Pamor Keris Jawa



 Sesuatu yang mungkin masih dianggap Tabu di Indonesia, namun bagi sebagian orang mempercayai dan meyakini akan Kekuatan yang ada pada sebuah Keris.

Keris, sebuah benda yang dlu mungkin berfungsi sebagai sebuah senjata untuk menyerang atau untuk melindungi diri dari serangan orang lain. 
Keris, sebuah benda yang sangat terkenal di seantero Pulau Jawa. Bagi sebagian orang di yakini sebagai sebuah benda (bertuah) yang dapat membantu hajat manusia, melindungi manusia, dan memberikan apa yang di inginkan oleh manusia 
Thread malam ini relates dengan apa yang terjadi dalam keluarga ku. Terinspirasi dari almarhum Kakek yang telah meninggal pada tahun 2000 silam. Beliau sangat menyukai Keris-keris yang di dapatkan secara turun temurun 
Aku terlahir dikeluarga yang konservatif terhadap Agama, dekat dengan hal-hal Ghoib dan menganut budaya Sunda yang sangat kental. Aku masih ingat ketika kecil, kakek yang berprofesi sbg Guru Agama sering ngobrol dengan Keris-kerisnya 
Pamor dalam Bahasa Jawa berakar dari kata amor dan wor yang berarti campur atau pencampuran beberapa unsur logam pada bilah Keris. Dalam KBBI Pamor berartikan sebagai semarak (keindahan, kemuliaan). 
Sedangkan Keris telah dikenal lama sebagai senjata tradisional yang berasal dari tanah Jawa. Bukan hanya sekedar senjata, Keris juga dianggap sebagai sebuah benda pusaka yang memiliki kesaktian yang luar biasa. 
Bahkan Keris yang dibuat dari Batu Meteor dianggap menggandung unsur titatium yang kuat dan tidak bisa berkarat. Namun saat ini penggunaan meteor sudah digantikan dengan logam lainnya seperti besi atau baja. 
Pamor biasanya di adaptasi dengan bentuknya yang mirip dengan sesuatu, baik itu benda, tumbuhan, binatang atau mahluk tertentu yang kemudian bentuk-bentuk tersebut dihubungkan dengan kegunaan atau khasiat dari Keris tersebut 
Keris saat ini beralih fungsi dari senjata tradisional menjadi suatu kelengkapan ritual, selain itu sekaligus menjadi symbol status sosial pemiliknya. 
Tiap keris yang dibuat oleh Sang Empu memiliki pamor dengan ragam bentuk dan makna yang berbeda-beda. Aku coba jelasin beberapa bentuk atau dan makna dari Pamor Keris ya 
Yang pertama itu bernama Pamor Ron Gendheru. Ron merupakan kata dari Bahasa Jawa yang berarti daun, dan gendhuru merupakan tanaman bernama Sarai. Pamor tersebut berbentuk mirip daun Sarai. 
Kira-kira bentuk Keris dengan Pamor Ron Gendheru itu kyk gini :sumber : kerisku.id
Pamor Ron Gendhuru dipercaya dapat membuat pemiliknya memiliki jiwa kepemimpinan dan berwibawa 
Yang kedua adalah Pamor Wengkon.
Wengkon berasal dari kata wengku yang berarti bingkai. Secara logika sebuah bingkat diciptakan dengan tujuan untuk melindungi sesuatu didalamnya, entah itu dari debu, kotoran, atau mungkin benturan keras. 
Bentuk Pamor Keris Wengkon seperti iniKerisku.id
Keris Pamor Wengkon bersifat melindungi pemiliknya dari serangan seseorang yang ingin berbuat Jahat dan Pamor Wengkon yang bertuah juga dapat digunakan untuk penangkal hal-hal negatif. 
Yang ketiga adalah Keris Pamor Walang Sinunduk.
Walang merupakan hewan yang berbau menyengat, sementara sinunduk berarti kegiatan menusuk. Pamor Walang Sinunduk bermakna kekuatan untuk menyerang musuh atau seseorang yang tidak disukai 
Tuah dari Pamor Walang Sinunduk ini seringkali untuk melindungi diri si pemilik dan sekaligus dapat menyerang atau menyengat lawanya. 
Bentuk Keris Pamor Sinunduk kyk ginibukalapak.com
Yang ke empat adalah Pamor Wos Wutah.
Wos wutah bermakna beras yang melebihi tempatnya atau tumpah. Kondisi tersebut didalam pandangan masyarakat Jawa dianggap sebagai rezeki yang sangat berlimpah, (cont) 
atau bisa juga mewakili ungkapan “Gemah ripah loh jinawi” (tentrem, Makmur, dengan kekayaan yang berlimpah). 
Bentukan Keris Pamor Wos Wutah kyk ginifokuslintas.com
Nah itu beberapa ragam atau bentuk dari Pamor Keris yang aku ketahui. Mungkin dari kalian ada punya salah satunya? :D Bisa berbagi kisah ya di sini jika ada yang mempunyai salah satu dari ke 4 jenis Pamor Keris tsb. 
