mulut venni dan masuk kedalam mulut Rama, rama pun memberontak, menggeliat kesakitan yang amat sangat. Asap itu sangat pekat masuk ke dalam mulut Rama. Sesaat setelah itu mereka berdua pingsan.
"Hmmmm...ha ha ha ha!!! HAHAHAHAHAHA!!!!" Tiba tiba mata Rama terbuka dan
"Hmmmm...ha ha ha ha!!! HAHAHAHAHAHA!!!!" Tiba tiba mata Rama terbuka dan
Tertawa terbahak bahak, sedangkan Venni pun mulai tersadar.
"Hey kau cepat buka tali ini, dan bunuh dia" Ucap Rama kemudian salah satu warga memotong tali yang mengikatnya dan membawa Venni dengan menjambak rambutnya.
Venni pun teriak kesakitan hingga menangis.
"Mau dibawa
"Hey kau cepat buka tali ini, dan bunuh dia" Ucap Rama kemudian salah satu warga memotong tali yang mengikatnya dan membawa Venni dengan menjambak rambutnya.
Venni pun teriak kesakitan hingga menangis.
"Mau dibawa
Kemana bangsat!!! Kubunuh kau!!", teriak eka amat sangat marah.
"KYAAAAAAAAAAArRRGGHHHHH!!!!!"
Suara teriakan Venni tersiksa , entah apa yang algojo itu lakukan, tetapi yang pasti Venni sudah meninggal.
"Bangsat kau Ilatgeni...!!!! Jancoook!!!" umpat Eka
"Wah..berani sekali
"KYAAAAAAAAAAArRRGGHHHHH!!!!!"
Suara teriakan Venni tersiksa , entah apa yang algojo itu lakukan, tetapi yang pasti Venni sudah meninggal.
"Bangsat kau Ilatgeni...!!!! Jancoook!!!" umpat Eka
"Wah..berani sekali
Yaa....gimana kalau aku buat sayembara..lepaskan mereka berdua dan siapa yang berhasil membunuhnya aku beri hadiah" ucapnya kemudian rama pun melepaskan ikatan mereka berdua. Seketika Eka dan Ina lari sekuat tenaga mereka ke arah desa.
"Hmmmm aku mencium bau penghianat rupanya"
"Hmmmm aku mencium bau penghianat rupanya"
Ucap Ilatgeni dan kemudian langsung mendekati Asri dan menyeretnya di depan kerumunan itu.
Plaaak!!
Ilatgeni menampar asri hingga asri terpental
"Bocah goblok!!!...."
"Ahh...ingin kubunuh tapi kau terlalu cantik...kau harus kujadikan istriku...ahh bukan..tepatnya inang
Plaaak!!
Ilatgeni menampar asri hingga asri terpental
"Bocah goblok!!!...."
"Ahh...ingin kubunuh tapi kau terlalu cantik...kau harus kujadikan istriku...ahh bukan..tepatnya inang
Uloratu" ucapnya sambil memegang kepala asri
Asri pun menangis sejadi jadinya sambil memohon ampun, tetapi hal itu tidak digubris oleh Ilatgeni, hingga ada sesosok Ular melewati kerumunan itu, ular berwarna hitam. Kemudian masuk secara paksa melalui mulut Asri hingga asri pun
Asri pun menangis sejadi jadinya sambil memohon ampun, tetapi hal itu tidak digubris oleh Ilatgeni, hingga ada sesosok Ular melewati kerumunan itu, ular berwarna hitam. Kemudian masuk secara paksa melalui mulut Asri hingga asri pun
Seperti kesakitan, menggelepar ditanah kemudian terdiam, matanya putih..sesaat kemudian bola matanya berubah menjadi bola mata ular dan dia bangun.
"Ahh..lama tak kudapatkan inang sesegar ini...terimakasih mas" ucap Asri yang saat ini sudah menjadi inang uloratu
"Tonni...
"Ahh..lama tak kudapatkan inang sesegar ini...terimakasih mas" ucap Asri yang saat ini sudah menjadi inang uloratu
"Tonni...
