Nyai Kuntari - Sinden Cantik Rebutan Pribumi & Belanda berdasarkan pengalaman pribadi.



 Manusia dapat melakukan apa yg ia inginkan, namun penyesalan kadang datang setelahnya.



Penyesalan atas tindakan yg tidak di fikirkan dampaknya di alami oleh Nyai Kuntari alias Eyang Utie. Bagi yang belum baca #thread ttg Eyang Utie bisa di baca di sini ya. Soalnya #thread kali ini kelanjutan dari kisah Eyang Utie
1 hari setela bikin thread ttg Eyang Utie, tiba-tiba aku sakit, muntaber 4 hari. Ini udah fit kembali, dan bisa lanjut bikin thread kedua tentang Eyang Utie atau yang bernama sebenarnya Nyai Kuntari. 
Istilah "Nyai" sebenernya merupakan gelar atau sebutan umum di daerah Jawa Barat, khususnya bagi wanita dewasa. Disisi lain, kata "Nyai" ini memiliki konotasi lain pada zaman kolonial. Seorang nyai berada dalam posisi yang tinggi secara ekonomis, tetapi rendah secara moral. 
Secara ekonomis, mereka berada di atas rata-rata perempuan pribumi yang bukan bangsawan. Para nyai mengenakan kain songket bersulam benang emas dan perak, mengenakan tusuk konde roos, peniti intan, dan giwang yang terbuat dari berlian. 
Pada masa itu Nyai Kuntari berprofesi sebagai sinden dan penari. Dia dianugerahi wajah yang cantik, berkulit putih, bersih, yang menjadikanya banyak incaran laki-laki pribumi dan bangsa Belanda. Selain itu, Nyai jg memiliki suara yg merdu yang membuat daya tariknya semakin besar 
. Tapi, jauh di dalam hatinya dia ga mau berprofesi sebagai sinden dan penari, karena pada masa itu profesi tersebut berkonotasi negatif. Meskipun demikian Nyai tetap menjalaninya karena dia harus menghidupi keluarganya. 
Nyai merupakan anak sulung dari 2 bersaudara, ayah dan ibu nya bekerja sebagai petani dan adiknya tidak bekerja. Atas dasar itu Nyai ingin merubah keadaan ekonomi keluarganya agar jauh lebih baik 
Namun di sini lain bermunculan banyak permasalahan yang Nyai alami semasa hidupnya dan itu yang mengakibatkan dia mati di tembak oleh Belanda. 
Rumah Nyai Kuntari kala itu berada percis di kosan yg aku tinggali saat ini. Aku ketemu Nyai pada bulan Juli tahun 2020 ketika saat itu aku pindah tempat tinggal ke kosan ini. Aku baru mengetahui klo Nyai Kuntari itu bkn manusia setelah beberapa hari aku di tempat ini 
Ia (nyai kuntari) mengalami masa lalu yang cukup pahit, dan atas se izinnya pada malam ini aku share ke kalian masa lalu yang di alami olehnya 
Suatu malam setelah Nyai Kuntari mengisi sebuah acara Ia di datangi oleh seseorang yang menamakan dirinya sebagai Akang Shaleh. Ia merupakan salah seorang pekerja yg bekerja pada sebuah keluarga kaya raya pada masa itu 
Keluarga kaya raya tersebut akan menikahkan anaknya. Kang Shaleh menyampaikan kepada Nyai Kuntari untuk mengisi acara pernikahan anak majikanya. Nyai Kuntari memang cukup dikenal pada masa itu 
"Nyai, ini ada undangan dari majikan saya (Raden Kartasasmitha). Nyai di minta untuk mengisi acara pernikahan anaknya Pak Raden” Ucap kang Shaleh.

“Kapan acaranya kang? Biar saya bisa mempersiapkan” Balas Nyai.

"“Minggu depan Nyai. Nyai tenang saja bayaranya nanti besar (cont) 
kami tunggu kehadiranya"

"Iya kang saya pasti dtg kesana"

Nyai sangat senang mendapatkan undangan tersebut, baginya itu merupakan kesempatan langka untuk dapat tampil di acara yang pastinya akan banyak tamu-tamu VIP 
Nyai engga menyia-nyiakan kesempatan tersebut, oleh karena Ia berlatih dalam kurun waktu kurang dari seminggu. 
“Abah, minggu depan saya akan mengisi acara di pernikahan Pak Raden” Nyai berkata kepada ayahnya.

“Sebelum mengisi acara itu kamu pergi sama abah nanti malem”

“Mau kemana abah?”