Pamor Keris yang bertuah juga dapat menyerang balik si pemiliknya jika dia tidak dirawat dengan benar atau menyalahi perjanjian yang telah di sepakati sebelumnya. 
Itu yang terjadi dan di alami oleh kakek ku. Salah satu penyebab dia meninggal selain takdir dari Allah juga dikarenakan tuah yang ada di dalam Pamor Keris yang dia miliki secara turun temurun 
Di tahun 2016 aku mencoba memberanikan diri dateng ke Empu pembuat Keris Jawa di kota Solo – Jawa Tengah. Sebelumnya aku mendatangi Keraton Solo sebagai bentuk respect dan sebagai bentuk meminta izin untuk mendatangi Sang Empu. 
Soalnya Keraton Solo mempunyai pengaruh yang sangat besar di Kota Solo, dan bisa di ibaratkan tuan rumah dan aku sebagai pendatang harus “sungkem” sebagai bentuk respect. 
Tempat Sang Empu berada di sebuah desa terpencil, jauh dari kota. Bisa dibilang berada di lereng bukit. Disana semua serba seadanya, mulai dari penerangan, tempat singgah, makanan, kamari mandi, dll 
Aku ga bisa nyebutin nama Sang Empu dan lokasi detail tempat tinggal beliau. Karena yang bersangkutan tidak ingin aku memberitahu mengenai informasi tersebut. 
Sang Empu sangat welcome dan tidak keberatan ketika aku singgah untuk beberapa hari di rumahnya dan mengikuti proses pembuatan Pamor Keris. 
Jadi Pamor Keris dibuat ketika ada pesanan, dan biasanya yang memesan itu orang-orang dari kalangan tertentu, seperti pejabat, pengusaha, artis, yang memiliki tujuan tertentu sesuai denga fungsi Pamor itu sendiri. 
Tanpa memperkenalkan diri Sang Empu sudah tau nama, maksud kedatangan ku. Entah gimana bisa dia tau akan hal itu 
Singkat cerita, 2 hari setelahnya aku di ajak oleh Sang Empu untuk mengikuti proses pembuatan Pamor Keris. Aku ga tau sih bakal kyk gimana nanti, udah bad feeling aja. Dengan berat hati aku meng-iyakan ajakan beliau 
"Eyang, aku harus ngapain dan bawa apa ya nanti? Soalnya ini pertama kalinya aku mengikuti prosesi ini." Kalimat tsb spontan keluar sesaat sebelum prosesi.
"Ndak usah, kamu ambil wudhu aja"
Hah? Cuman wudhu aja? Aku ngikutin saran Sang Empu 
Kenapa dibuatnya setelah 2 hari aku disana? Soalnya pada hari itu merupakan malam kliwon, dan menurut Sang Empu malam yang cocok. Iya cocok, soalnye bakal banyak setan yang daten :/ 
Aku dibangunkan sekitar jam 11 malem waktu Solo, langsung ambil wudhu dan saat itu pas banget malam kliwon, suasana mendukung bgt. Jadi kamar mandinya itu terpisah dari rumah, sekitar 10-20 meter. Dibelakangnya hutan 
Pas ambil wudhu harap-harap cemas, mana tau ada Pocong atau Kuntilanak yang liatin atau mungkin Genduruwo :/
Coba deh sekarang liat sekitar kalian, mana tau ada Pocong atau Kuntilanak yang lagi ngeliatin :D 
Aku paling takut sama bentuk Pocong sih. Ga bisa di ungkapin dengan kata-kata deh bentuknya itu. 
Sebelum memulai prosesi, Sang Empu nyiapin sesajen berupa bunga 7 rupa, kemenyan, dan dupa. Aku kira prosesinya itu bakal berlangsung di dalem rumah, eh tapinya Sang Empu ngajak keluar dan prosesinya itu di Bukit belakang rumah :/ 
"Inget yo nanti di dlm perjalanan km jangan sekali-kali ngeliat ke belakang, pokoke jangan."
"Baik Eyang"
Nah udah bad feeling kan kaga bole ngeliat kebelakang segala 
Baru aja beberapa langkah keluar dari rumah Eyang udh disambut sama "bala tentara".
Yang mana banyak bgt bayangan sekelebet, warna putih pula, wangi bunga melati pula. Udah pasti sih itu Kuntilanak 
Okeh fokus, jng ngeliat ke belakang. Kalian pernah jurit malem di hutan ga? Klo pernah kyk gitu suasananya. Gelap, dingin, penerangan cuman petromak aja dan banyak banget yang ngeliatin sepanjang perjalanan kami menuju bukit 
Jadi dari rumah Eyang ke bukit itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam jalan kaki. Namun herannya "mereka" hanya bisa ngeliatin kami aja, ga berani mendekat atupun nampakin dengan jelas 
Sebenernya aku udah tau kenapa Eyang melarang buat ngeliat ke belakang, soalnya dibelakang kami itu banyak "bala tentara" yang bertugas untuk mengawal kami untuk sampai dengan selamat ke tempat pembuatan keris 