Pulang dan ambilkan aku kemenyan" ucap Ilatgeni
Tonni pun menyanggupi itu. Walau dengan keringat dingin dan hati yang berdegup kencang, kemudian Tonni berbalik arah , melangkahkan kaki nya menjauh dari kerumunan itu hingga akhirnya
DOR....!!!
Tonni merasakan ada yang hangat
Tonni pun menyanggupi itu. Walau dengan keringat dingin dan hati yang berdegup kencang, kemudian Tonni berbalik arah , melangkahkan kaki nya menjauh dari kerumunan itu hingga akhirnya
DOR....!!!
Tonni merasakan ada yang hangat
Menjadi panas tepat di kakinya, sekejap membuat toni terjatuh tak bisa bergerak
"Ah rupanya penghianat ada satu lagi disini" Ilatgeni mendekati Toni dengan menodongkan pistol yang dibawa Rama didalam tas slempangnya
"Haaaaahh....keren sekali ini anak membawa pistol yaa"
"Ah rupanya penghianat ada satu lagi disini" Ilatgeni mendekati Toni dengan menodongkan pistol yang dibawa Rama didalam tas slempangnya
"Haaaaahh....keren sekali ini anak membawa pistol yaa"
Ilatgeni menjatuhkan pistolnya dan sekejap diambil oleh Tonni, ditembakannya tepat di dahi Ilatgeni...
Dooor!!....
ilatgeni pun berteriak kesakitan kemudian tergeletak lemas
"Hah, sayang udah mainannya...kasian" ucap uloratu yang kemudian Ilatgeni duduk didepan Tonni
Dooor!!....
ilatgeni pun berteriak kesakitan kemudian tergeletak lemas
"Hah, sayang udah mainannya...kasian" ucap uloratu yang kemudian Ilatgeni duduk didepan Tonni
Yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Lubang bekas tembakan di dahi masih terlihat, dan darah keluar dari lubang itu tapi Rama atau ilatgeni masih sehat dsn hidup
"Ah sebentar...hhhuuekkk" Ilatgeni memuntahkan sesuatu
"Nih pelurunya" ucap ilatgeni
"Bawa dia , bakar!"
Lubang bekas tembakan di dahi masih terlihat, dan darah keluar dari lubang itu tapi Rama atau ilatgeni masih sehat dsn hidup
"Ah sebentar...hhhuuekkk" Ilatgeni memuntahkan sesuatu
"Nih pelurunya" ucap ilatgeni
"Bawa dia , bakar!"
Sekejap warga yang lain menggotong Toni yang sudsh tidak berdaya dibawanya ke Jeep yang ada didesa..ditaruhnya dia didalam jeep tersebut. Warga pun menyirami jeep itu dengan bahan bakar minyak.
"Oh iya..sebelum ajalmu..kau ingin tau siapa yang merusaknya? Itu aku!..dari air liur
"Oh iya..sebelum ajalmu..kau ingin tau siapa yang merusaknya? Itu aku!..dari air liur
ku" ucap Ilatgeni yang kemudian meludah tepat di mobil itu hingga tiba tiba tercipta api, api itu merambat secara cepat menuju tubuh Tonni, tonni mulai merasakan rasa sakit yang amat sangat, hingga dia berteriak dan memberontak di dalam mobil itu. Kulitnya melepuh sesaat
Sebelum mobil itu terbakar secara keseluruhan.
"Oke, sekarang saatnya berburu..." ucap Ilatgeni kemudian warga pun berlomba lomba membawa senjata tajam memburu Eka dan juga Ina yang saat itu kabur entah kemana
Sedangkan Ilatgeni menunggu di di teras rumah milik Asri/Uloratu
"Oke, sekarang saatnya berburu..." ucap Ilatgeni kemudian warga pun berlomba lomba membawa senjata tajam memburu Eka dan juga Ina yang saat itu kabur entah kemana
Sedangkan Ilatgeni menunggu di di teras rumah milik Asri/Uloratu
Eka dan Ina berpisah, mereka sudah tak memikirkan orang lain, yang difikirkan adalah keselamatan mereka sendiri, Ina yang saat itu memilih jalan yang ditunjukan Toni, sedangkan Eka memilih mengambil sepeda motor dahulu agar lebih cepat.