“Nanti juga kamu tau” Ucap ayahnya Nyai. 
Abah mengajak Nyai ke suatu tempat terpencil, jauh dari pemukiman. Nyai sempat bertanya-tanya mau dibawa kemana sebenarnya dan karena atas dasar menghormati Abahnya Nyai mengesampingkan hal tersebut. Sampailah mereka disebuah rumah, tidak terlalu besar. 
Beberapa saat kemudian Nyai langsung tersadar bahwa ternyata Abah mengajaknya untuk bertemu dengan seorang Dukun yang cukup terkenal di daerahnya. 
Di rumah Dukun tersebut Abah mengutarakan keinginan nya agar Nyai Kuntari di pasang beberapa Susuk dan pengasihan. Hal itu bertujuan agar Nyai terlihat lebih menarik dan memikat bagi siapa saja yang melihatnya. 
3 (tiga) berlian di tempelkan di wajah Nyai, 2 (dua) berlian di dada dan 2 (dua) lagi di pinggul. Setelah prosesi itu selesai Nyai merasakan ada yang aneh pada dirinya yang engga bisa dia sebutkan. 
Lalu Dukun tersebut menyuruh Nyai Kuntari untuk mandi kembang yang sebelumnya sudah dimantrai. Saat itu Nyai menuruti apa saja yang dibilang oleh Dukun itu, soalnya dipaksa oleh Abah 
Aku sebenernya ga terlalu faham mengenai cara kerja susuk itu seperti apa, yang aku ketahui susuk itu dapat membuat si pengguna menjadi terlihat lebih menarik. Suatu contoh jika di tempelkan di bibir, (cont) 
(cont) orang akan melihat bibir yang bersangkutan terlihat menarik dan apapun yang kata-kata yang keluar akan di ikuti oleh lawan bicaranya. 
Abah sengaja memasang susuk di badan Nyai Kuntari agar Nyai mendapatkan jodoh atau mendaptkan job selanjutnya dengan penampilannya yang memikat dan memukau 
Selain itu kehadiran para pejabat pribumi, bangsa Belanda menjadi salah satu alasan Abah yang mana Abah menginginkan Nyai Kuntari mendaptkan pendamping salah satu dari mereka. Dengan begitu akan mengubah status dan tingkat ekonomi keluarga Abah. 
Sehari sebelum tampil Nyai diharuskan untuk mandi kembang dan melakukan ritual agar susuk yang sudah ada ditubuhnya bekerja dengan baik. Tak lupa saat tampil Nyai harus membaca mantra-mantra yang telah diberikan oleh Dukun lalu ia tiupkan ke penonton. 
Malam itu penampilan Nyai Kuntari mendapatkan banyak pujian dan Ia di eluelukan juga oleh pribumi kaya raya dan bangsa Belanda. Semua mata tertuju pada penampilan Nyai. Susuk yang ada ditubuhnya berhasil memikat banyak orang 
Nyai dihampiri oleh salah satu Pejabat Belanda yang hadir pada acara tersebut. Ia bernama Friederich, Ia mengutarakan keinginannya untuk meniduri Nyai. Saat itu Nyai tanpa berfikir panjang menolak ajakannya dan memutuskan untuk pulang ke rumah 
Pada masa Kolonialisme bangsa Belanda memiliki kuasa yang sangat besar. Dalam hal ini mereka dapat melakukan apa saja yg mereka inginkan 
Dalam perjalanan ke rumah, di tengah jalan Nyai dihadang oleh 3 (tiga) pemuda yang tidak dikenal. Saat itu Nyai panik, ia berteriak sekencang-kencangnya namun ga ada satu orang pun yang mendengar teriakannya. 
Pemuda-pemuda tsb kemudian mendekati Nyai, dan Ia dipaksa turun dari kereta kudanya. Nyai dan kusir ga bsa melawan ataupun membela diri, soalnya ke 3 (tiga) pemuda tsb membawa senjata tajam 
Tak ada pilihan lain Nyai pun terpaksa turun dari kereta kudanya dan dibawa paksa oleh ke 3 (tiga) pemuda. Ia sempat melawan, namun sia-sia. Kemudian Nyai dibawa ke sebuah tempat terpencil di tengah hutan, dan Ia diperkosa oleh ke 3 (tiga) pemuda tsb. 
Kejadian itu merupakan kejadian buruk yang pernah dialami oleh Nyai Kuntari. Saat itu Ia merasa ingin mengakhiri kehidupanya. Sampai pada suatu keadaan yg membuatnya berfikir untuk balas dendam kepada ke 3 (tiga) pemuda yang memperkosanya (cont) 
dan Ia terpikir juga untuk balas dendam kepada semua laki-laki yang berniat jahat kepadanya.
“Abah, saya sakit hati sama mereka. Saya ingin balas dendam” Abah tidak merespon perkataan anaknya itu, ia hanya terdiam. (cont) 
"Bersiap-siaplah, nanti malam kita pergi ke tempat Mbah” Abah merespon Nyai Kuntari dan mengajaknya untuk pergi ke tempat Dukun yang sempat mereka datangi beberapa waktu yang lalu. 
Tanpa berfikir panjang Nyai Kuntari meng-iyakan ajakan Abah. Di tempat dukun tersebut Nyai membuat sebuah perjanjian antara Ia dengan bangsa Jin. Sebuah perjanjian yang tidak dapat dibatalkan. 