Bala tentara disini berarti Jin atau khodam yang memang bertugas menjaga perjalanan kami. Soalnya disepanjang perjalanan banyak banget mahluk-mahluk yang menggangu perjalanan kami, seperti Genduruwo, Siluman Ular, Pocong, Kuntilanak 
Ngomongin masalah Siluman Ular, aku pernah dililit sma salah satu dari dia ketika masih tinggal di BSD City, nanti next thread aku ceritain ya 
Kenapa sih di Gunung/Bukit itu serem? Soalnya itu emang tempat tinggal mereka. Makadari itu ada istilah klo di Gunung jangan berbuat yang engga2, soalnya memang klo diliat menggunakan mata lain itu sebuah hunian mereka. 
Dan aku saat itu hanya bisa berdoa dan berdoa agar diberikan keselamatan dari gangguan mahluk-mahluk tersebut, dan supaya ga pingsan ditengah jalan 
Singkat cerita kami sampai di sebuah Gubuk Tua. Ga ada lampu selain petromak, gelap, hening, sepi, angin kencang dan di belakang kami ada Pocong serta Kuntilanak lagi asik ngeliatin. Yakin ga tuh di tempat kalian sekarang gada Pocong yg lg liatin? :p 
Sang Empu melakukan kembali. 7 jenis bunga di tabur di sekitar, dan tak lupa kemenyan dibakar setelah itu dupa di bakar disekeliling. Kebayang kan tengah malem bakar menyan/dupa di bukit itu sama aja dengan mengundang Jin, atau siluman atau mahluk lainya 
Beberapa saat setelahnya angin berhembus cukup kencang dengan di iringin sama datangnya energi yang sangat kuat. Bulu kuduk makin beridiri, kaki makin lemes, badan juga lemes. Energinya kuat banget dan yang dateng itu membantu Sang Empu dalam pembuatan Keris. 
Sang Empu tiba-tiba menjadi sangat kuat. Tapi aku ngeliatnya bukan dia yang lagi membuat Keris itu, dia dibantu dengan perantara Jin. Gimana ceritanya kakek2 bisa memukul bahan-bahan Keris dg palu godam yang berat? 
Dipukul lah berkali-kali besi/logam menggunakan godam. Eyang sama sekali ga ngos-ngosan atau ga ngerasa capek. Aku panggil jg ga nyaut-nyaut. Dan Kuntilanak di belakang kami masih anteng ngeliatin :/ 
Setelah di pukul berkali-kali, lalu di panaskan tuh logam dan di tiriskan, lah dikata lagi masak-masakan. 
Lalu di yang sudah berbentuk Keris dia ukir sesuai Pamor masing-masing. Saat itu Eyang bikin 2 Pamor Keris, Pamor Wos Wutah sama Pamor Wengkon. Itu pesanan Pejabat dari Jakarta, ungkap Eyang 
Selanjutnya dia melakukan ritual lagi memanggil Jin atau khodam yang mau menjadi Tuah di dalam Keris tersebut. Dibakar lagi kemenyan, ditabur lagi 7 jenis bunga dan makin berdatangan lagi mahluk-mahluk dan aku udah ga kuat banget saat itu. 
Setelah Tuah masuk ke dalam Keris dan kesepakatan dibuat lalu Keri situ di mandikan dengan 7 jenis bunga serta dimantrai. Akhirnya 2 keris telah jadi dan siap untuk dipindah tangankan. Malam itu merupakan malam yang ga pernah aku ingin alami kembali. 
Ga kerasa udah mau adzan Subuh dan prosesi pembuatan Keris sudah selesai sebelum matahari terbit.
"Kamu tetap jangan ngeliat kebelakang yo."
"Baik Eyang"
Sesampainya di rumah aku langsung istirahat dan tidur 
Keesokan harinya Keris di ambil oleh pemesan dari Jakarta. Untuk menyerah terimakan Keris itu ga tiba-tiba langsung diserahkan, namun harus ada upacaranya jg serta ada nya perjanjian atau pantangan yang harus di ingat 
Ternyata yang memesan Keris itu Pejabat anu, cukup terkenal di Jakarta. Confidential aku ga bisa kasih tau ya :D 
Selain emang ingin mengetahui proses pembuatan Pamor Keris Jawa, kedatangan ku ke sana juga ingin mengembalikan Keris-keris yang aku dapetin turun temurun. Sang Empu awalnya heran, namun aku berfikir bahwa aku ga membutuhkannya 
Lalu aku kembalikan ke Eyang dan aku izin pamit pulang ke Jakarta.
Di dalam kereta menuju Jakarta aku duduk sama seorang kakek. Wajahnya agak pucat, kelopak matanya hitam, dan sedikit bau kurang sedap 
Kereta berhenti beberapa saat di stasiun Cirebon, dan aku terbangun lalu mengarah ke sisi kiri si kakek udah ga ada. Pikirku dia mungkin sudah turun di stasiun ini.
Namun mas-mas di belakang ku nyeletuk 
"Mas, tadi ngobrol sama siapa?"
"Siapa mas? yang di samping saya tadi? Oh itu namanya kakek Baharudin, dari Solo mau ke Cirebon katanya."