Singkat cerita, Eka mendapatkan sepeda itu
Singkat cerita, Eka mendapatkan sepeda itu
Sebelumnya kunci memang sudah dibawa Eka yang setelah dari Kota lupa mengembalikan ke Asri. Tanpa pikir panjang Eka pun menancap gas dan pergi dari desa itu.
Lajunya semakin bertambah, dia tidak peduli dengan apapun...yang ada dipikirannya adalah lari dan selamat.
Lajunya semakin bertambah, dia tidak peduli dengan apapun...yang ada dipikirannya adalah lari dan selamat.
Eka pun kaget melihat ada semacam tali yang mengkilap terkena pantulan lampu motornya.
Zrassshhhh....!!
semuanya terlambat, tali tajam itu membelah Motor dan tubuh eka menjadi beberapa bagian, semuanya terpisah..otak, usus dan isi dari tubuh eka pun terlihat bercampur dengan
Zrassshhhh....!!
semuanya terlambat, tali tajam itu membelah Motor dan tubuh eka menjadi beberapa bagian, semuanya terpisah..otak, usus dan isi dari tubuh eka pun terlihat bercampur dengan
Jalan disitu...darah yang menempel dibenang tajam itupun masih menetes.
Ina yang saat itu terus lari, hingga semuanya ia terobos, rasa sakit goresan duri dan sebagainya tak terasa karena masih kalah dengan rasa ketakutannya...
Ina mendengar beberapa orang mampu mengejarnya
Ina yang saat itu terus lari, hingga semuanya ia terobos, rasa sakit goresan duri dan sebagainya tak terasa karena masih kalah dengan rasa ketakutannya...
Ina mendengar beberapa orang mampu mengejarnya
Sorot lampu senter dimana mana, ina pun segera masuk diantara rimbunnya tanaman jagung yang sudah mulai meninggi, ia berjalan sambil melihat situasi disekelilingnya.
"Hey...cewenya disini! Dia masuk dijagung jagung" kata seseorang yang tau ina masuk ke jagung jagung
"Hey...cewenya disini! Dia masuk dijagung jagung" kata seseorang yang tau ina masuk ke jagung jagung
Cahaya obor semakin terang, pertanda bahwa banyak orang mulai dekat dengan ina, ina pun berlari menjauh , menerobos rimbunnya tumbuhan jagung itu.
Sorot lampu senter juga saling berkeliling mencari keberadaan Ina. Ina pun mulai kelelahan , tapi ia harus berlari sebelum nyawanya
Sorot lampu senter juga saling berkeliling mencari keberadaan Ina. Ina pun mulai kelelahan , tapi ia harus berlari sebelum nyawanya
Seperti teman temannya.
Wusshh wusssh wusshhh...
Suara anak panah secara acak ditembakkan diantara tanaman jagung itu.
Jlebb!!!
Salah satu panah mengenai tangan ina hingga menembus bisep tangan Ina, ina pun kesakitan, tapi ia harus terus berlari...sesekali ia berhenti untuk
Wusshh wusssh wusshhh...
Suara anak panah secara acak ditembakkan diantara tanaman jagung itu.
Jlebb!!!
Salah satu panah mengenai tangan ina hingga menembus bisep tangan Ina, ina pun kesakitan, tapi ia harus terus berlari...sesekali ia berhenti untuk
Mematahkan batang anak panah agar tidak menganggu pelariannya walau ketika dipegang ,rasanya sangat amat sakit.
Ina hanya mengigit bibirnya hingga berdarah agar ia tak menjerit saat anak panah itu bergerak diantara daging tangannya karena batangnya dipatahkan.
Kemudian ina
Ina hanya mengigit bibirnya hingga berdarah agar ia tak menjerit saat anak panah itu bergerak diantara daging tangannya karena batangnya dipatahkan.
Kemudian ina
Lari..hingga ia menemukan jalan buntu dimana terlihat jurang dengan tinggi kurang lebih 8 meter dengan sungai yang deras dibawahnya.