Isi dari perjanjian itu adalah Nyai dan keluarga akan diberikan harta kekayaan yang banyak dengan cacatan menumbalkan setiap laki-laki yang menidurinya. Sakit hati telah membutakan mata Nyai, ia menyetujui perjanjian itu. 
Nyai Kuntari tidak mengetahui dampak dari perjanjian itu dikemudian hari. 
Beberapa hari setelahnya Nyai mulai beraktifitas kembali, ia mulai kembali nyinden dan menari selayaknya profesi yg Ia lakukan sehari-harinya. Pada suatu malam setelah mengisi acara yang di adakan oleh Bangsa Belanda, Nyai di datangi oleh salah budak/pekerja yang mana ada (cont) 
seorang Belanda yang ingin bertemu dengannya. Nyai menghendaki pertemua tersebut dan mereka bertemu di rumah seorang Belanda itu. 
Orang Belanda tsb bernama Maurice. Ia sangat jatuh cinta dengan Nyai Kuntari dan berniat untuk menikahinya. Maurice dan Nyai Kuntari ngobrol cukup lama, dan Maurice mulai menggoda Nyai Kuntari dan ingin menidurinya. 
Nyai tidak sama sekali menolak ajakan Maurice, ia dengan senang hati menerima tawaran tsb dan sekaligus ingin membuktikan kebenaran dari perjanjiannya dg bangsa Jin. 
2 hari setelah Nyai bertemu dg Maurice, Ia mendapatkan kabar bahwa Maurice telah tewas, tidak ada yg tau penyebab kematianya. Pada malam harinya Nyai menemukan banyak harta di kamarnya, seperti emas, uang. Ia merasa puas dan sejak saat itu Ia terus melakukan hal tersebut. 
Sampai pada suatu waktu Nyai bertemu dengan seorang Pemuda dan Nyai jatuh cinta kepada pemuda tersebut. Dari situlah muncul permasalahan lain 
Awal mula terbentuknya perjanjian antara Nyai dan Jin dikarenakan Nyai sakit hati setelah Ia diperkosa oleh 3 (tiga) pemuda yang tidak dikenal. Namun saat ini Nyai diposisi yang mana Ia ingin mengakhiri perjanjian tersebut, karena Ia sudah menemukan sosok pria yang ia cintai 
Untuk membatalkan perjanjian dg bangsa Jin bukan sesuatu hal yang mudah, dan sudah pasti akan ada konsekuensinya. Tapi Nyai Kuntari tidak memperdulikan hal itu, baginya Ia telah menemukan sosok pria yang ia cintai itu adalah sumber kebahagiaanya 
Nyai benar-benar sedang dimabuk asmara sampai pada suatu malam Ia melakukan sebuah hubungan intim dengan pria itu. Ke esokan harinya Nyai mendaptkan kabar bahwa pria yang Ia sukai tersebut mati secara mengenaskan (cont) 
dan ga ada satu orang pun yang mengetahui penyebab kematianya. Nyai sangat terpukul ketika mendapatkan kabar tersebut, hatinya hancur. 
Nyai Kuntari jadi sering melamun sendirian di teras rumahnya sambil nyinden dan menyisir rambutnya. Abah sangat menyayangkan nasib anaknya itu dan Ia tidak dapat berbuat apapun selain terus membujuk anaknya agar segera kembali pulih 
Abah merasa bersalah atas kejadian yang menimpa anaknya itu. Tapi semuanya sudah terlambat.Nyai mulai menyadari bahwa apa yang Ia lakukan selama ini itu salah, dan kesalahan terbesarnya adalah membuat perjanjian dengan bangsa Jin. 
Ia memang mendapatkan apa yang Ia inginkan, tapi di saat ia telah menemukan seseorang yang Ia cintai, Ia kehilangan itu dan Ia sangat terpuruk serta menyesal. Sebuah penyesalan seumur hidup yang tidak dapat ia tebus dengan apapun. 
Kabar mengenai Nyai Kuntari yang memakai susuk dan memiliki perjanjian dg bangsa Jin telah tersebar di daerahnya. Nyai makin dikucilkan di desa dan itu membuatnya semakin tertekan. 
Kemudian pemerintah Hindia Belanda memerintahkan pasukanya untuk membunuh Nyai Kuntari. Karena mereka telah mengetahui penyebab kematian Maurice. 
Nyai Kuntari sudah pasrah dengan keadaanya saat itu. Bilamana ia dibunuh pun ia tidak mempermasalahkan hal tsb. 
Pada suatu sore ketika Nyai Kuntari sedang berada di teras rumahnya, pasukan Belanda menyelinap dan 3 tembakan ditujukan ke arah Nyai Kuntari. Lalu mereka masuk ke rumah dan menembaki Abah, adik dan Ibu Nyai. 
Mayat Nyai dan keluarga dibiarkan begitu saja. Warga desa tidak ada yg berani untuk mendekat, bahkan tidak ada yang mau untuk membantu menguburkan mayatnya. Sampai sekarang Nyai Kuntari a.k.a Eyang Utie tetap berada di kosan ini. 

Source: Galih Natasasmitha

Keluarga Hantu di Ruko Batam

  Keluarga Hantu di Ruko Batam A Thread #memetwit   @InfoMemeTwit Oleh: Ghost Writer (Cerita nyata - cerita mistis) Sembilan belas tahun yan...

Pengikut

Pembaca Cerita Horror

Arsip Blog

Cari Blog Ini