"Masnya tdi ngobrol sendiri loh, sya fikir masnya knp-knp"
Hah ngomong sendiri? Ga mungkin lah (cont) 
Orang aku liat jelas dan ngobrol bareng kok. Aku mengabaikan perkataan si mas-mas tadi.
Akhirnya kereta kembali berjalan dan aku menoreh ke sisi jendela, dan aku melihat si kakek tadi mukanya berdarah lagi ngeliatin aku :( 
Matanya satu gada, tanganya copot sebelah, berlumuran darah pula 
Fix itu mah bukan manusia dan omongan si mas-mas tadi bener.
"yang tadi mase omongin ke saya bener, liat ke kanan jendela deh si kakek ada tuh"
"mana mas? saya ga liat siapa2 di sana"
:/ 
Aku lanjut bsk ya thread nya. ini distraction udh mulai bermunculan, mulai dari badan berat bgt sebelah kanan, diluar kamar banyak benda berjatuhan tp tdi aku cek gada orang 
Beberapa hari yang lalu ketika aku nulis thread "Pamor Keris Jawa" ini banyak banget distraction/gangguan. Aku juga ga paham tiap kali buat thread pasti ada banyak gangguan, meskipun sblmnya sudah minta izin sama yang bersangkutan 
Oke aku lanjut ceritanya. Klo nulisnya malem pasti ada lgi distraction/gangguan.