Warga pun akhirnya menemukan Ina, sesaat sebelum tertangkap..dengan pikiran yang sangat kacau..ina memutuskan untuk melompat dari jurang itu
Warga pun akhirnya menemukan Ina, sesaat sebelum tertangkap..dengan pikiran yang sangat kacau..ina memutuskan untuk melompat dari jurang itu
"Setidaknya aku mati tidak tersiksa" batin ina kemudian badannya masuk kedalam derasnya aliran air di jurang itu.
"Ah bangsat!, padahal bisa kita jadikan daging panggang dia!" ucap salah seorang warga kemudian mereka meninggalkan tempat itu. Semua menjadi hening..menyisakan
"Ah bangsat!, padahal bisa kita jadikan daging panggang dia!" ucap salah seorang warga kemudian mereka meninggalkan tempat itu. Semua menjadi hening..menyisakan
Beberapa tetesan darah di ujung jurang itu..dan juga ribuan kemarahan dan penyesalan.
Keesokan harinya, semua warga berkumpul di rumah Asri.
"Karena aku dan uloratu sudah mndapat inang baru...maka dari itu aku umumkan desa ini yang memegang penuh aku dan Uloratu"
Keesokan harinya, semua warga berkumpul di rumah Asri.
"Karena aku dan uloratu sudah mndapat inang baru...maka dari itu aku umumkan desa ini yang memegang penuh aku dan Uloratu"
"Aku akan menjadi kepala di desa ini...dan kalian yang setia kepadaku akan hidup abadi..dan yang berkhianat akan bernasib sama seperti ini" ucap Ilatgeni yang melemparkan mayat Venni dengan luka di dada dimana jantungnya diambil secara paksa, hingga dalam dadanya terlihat
Menganga, dan ada Tonni yang gosong dengan mulut yang terbuka lebar merasakan kesakitan dan potongan tubuh tak utuh dari Eka. Ilatgeni melemparkan semua itu kehadapan warga desa. Warga desa hanya terdiam dan menuruti apa kata ilatgeni.
"Dan saya melarang untuk siapapun yang ada disini keluar rumah lebih dari jam 10 malam. Karena ruh Asri dan Toni masih terjebak disini...jika kalian melanggarnya maka semua warga akan mati karena merasakan balas dendam mereka berdua...CAMKAN ITU!" imbuh Uloratu
Singkat cerita beberapa warga langsung membersihkan segala sesuatu dari kejadian semalam, mayat, mobil, dan bekas bekas lainnya.
"Aku akan pergi sementara waktu untuk mencari anak anak bodoh lagi" ucap ilatgeni sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Mau jadi siapa
"Aku akan pergi sementara waktu untuk mencari anak anak bodoh lagi" ucap ilatgeni sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Mau jadi siapa
Mas?" tanya uloratu
Ilatgeni menurunkan kedua tangannya dari mukanya, dan muka Rama pun berubah menjadi muka yang berbeda. Ilatgeni tersenyum menyeringai.
"Mulai saat ini Panggil aku Donni!"
Ilatgeni menurunkan kedua tangannya dari mukanya, dan muka Rama pun berubah menjadi muka yang berbeda. Ilatgeni tersenyum menyeringai.
"Mulai saat ini Panggil aku Donni!"
10 Years Before H.O.M.E
-SELESAI-
-SELESAI-
Lost Story
10Years before H.O.M.E
10Years before H.O.M.E
"Terik matahari hari itu seperti membakar tubuhku, tapi bagaimana lagi? Namanya juga orang di desa" batinku sambil mencari rumput untuk pakan ternakku
Namaku Raden, dan tidak ada yang spesial dariku, aku hanya anak desa yang sekarang sedang memelihara Sapi.
Tapi ada kisah yang
Namaku Raden, dan tidak ada yang spesial dariku, aku hanya anak desa yang sekarang sedang memelihara Sapi.
Tapi ada kisah yang
Harus aku sampaikan, mengenai wanita yang kutemukan.
Siang itu seperti biasa aku mencari rumput di pinggir hutan dekat dengan perkampunganku yang letaknya tak cukup jauh dari Jalan utama di perbatasan provinsi ini.
"Haah..panas juga ya" batinku sambil sesekali melihat ke
Siang itu seperti biasa aku mencari rumput di pinggir hutan dekat dengan perkampunganku yang letaknya tak cukup jauh dari Jalan utama di perbatasan provinsi ini.