"Pamor Keris Jawa" as a thread beside of my true story.

@bacahorror / #bacahorror
@IDN_Horor / #threadhorror 
Saat itu aku sedang dalam perjalanan pulang di kereta dari Solo - Jakarta. Sekitar jam 4 subuh kereta sudah sampai di Stasiun Pasar Senen. Klo kalian pernah ke Stasiun Pasar Senen harusnya tau lah ya klo tu stasiun rada-rada creepy :3 
Aku dibangunin sama salah seseorang, masih muda keliatanya.

"mas bangun mas sudah sampai Jakarta"
Lampu kereta kan ga pernah di matiin ya, aku langsung bangun dan pandangan tertuju sama orang itu.
"Iya mas, terima kasih udh bangunin saya" (cont) 
Balas ku sama orang itu sambil ngumpulin nyawa. Tp kok pas orang itu pergi rada kecium bau Darah? Mungkin aku saat itu lagi halu, soalnya lagi ngumpulin nyawa juga kan. Aku lalu beranjak dari kursi kereta dan turun. Sepi banget, mungkin orang2 udh turun duluan, fikirku. 
"Pak, terima kasih ya tadi staff bapak sudah membangunkan saya di kereta, klo ga di bangunin mungkin sya masi tidur skrg"
Sapa ku kepada salah satu pegawai kereta api di sana.
"Oh iya sama2. Staff yang mana ya mas? Soalnya di kereta yg mas tumpangi itu kosong" 
Tadi kereta emang kosong, cuman aku doang yg tersisa dan orang yg ngebangunin.

Aku membalas perkataan pegawai kerta api itu
"klo dari name tag nya namanya Andi apa Herman apa gtu."

Lalu dia lalu membisikan sesuatu kepada ku. 
"Mas saya kasih tau ya, nama yg mas blg tadi itu dia udah meninggal beberapa tahun yg lalu. Dia dulu emang pegawai di sini"
Hah? udah meninggal? Tapi, aku melihatnya dg jelas dan dia membangunkan ku 
Baik, masalah Keris belum selesai ini nambah lagi masalah. Aku bergegas memesan taksi dan pulang menuju rumah. Dan asal kalian tau, pas aku buka pintu mobil taksi, Andi Herman yg udh meninggal beberapa tahun yg lalu ada di dlm taksi ! 
Aku kaget, bener2 kanget banget.

"Mas ga apa2 toh?" Sopir taksi cekatan menanyakan keadaan ku
"engga pak, gpp kok, sya cuman kaget aja pak. Bisa langsung aja pak, ke BSD ya"
"Nggih mas"

Dia duduk percis di samping, pandanganya lurus (cont) 
Pandangannya lurus dengan muka pucat, kantuk mata sedikit hitam, dan bau yang ga enak. Dia masih menggunakan seragam pegawai Kereta Api. Aku ga berani buat noleh ke arahnya.

"saya minta tolong"
Aku spontan langsung bilang "Engga" 
"Engga knp toh mas?" Engga jadi ke BSD" Tanya sopir taksi.

"bukan pak, bukan apa2 kok. Abaikan aja ya. Kita lanjut sesuai maps aja" 
Aku ga mungkin ngasih tau Pak Sopir klo disampingku ada hantu. Itu pasti bikin dia takut dan ga fokus nyetir.
Di dalem perjalanan dia terus berkata
"Tolong saya" "Tolong saya" "Tolong saya"

Well, itu bukan sesuatu yg mudah utk menolong dia 
Butuh effort dan cukup menguras tenaga serta fikiran. Aku mengabaikan nya dan mencoba untuk tetap fokus.

Singkat cerita aku udah sampai di rumah, dan dia masih ada di dalam taksi. Baguslah dia ga ikut turun jg, jd aku terbebas. 
Tempat tinggalku di BSD jg agak creepy. Aku sampe dsana sekitar jam 5an, masih gelap dan langsung bergegas ke kamar.
Dan apa yang aku liat pas sampe kamar? Keris-keris yang aku bawa dan aku kembalikan ke Eyang di Solo itu semuanya ada di atas tempat tidur 
Itu sama sekali ga masuk akal. Gimana bisa ? Aku inget bgt sblm plg ke sini aku udh kasih semua Keris2 itu ke Eyang tanpa ada yg kurang.
Karena udh capek bgt, aku coba untuk mengabaikanya dan tidur 
Keesokan harinya aku menghubungi Eyang.
"Eyang, aku mau nanya, kemarin kan aku sdh mengembalikan Keris2 itu ya tp kok td pagi mereka ada di atas tempat tidur ku ya? dan nambah ada 2 keris lgi."

Si eyang cuman senyam senyum dan membls perkataanku "Wes ora opo2" 
Lah gimana bisa wes ora opo2. Itu jelas2 nambah lgi masalah. Ditambah ada 2 keris.
Eyang meminta ku untuk merawat mereka semua dengan cara memandikan dg kembang 7 rupa, dikasih minyak misik dll 
well, Aku ga pernah berharap untuk mengurus benda mati yg konon katanya bertuah yang dapat membantu sang pemilik dalam segala urusanya. 
Pada hari sabtunya aku memutuskan utk membuang Keris2 itu. Ga tanggung2 aku membuangnya di kota Bogor dg harapan mereka ga kembali lagi.
Aku membuangnya di sebuah rest area di Bogor dan saat itu seketika seneng bgt, masalah kelar fikirku. 
Kalian tau apa yang terjadi ketika aku plg ke rumah? Keris2 itu berjejer kembali di atas tempat tidur. ini udah ga bener, aku berasa lgi di teror dan aku bingung harus gimana saat itu 
Tapi, entah kenapa ada dorongan di dlm diri ini untuk mencoba menggunakan salah satu keris tsb. Boleh juga sih, fikiriku. Lalu aku mengambil Keris dg Pamor Ron Gendheru. Katanya sih bakal ngebuat si pemiliknya di segani, dihormati dan terlihat lebih berwibawa 
Cara pakainya entah in salah apa engga ya dan aku jg engga tau sebelumnya, aku cuman ngebuka Keris itu dan berbicara kepadanya niat dan tujuan. Emg kyk org gila ya ngomong sama benda mati 
Keesokan harinya, sikap semua orang di kantor jadi beda banget. Mereka terlihat segan dan takut ketika berpapasan hingga ga mau bertatap mata. Well, it works ternyata. Seminggu aku mencoba khasiat Keris Pamor Ron Gendheru. 
"Kamu jng pake begituan Galih. Sing eling"
Mama ku tiba-tiba mengirim pesan What's up
Seketika aku kyk di tampar lewat pesan itu. Tapi, gimana bisa Mama ku tau? Aku ga blg ke dia dan aku jg ga ngasih tau ke siapa2 ttg hal ini 
Akhirnya aku mengakui nya, dan meminta maaf. Mama ku menyarankan agar aku pergi menemui Abah di pesantren yang dlu dibuat oleh kakeknya Buyut.
Tanpa membantah, di hari sabtu aku ke Bandung ke pesantren tsb. Hari senin dan selasanya sengaja ngambil cuti, in case di sana lama. 
Singkat cerita hari sabtu siang aku sudah sampai di Bandung.
"Assalamualaikum Abah, kumaha damang?"
-Assalamualaikum Abah, gimana sehat?-

"Waalaikumsalam kasep, Abah damang. Sok mangga kalebet"
-Waalikumsalam, Abah sehat. Mari masuk ke dalam-
Abah mempersilahkan ku masuk 
"Abah hampunteun sateuacan na, abdi ngawagel. Abdi dipiwarang kadieu ku Mamah, aya sakedik nu kudu diberesan"
-Abah aku minta maaf sebelumnya, jika mengganggu. Aku kesini di suruh oleh Ibu, ada sedikit yg harus diberesin-