"Haah..panas juga ya" batinku sambil sesekali melihat ke
arah matahari yang serasa membakar tubuhku.
Saat itu memang cuaca sedang panas, hingga aku harus pergi ke sungai untuk menyegarkan badanku yang sudah mulai kepanasan.
Singkat cerita aku sampai di sungai dimana menghubungkan antara dua bukit yang berseberangan.
Hawanya saat itu
Saat itu memang cuaca sedang panas, hingga aku harus pergi ke sungai untuk menyegarkan badanku yang sudah mulai kepanasan.
Singkat cerita aku sampai di sungai dimana menghubungkan antara dua bukit yang berseberangan.
Hawanya saat itu
Sangat sejuk..tak berselang lama akupun mulai melepas baju dan langsung menceburkan diri ke sungai itu.
"SEGARNYAAAA....." batinku sambil sesekali menyiramkan air di kepalaku menggunakan batok kelapa.
Suasana yang sunyi ,hanya ditemani suara burung dan pohon yang bergerak
"SEGARNYAAAA....." batinku sambil sesekali menyiramkan air di kepalaku menggunakan batok kelapa.
Suasana yang sunyi ,hanya ditemani suara burung dan pohon yang bergerak
Karena angin.
Tapi tiba tiba aku curiga melihat di pinggir sungai ada seseorang yang sedang tertidur....awalnya kupikir begitu...
Aku berlari menghampiri bajuku, dan membawa tongkat dari kayu serta cluritku untuk berjaga jaga, siapa tau dia adalah orang jahat...
Kudekati dia
Tapi tiba tiba aku curiga melihat di pinggir sungai ada seseorang yang sedang tertidur....awalnya kupikir begitu...
Aku berlari menghampiri bajuku, dan membawa tongkat dari kayu serta cluritku untuk berjaga jaga, siapa tau dia adalah orang jahat...
Kudekati dia
Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat banyak goresan di tangan dan kakinya, serta di lengannya ada anakpanah yang menancap hingga menimbulkan luka yang cukup parah.
"Mbak...mbak???" sapaku pelan sambil menepuk pipinya
Kukira dia sudah mati, hingga beberapa detik kemudian ia
"Mbak...mbak???" sapaku pelan sambil menepuk pipinya
Kukira dia sudah mati, hingga beberapa detik kemudian ia
merespon walau hanya dengan gerakan ditangannya.
Langkah seribu pun kuambil, kali ini bukan untuk pergi karena takut, melainkan untuk memberitahu warga desaku, agar wanita itu segera ditolong.
Singkat cerita aku sudah sampai di desaku, hal yang ku beri tahu pertama kali adalah
Langkah seribu pun kuambil, kali ini bukan untuk pergi karena takut, melainkan untuk memberitahu warga desaku, agar wanita itu segera ditolong.
Singkat cerita aku sudah sampai di desaku, hal yang ku beri tahu pertama kali adalah
Bapakku
"Bapak....pak!!" ucapku sambil mencari bapakku di rumah yang sangat sederhana itu.
"Ada apa den? Kok seperti melihat hantu?!" tanya Bapakku yang sepertinya sedang membuat kopi
Aku pun mengatur pernafasanku, kemudian setelah dirasa tenang , akupun menceritakan kejadian
"Bapak....pak!!" ucapku sambil mencari bapakku di rumah yang sangat sederhana itu.
"Ada apa den? Kok seperti melihat hantu?!" tanya Bapakku yang sepertinya sedang membuat kopi
Aku pun mengatur pernafasanku, kemudian setelah dirasa tenang , akupun menceritakan kejadian
Yang aku alami barusaja. Sekejap bapakku langsung menemui beberapa warga yang saat itu sedang lalulalang di sekitar jalan desaku untuk membantu mengevakuasi wanita itu.
Singkat cerita, wanita itu sudah dibawa, kali ini dia dibawa kerumah salah satu warga yang ada kamar kosongnya
Singkat cerita, wanita itu sudah dibawa, kali ini dia dibawa kerumah salah satu warga yang ada kamar kosongnya
Karena didesaku ada dokter yang sedang magang, maka beberapa warga yang saat itu tahu, langsung menghubungi dokter tersebut. Kemudian wanita itu dirawat dan diobatin luka lukanya.