"Mangga kasep"
-Iya- Jawabnya sambil tersenyum 
Abah sudah mengetahui maksud dan tujuanku dtg ke Pesantren. Pasti ada yg ga beres dan itu dia sudah mengetahuinya, entah gimana caranya 
Ohya, aku ga bisa share nama Pesantrenya ya, soalnya confidential.
Lalu Abah menjamu ku dg banyak bgt hidangan khas Sunda, mulai dari Ikan Gurame goreng, cah kangkung, lalapan, dan sambal terasi. Ah itu nikmat bgt 
Malem harinya setelah shalat Isya Abah mengajak ku ke suatu tempat. Udah mulai deg2an aje nih mau di ajak kemana.
Abah memperkenalku kepada Santri2nya. Ada banyak banget, ratusan, di dalam suatu ruangan berkumpul 
Keris Pamor itu Abah simpen di sebuah kamar. Entah alasanya gimana, tapi menurutnya itu tempat yg paling tepat utk menyimpannya.
Lalu Abah meminta kepada Santri2nya untuk mengaji dan berdoa pada mlm itu 
"Abah, abdi musti kumaha ieu?"
-Abah, saya harus gimana?-

"Ngadua ka Gusti Allah"
-Berdoa sama Allah-

Abah dan para Santri mulai mengaji, dan aku fokus berdoa. Tp, entah ngaji surat apa, soalnya kitabnya itu beda 
Beberapa saat kemudian terdengar suara benda jatuh di kamar yg ada Keris2. Suaranya cukup mengagetkan, namun Abah dan para Santri sama sekali ga kaget.
Setelah itu di kamar keadaan semakin gaduh 
Banyak benda berjatuhan dan berbenturan ke dinding tembok. Lalu ada terdengar suara geraman, ga terlalu jelas tp itu kyk geraman Singa 
Selai geraman Singa, lalu ada suara kakek2 dan nenek2. Ppa mungkin mereka semua Tuah yang ada di dlm Keris Pamor? Atau mungkin Jin penunggu tempat ini? Yg jelas itu bikin merinding, dan jujur aku takut bgt saat itu 
"Abah, Abah eta di kamar naha bet rame nya?"
-Abah, Abah itu di kamar knp rame ya?-

Abah ga mendengarkan pertanyaanku, dan fokus mengaji. Aku sambil memperhatikan keadaan sekitar. Dan pas ngeliat ke Abah, hidungnya berdarah dong 
Aku mulai panik, dan bingung harus berbuat apa.
Lalu Abah cuman bilang
"Tenang cu, ulah sieun, teu nanaon"
-Tenang cu, jng takut, ga apa2-

Lah gimana kita kaga takut :3 
Semakin kencang Abah & para Santri mengaji semakin kencang jg kegaduhan di kamar. Itu kyk mengadu energi, entah energi apaan, aku ga terlalu faham.
Yg aku fahami adalah mlm itu aku takut banget 
Tiba-tiba lampu neon di pesantren pecah semua. Aku semakin panik, soalnya itu mulai ga bener.
"Abah atos bah atos, ieu tos teu leureus"
-Abah udh bah udah, ini udh ga bener-

Abah cuman tersenyum dan sesekali batuk, mengeluarkan darah :3 
Puncaknya adalah ketika suara keras terdengar dari kamar, itu menggetarkan jendela Pesantren dan ada jendela yang kacanya retak.
Setelah itu keadaan mulai normal, ga kedengeran lgi suara geraman, benda berjatuhan atau yg lainya 
Abah mulai membuka matanya dan aku langsung memberikannya tisu. Sementara itu para Santri masih mengaji.
"Atos, ayeuna mah tos beres. Teu kudu hariwang deui. Aya Gusti Allah"
-Udah, sekrang udh beres. Jng khawatir lgi. Ada Allah- 
Seumur hidupku baru pertama kalinya mengalami kejadian pada malam itu dan aku bener2 ga mau mengalaminya lgi. 
Pengajian di hentikan. Para Santri keliatan kecapean bgt, dan mereka berangsur bubar untuk beristirahat. Abah mengajak ku ke kamar untuk melihat keadaan di sana.
Dan pas kami sampai di sana, kamar tsb berantakan bgt 
Di dinding kamar byk terdapat bekas cakaran , pintu kamar rusak. Namun yg aku heran adalah sebuah lukisan Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dalam keadaan baik 
Berbicara mengenai Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja menurutku beliah adalah salah satu Raja di Padjadjaran yang terbaik. Bila ada kesempatan mau banget ketemu Beliau, tapi belum kunjung diberikan kesempatan jg 
Aku pernah bertemu dg salah satu cucu atau keturunan langsung dari Eyang Prabu. Dia blg dia tiap hari di ikutin sama Pasukan Macan. Kebayang ga sih, kyk di teror gtu tiap hari :3 
Dia ga meminta itu dan macan2 itu ga mau pergi meskipun udah dtg ke "orang pinter"
Intinya jika itu memang menjadi milikmu akan tetap menjadi milikmu, kecuali atas Kehendak-Nya 
Back to the story.
Setelah "pertempuran" antara Abah, para Santri dan Tuah Keris Pamor dan setelah melihat keadaan kamar yg sangat berantakan Abah mengajak ku untuk minum kopi. Kopi item, tanpa gula 
Dan saat itu kami ngobrol2 mengenai asal usul Pamor Keris Jawa yg sdh ada turun temurun.
Menurut penuturan Abah pada masa penjajahan dan sebelum penjajahan kepimilikan Pamor Keris itu lumrah 
Soalnya pada masa itu masa dimana bangsa Jin bekerjasama dg bangsa Manusia (dan sampai sekarang pun masih ada) saling menunjukkan kekuatan dan berperang dengan menggunakan bantuan Jin 
Jin diciptakan oleh Allah sebagai bangsa yg memiliki kekuatan dan ada beberapa golongan. Basically sma kyk bangsa manusia, ada yg golongan baik dan jahat 
Nah tuah yg ada di Keris Pamor itu tergantung si Empu yg masukinnya. Dan keris itu akan turun temurun di berikan kepada keturunan, entah emg perjanjianya kyk gtu apa gimana 
Memang ini terlihat ga masuk akal tp nyata. Semua hal2 Ghaib emg ga masuk akal 
Di sela-sela obrolan dg Abah, dia tiba2 mengeluarkan sebuah benda, Keris berukuran kecil.
Keris kecil itu aku harus menjaganya, ga perlu di rawat yg macem2, ga perlu di kasih minyak misik ato apapun 
Tuah yg ada di dlm keris tsb ingin bersama ku meskipun Abah udh berkali2 berusaha itu ga aku simpen. Tp menurut Abah, itu amanat dari Nenek dan harus aku jaga 
Awalnya aku ga mau menerimanya. Aku udh ga mau ada urusan dg hal2 yg berbau Pamor Keris. Namun, karena Abah tetap menyakini aku bahwa itu ga akan berpengaruh apapun akhirnya aku menyimpan keris kecil itu di lemari 
Keris nya kecil bgt, di lapisi oleh ayat2 Al-Quran, dan di lapisi jg sma kain dg ayat2 Al-Quran. Aku sampe skrg ga pernah memakainya, walaupun tau Keris tsb bertuah. At least aku sdh menjaga amanat dri nenek 
Dari thread ini aku bisa menarik kesimpulan bahwa dengan tanpa bantuan Keris Pamor aku bisa hidup dg layak, mendapat perkerjaan yg bagus, dan keinginan dikabulkan jika memang sdh waktunya 
4 hal yg selama ini sering aku jalani. Shalat, sering2 meminta maaf kpd org tua (Ibu) & sering2 meminta doa kpd org tua (Ibu), sedekah serta jujur dalam bekerja 
Untuk thread Pamor Keris Jawa ini aku cukupkan sampai di sini ya. Semoga thread ini dapat menginspirasi kalian. See ya love ya byee- 

• • •

Source: Galih Natasasmitha

Keluarga Hantu di Ruko Batam

  Keluarga Hantu di Ruko Batam A Thread #memetwit   @InfoMemeTwit Oleh: Ghost Writer (Cerita nyata - cerita mistis) Sembilan belas tahun yan...

Pengikut

Pembaca Cerita Horror

Arsip Blog

Cari Blog Ini