Dokter itupun bertanya siapa yang pertamakali menemukan, warga pun menunjuk ke arahku, tapi karena
Dokter itupun bertanya siapa yang pertamakali menemukan, warga pun menunjuk ke arahku, tapi karena
aku masih kecil untuk ditanyai secara kompleks maka bapaklah yang menggantikanku, walau sebenarnya aku juga ada disitu.
"Pak, anak bapak menemukan dimana?"
"Katanya disungai yang ada di dekat desa ini dok"
Dokter pun menjelaskan bahwa luka ditangannya sudah mengalami infeksi
"Pak, anak bapak menemukan dimana?"
"Katanya disungai yang ada di dekat desa ini dok"
Dokter pun menjelaskan bahwa luka ditangannya sudah mengalami infeksi
Dan takutnya kepalanya juga mengalami sesuatu, karena ada bekas benturan dibagian belakang.
Kami pun bingung, karena tidak ada tanda pengenal apa apa didekat wanita itu, atau apapun disekitar kejadian.
Kami pun bingung, karena tidak ada tanda pengenal apa apa didekat wanita itu, atau apapun disekitar kejadian.
Kemudian bapak memutuskan untuk membawa ke rumah sakit yang ada dikota, dan sejak saat itu wanita itu dibawa menggunakan ambulance.
Entah perasaanku atau gimana, saat dibawa, aku melihat ada 1 orang yang ikut dengannya...
Orang itu memiliki muka pucat, laki laki...
Dan kurasa
Entah perasaanku atau gimana, saat dibawa, aku melihat ada 1 orang yang ikut dengannya...
Orang itu memiliki muka pucat, laki laki...
Dan kurasa
juga bukan warga sini. Tapi entahlah...semoga saja wanita itu baik baik saja.
(Selanjutnya saya ubah sudut pandangnya ya)
Kemudian Ina pun dibawa ke rumah sakit di salah satu daerah di perbatasan itu.. Gedung rumah sakitnya seperti pada jaman kolonial, lengkap dengan jendela
(Selanjutnya saya ubah sudut pandangnya ya)
Kemudian Ina pun dibawa ke rumah sakit di salah satu daerah di perbatasan itu.. Gedung rumah sakitnya seperti pada jaman kolonial, lengkap dengan jendela
Dengan tralis dan warna tembok hijau. Dengan ditanami pepohonan yang amat banyak di area rumah sakit itu.
Ina pun dilarikan dan ditaruh ditempat perawatan intensif karena mengalami luka serius, serta kepalanya juga di Scan, untuk melihat jika terjadi sesuatu yang tidak baik.
Ina pun dilarikan dan ditaruh ditempat perawatan intensif karena mengalami luka serius, serta kepalanya juga di Scan, untuk melihat jika terjadi sesuatu yang tidak baik.
Supri, bapak Raden pun meminta bantuan dokter yang magang itu untuk segera menghubungi polisi setempat agar identitas wanita itu diketahui.
Singkat cerita polisi dikerahkan untuk mencari tau dimana keluarganya. Beberapa hari kemudian Keluarga ina pun datang, dan begitu histeris
Singkat cerita polisi dikerahkan untuk mencari tau dimana keluarganya. Beberapa hari kemudian Keluarga ina pun datang, dan begitu histeris
Melihat anaknya terbaring di ranjang rumah sakit tidak berdaya. Tangis pun pecah. Hingga suatu malam Ina pun terbangun dari tidurnya, matanya melihat ke sekeliling arah. Nampak mukanya ketakutan , tangannya gemetar.
Keluarga Ina pun senang melihat ina sadar, akan tetapi beda
Keluarga Ina pun senang melihat ina sadar, akan tetapi beda
Dengan Ina yang merasa ketakutan, bahkan melihat keluarganya sendiri. Keluarganya pun bingung dan langsung menghubungi suster yang pada malam itu sedang jaga.
Kemudian Ina pun meronta ronta seperti trauma akan kejadian yang pernah ia alami.
Akhirnya inna pun diberi suntikan
Kemudian Ina pun meronta ronta seperti trauma akan kejadian yang pernah ia alami.
Akhirnya inna pun diberi suntikan
Agar ia tenang dan tertidur lelap, keluarganya pun bingung...
Beberapa hari kemudian setelah menjalani treatmen, ina pun dipindah dikamar kelas 2 dimana hanya ada 2 pasien di dalamnya, Ina dan satu lagi pasien lainnya.
Pasien disebelah ina yang masih berumur belasan itu
Beberapa hari kemudian setelah menjalani treatmen, ina pun dipindah dikamar kelas 2 dimana hanya ada 2 pasien di dalamnya, Ina dan satu lagi pasien lainnya.
Pasien disebelah ina yang masih berumur belasan itu
Penasaran dengan Ina yang dari tadi ia lihat membaca buku terus tanpa henti.
"Kak...?" sapa anak itu dari ranjangnya
Ina tak menjawab sepatah kata apapun
"Namaku Ivan..salam kenal ya kak" imbuh Ivan yang kemudian merasa salah telah mengenalkan dirinya
Hingga
"Kak...?" sapa anak itu dari ranjangnya
Ina tak menjawab sepatah kata apapun
"Namaku Ivan..salam kenal ya kak" imbuh Ivan yang kemudian merasa salah telah mengenalkan dirinya
Hingga
"Aku Inna" ucapnya lirih kemudian inna pun meneteskan air mata. Ivan yang saat itu masih terbaring di ranjang tiba tiba duduk dan melihat ke arah Inna
"Kakak kenapa?" tanya Ivan
"........dia Tonni" jawab Ina sambil menunjuk ke kursi depan yang tidak ada siapapun disana
"Kakak kenapa?" tanya Ivan
"........dia Tonni" jawab Ina sambil menunjuk ke kursi depan yang tidak ada siapapun disana
"...dia masih terjebak disana, sebentar lagi dia tertarik lagi kesana...." ucap Inna yang kemudian membuat Ivan ketakutan dan membunyikan bel di ranjangnya , sesaat kemudian suster pun datang.
"Iya ada apa dek?" tanya suster pelan
"Suster tolong tutup gordennya saya mau tidur"
"Iya ada apa dek?" tanya suster pelan
"Suster tolong tutup gordennya saya mau tidur"
Ucap ivan lirih , kemudian suster pun menutup gordennya sehingga Ivan tak bisa melihat Inna atau kursi yang ditunjuk oleh Inna.
"Suster, kakak itu kenapa?" tanya Ivan
"Oh kakak itu lagi sakit dek, hilang ingatan sebagian, dan mengalami trauma berat, tapi gapapa kok" jawab
"Suster, kakak itu kenapa?" tanya Ivan
"Oh kakak itu lagi sakit dek, hilang ingatan sebagian, dan mengalami trauma berat, tapi gapapa kok" jawab
Suster itu.
Tak berselang lama keluarga Ivan pun datang, dan Ivan pun meminta untuk segera dipindah ke kamar yang lainnya.
Tak berselang lama keluarga Ivan pun datang, dan Ivan pun meminta untuk segera dipindah ke kamar yang lainnya.
Singkat cerita, Inna selalu berkata tentang desa, teman-temannya dan hal lain sebagainya...polisi pun berupaya menuju ke desa yang dimaksud tersebut. Akan tetapi sampai disana, jalan menuju ke gerbang/gapura desa itu putus, sehingga polisi mencari jalan lainnya.
Mereka mencari disana, dan ....yah benar, mereka tidak menemukan apa apa, selain rumah rumah yang sudah ditinggalkan sejak lama, hingga akar pohon pun menyatu dengan tembok. Hingga saat itu Inna dianggap mengalami gangguan mental, dan teman temannya yang dikatan ina
Dibunuh oleh "DIA" yang bahkan Ina tak berani menyebutnya dianggap sebagai kecelakaan.
.
.
.
.
SELESAI
.
.
.
.
SELESAI
Source: @imsune0
Untuk baca Thread Lainnya di Versi Mobile klik Versi Desktop dulu dibagian paling bawah,lalu pilih Label maupun Penulis,dan pilih judul yg mau di baca..
Enjoy!




